Veda Pratama Disorot di Misano, Komentator Sebut Indonesia Punya Superstar Baru

Hikaila Aulia Nahru Durroh Aklila • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 09:30 WIB
Veda Pratama mendapat sorotan positif di Misano. Komentator menyebut pembalap Indonesia itu sangat spesial dan punya potensi menjadi superstar baru.
Veda Pratama mendapat sorotan positif di Misano. Komentator menyebut pembalap Indonesia itu sangat spesial dan punya potensi menjadi superstar baru.

JAKARTA - Veda Pratama mendapat sorotan positif dalam siaran balapan di Misano setelah tampil mengesankan sebagai pembalap Indonesia. Komentator menilai penampilan Veda sangat impresif hingga melontarkan pujian, “Indonesia, you have a new superstar!”

Sorotan tersebut muncul dalam rekaman siaran yang menjadi salah satu materi video mengenai kiprah Veda di ajang balap motor. Komentator juga menyoroti catatan waktu 1 menit 40,8 detik yang dianggap sangat kompetitif. Veda disebut hanya terpaut kurang dari beberapa persepuluh detik dari barisan depan.

Penampilan tersebut kemudian dinilai sebagai debut yang sangat mengesankan bagi pembalap asal Indonesia. Komentator menilai Veda memiliki kemampuan istimewa dan mengingatkan kembali rekam jejaknya dalam kompetisi pembinaan pembalap muda.

Baca Juga: Lalai Awasi Sampah, Ruang Kelas Terbakar

Dalam siaran itu disebutkan bahwa Veda merupakan juara Asia Talent Cup. Ia juga disebut finis sebagai runner-up Red Bull Rookies Cup pada musim sebelumnya di belakang Brian Uriarte.

Komentator menilai kombinasi pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan Veda layak mendapat perhatian. Setelah melihat penampilannya di Misano, Veda bahkan disebut sebagai sosok yang sangat spesial.

Nama Hiroshi Aoyama juga disebut dalam komentar siaran. Keduanya dinilai pantas merasa bangga atas penampilan yang ditunjukkan Veda.

Baca Juga: Lalai Awasi Sampah, Ruang Kelas Terbakar

Perdebatan soal Performa Motor

Penampilan Veda kemudian memunculkan perdebatan lain mengenai kemampuan motor yang digunakannya. Dalam tanggapan berbahasa Indonesia yang terdapat pada transkrip, muncul keberatan terhadap kebiasaan menjadikan performa motor sebagai alasan untuk membela seorang pembalap.

Pembicara dalam video menegaskan bahwa pembalap tetap harus memaksimalkan apa yang dimiliki. Ia kemudian menggunakan Pedro Acosta sebagai contoh pembanding.

“Jangan sampai kita cari alasan untuk Veda tidak bagus,” ujar pembicara tersebut.

Menurutnya, Honda memang tidak secepat KTM di trek tersebut. Namun, kondisi itu dinilai tidak seharusnya otomatis dijadikan alasan untuk mengurangi apresiasi terhadap kemampuan Veda.

Pembicara juga membandingkan Veda dengan tim Leopard. Dalam transkrip, Leopard disebut sebagai salah satu tim paling kuat dan berpengalaman di Moto3. Mereka dinilai memiliki sumber daya, insinyur, pengalaman, serta data yang dapat membantu menghasilkan setup motor berbeda.

Karena itu, perbedaan performa tidak langsung dianggap sebagai sesuatu yang mencurigakan. Pembicara secara tegas menolak anggapan bahwa keunggulan setup tim lain harus dikaitkan dengan kecurangan.

“Tidak ada cheating! Jangan jadi alasan,” katanya.

Baca Juga: Lalai Awasi Sampah, Ruang Kelas Terbakar

Klaim Podium yang Perlu Diluruskan

Di sisi lain, terdapat video lain yang mengklaim Veda meraih podium kedua Moto3 San Marino 2026 setelah finis di belakang Maximo Quiles. Video tersebut juga memuat klaim tentang komentar Valentino Rossi, Hakim Danish, dan Quiles terhadap penampilan Veda.

Namun, klaim itu tidak dapat diposisikan sebagai fakta berdasarkan materi yang diberikan. Alasannya, pada bagian akhir video pengunggah secara eksplisit memberikan klarifikasi bahwa seluruh berita tersebut “fiktif dan karangan belaka, bukan kejadian yang sebenarnya.”

Dengan demikian, narasi mengenai podium P2 serta kutipan yang dikaitkan kepada Rossi, Danish, dan Quiles sebaiknya tidak digunakan sebagai fakta jurnalistik.

Baca Juga: Lalai Awasi Sampah, Ruang Kelas Terbakar

Hal yang tetap dapat menjadi sorotan dari materi lainnya adalah pujian komentator terhadap penampilan Veda dan pembahasan mengenai perjuangannya dengan motor yang disebut tidak secepat KTM di lintasan tersebut.

Bagi Veda Pratama, sorotan itu menunjukkan bagaimana penampilannya mampu menarik perhatian dalam persaingan balap internasional. Namun, setiap klaim mengenai hasil balapan maupun komentar tokoh lain tetap perlu dibedakan antara rekaman siaran, opini pembicara, dan narasi fiktif.

Editor : Hikaila Aulia Nahru Durroh Aklila
moto3 Asia Talent Cup Balap Motor Indonesia Veda Pratama Misano