Veda Pratama Ukir Sejarah di Moto3 Brasil, Naik Podium untuk Indonesia

Hikaila Aulia Nahru Durroh Aklila • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 09:35 WIB

 

Veda Pratama ukir sejarah di Moto3 Brasil dengan finis ketiga. Pembalap Indonesia itu meraih podium pertamanya setelah sprint lima lap.
Veda Pratama ukir sejarah di Moto3 Brasil dengan finis ketiga. Pembalap Indonesia itu meraih podium pertamanya setelah sprint lima lap.

GOIÂNIA - Veda Pratama mengukir sejarah di Moto3 Brasil setelah finis di posisi ketiga dalam balapan lima lap yang berlangsung setelah restart. Pembalap Indonesia itu menjadi bagian dari podium bersama Max Quiles yang finis pertama dan Marco Morelli di posisi kedua.

Podium tersebut menjadi momen istimewa bagi Veda Pratama. Dalam siaran balapan, komentator menyebut belum pernah ada pembalap Indonesia yang finis di podium kejuaraan dunia sebelum pencapaian tersebut.

“Sejarah menanti pembalap 17 tahun, Veda Pratama!” ujar komentator saat Veda bertarung untuk merebut posisi podium.

Baca Juga: Lalai Awasi Sampah, Ruang Kelas Terbakar

Balapan Moto3 di Goiânia sejatinya berlangsung selama 24 lap. Veda mengawali lomba dari barisan depan dan langsung menunjukkan start impresif. Ia naik satu posisi dan berada di urutan ketiga pada awal lap pertama.

Persaingan di grup depan berlangsung ketat. Posisi pembalap terus berubah melalui aksi salip-menyalip. Veda sempat kehilangan posisi setelah disalip Marco Morelli, tetapi tetap berada dalam persaingan grup terdepan.

Sementara itu, Max Quiles yang mengawali balapan dari posisi ke-11 terus merangsek ke depan. David Almansa juga menjadi salah satu pembalap yang membuat pergerakan besar. Dari posisi ke-14, Almansa sempat naik hingga posisi keempat sebelum akhirnya terjatuh di Tikungan 4.

Baca Juga: Lalai Awasi Sampah, Ruang Kelas Terbakar

Quiles kemudian mengambil alih pimpinan balapan dan sempat membangun keunggulan sekitar 3,5 detik. Ketika balapan terlihat mulai mengarah pada kemenangan Quiles, bendera merah dikibarkan pada lap ke-15.

Red flag membuat keunggulan Quiles terhapus. Balapan belum mencapai tiga perempat jarak yang ditentukan, sehingga diperlukan restart. Dengan waktu balapan yang tersisa, lomba kemudian dilanjutkan dalam format sprint lima lap.

Pada restart, Quiles mendapat posisi pole dan langsung melakukan start sempurna. Adrian Fernandez berada di posisi kedua, sedangkan Valentin Perrone di posisi ketiga. Veda harus kembali berjuang dari posisi yang lebih belakang untuk mengejar rombongan depan.

Quiles sempat tampil dominan dan mencoba menjauh dari para rival. Namun, persaingan di belakangnya semakin ketat. Marco Morelli tampil agresif dengan memanfaatkan kecepatan di trek lurus dan slipstream hingga melesat dari posisi kelima ke posisi kedua.

Veda juga mulai menemukan ritmenya. Ia terlibat dalam pertarungan dengan sejumlah pembalap, termasuk Rico Salmela dan David Almansa? Wait no—transcript says Pini and Carpe. Need avoid typo.

Puncaknya terjadi pada lap terakhir. Veda melakukan manuver agresif untuk melewati Pini di Tikungan 4 dan naik ke posisi keempat. Tidak lama kemudian, ia kembali melakukan block pass terhadap Alvaro Carpe di tikungan yang sama.

Baca Juga: Lalai Awasi Sampah, Ruang Kelas Terbakar

Manuver tersebut membuka peluang Veda untuk merebut podium. Komentator pun menyadari besarnya arti momen itu bagi Indonesia.

“Kita mungkin sedang menyaksikan terciptanya sejarah di sini!” seru komentator.

Setelah melewati Carpe, Veda harus mempertahankan posisi hingga garis finis. Di depan, Quiles masih memimpin, tetapi Morelli mulai mendekat dan memberikan tekanan pada lap terakhir.

Baca Juga: Lalai Awasi Sampah, Ruang Kelas Terbakar

Quiles akhirnya mampu mempertahankan keunggulannya dan merebut kemenangan dalam sprint lima lap tersebut. Morelli finis kedua, sedangkan Veda Pratama mengamankan posisi ketiga.

Jarak Veda dengan Carpe di garis finis hanya 0,09 detik. Margin tipis itu membuat posisi podium pembalap Indonesia tersebut semakin dramatis.

Bagi Veda, hasil tersebut menjadi podium Grand Prix pertamanya. Dalam transkrip siaran disebutkan bahwa sebelumnya ia belum pernah berdiri di podium Grand Prix dan hasil terbaiknya adalah posisi keempat sebanyak tiga kali.

Baca Juga: Lalai Awasi Sampah, Ruang Kelas Terbakar

Usai memastikan podium, Veda merayakannya dengan melakukan wheelie berdiri di trek lurus belakang. Momen tersebut menjadi penutup dramatis dari balapan yang mengantarkan namanya ke dalam sejarah balap motor Indonesia.

Di sisi lain, kemenangan menjadi milik Quiles, yang disebut meraih kemenangan pertamanya musim ini. Morelli juga mendapatkan podium pertamanya.

Balapan lima lap itu sekaligus menjadi panggung bagi Veda Pratama untuk mencatat pencapaian bersejarah. Dari persaingan ketat sejak awal hingga pertarungan terakhir melawan Carpe, pembalap Indonesia tersebut akhirnya berdiri di podium Moto3 Brasil.

Editor : Hikaila Aulia Nahru Durroh Aklila
Sumber : Youtube SPOTV Indonesia
moto3 Balap Motor Indonesia Veda Pratama MotoGP Brasil Goiania