JAKARTA - Klaim Veda Ega Pratama meraih podium kedua (P2) pada Moto3 San Marino 2026 serta mendapat pujian dari Valentino Rossi ternyata bukan kejadian nyata. Dalam bagian akhir video yang menjadi sumber narasi, pengunggah secara tegas menyebut cerita tersebut sebagai informasi fiktif dan karangan belaka.
Video berjudul “VEDA PODIUM P2 JOSSS🔥REAKSI JUJUR VROSSI HDANISH & MAX QUILES AKUI VEDA MOTO3 SAN MARINO~BENARKAH?” itu sebelumnya membangun narasi seolah-olah Veda tampil impresif di Sirkuit Misano, San Marino, Italia.
Dalam cerita yang disampaikan, Veda disebut finis di posisi kedua setelah bertarung hingga tikungan terakhir. Posisi pertama diklaim ditempati pembalap Spanyol Maximo Quiles, sedangkan Alvaro Carpe disebut finis ketiga.
Baca Juga: Lalai Awasi Sampah, Ruang Kelas Terbakar
Narasi tersebut juga menggambarkan hasil balapan sebagai pencapaian besar bagi pembalap Indonesia. Veda diklaim berhasil mengibarkan Merah Putih di podium Eropa setelah bersaing dengan sejumlah pembalap muda.
Namun, klaim tersebut kemudian dibantah oleh pembuat video sendiri. Pada bagian “Catatan / Klarifikasi dari Pengunggah Video”, terdapat penegasan bahwa berita yang disampaikan sebelumnya bukan laporan kejadian sebenarnya.
“Namun perlu digarisbawahi ya guys, berita di atas hanyalah fiktif dan karangan belaka, bukan kejadian yang sebenarnya,” demikian keterangan dalam transkrip video.
Baca Juga: Lalai Awasi Sampah, Ruang Kelas Terbakar
Klaim Komentar Valentino Rossi
Salah satu bagian yang paling menonjol dalam narasi adalah klaim mengenai Valentino Rossi. Legenda MotoGP asal Italia itu disebut hadir langsung di Sirkuit Misano dan memberikan komentar khusus setelah sesi podium.
Dalam cerita tersebut, Rossi digambarkan memuji racing line dan kedewasaan balap Veda. Bahkan, narasi menyertakan kutipan panjang yang disebut berasal dari Rossi dan berisi pujian terhadap kemampuan Veda mengontrol balapan di lintasan teknis.
Akan tetapi, karena video sendiri mengategorikan seluruh cerita tersebut sebagai fiksi, pernyataan yang dinarasikan sebagai ucapan Rossi tidak dapat diperlakukan sebagai komentar nyata dalam sebuah laporan berita.
Hal serupa berlaku terhadap klaim mengenai reaksi Hakim Danish. Dalam video, pembalap asal Malaysia itu disebut finis kedelapan dan mendatangi Veda di paddock untuk memberikan ucapan selamat.
Narasi bahkan menyertakan kutipan yang menggambarkan Danish memuji kecepatan dan kontrol Veda serta merasa bangga melihat pembalap dari kawasan Asia Tenggara berdiri di podium Moto3 San Marino.
Klaim Pujian Maximo Quiles
Video tersebut juga mengaitkan komentar Maximo Quiles dengan performa Veda. Quiles diklaim sebagai pemenang balapan dan disebut mengakui bahwa Veda memberikan tekanan sepanjang perlombaan.
Baca Juga: Lalai Awasi Sampah, Ruang Kelas Terbakar
Dalam narasi, Quiles digambarkan memuji kontrol ban serta racing line Veda di tikungan-tikungan teknis Misano. Ia juga disebut menilai podium kedua tersebut layak diraih Veda.
Namun, seluruh rangkaian tersebut tetap berada dalam konteks cerita yang oleh pengunggah video sendiri dinyatakan sebagai fiktif.
Karena itu, klaim mengenai podium Veda Ega Pratama, komentar Valentino Rossi, ucapan Hakim Danish, maupun pujian Maximo Quiles dalam video tersebut tidak semestinya diberitakan sebagai fakta tanpa sumber independen yang dapat memverifikasinya.
Baca Juga: Lalai Awasi Sampah, Ruang Kelas Terbakar
Klarifikasi di bagian akhir video menjadi informasi penting agar penonton tidak keliru menganggap narasi dramatis mengenai Moto3 San Marino 2026 tersebut sebagai laporan balapan yang benar-benar terjadi.
Editor : Hikaila Aulia Nahru Durroh AklilaSumber : Youtube Garuda Exclusive Story