Terkena Pukulan Petir Megawati, Han Da-hye Dikompres Es Hingga Kim Yeon-koung Terperanjat

Dinar Ananda Putri • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 15:35 WIB
Dampak ganasnya pukulan Megawati Hangestri di V-League. Han Da-hye harus dikompres es usai terkena bola, sementara Kim Yeon-koung ikut jadi korban
Dampak ganasnya pukulan Megawati Hangestri di V-League. Han Da-hye harus dikompres es usai terkena bola, sementara Kim Yeon-koung ikut jadi korban

TRENGGALEK - Pertandingan Liga Bola Voli Putri Korea Selatan (V-League) kerap menyajikan momen-momen dramatis yang menguji ketahanan fisik para atletnya. Salah satu dinamika yang paling sering menjadi sorotan penonton dan media lokal adalah momen ketika pukulan keras dari megabintang Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, memakan korban di kubu lawan. Benturan keras bola hasil spike Megawati pernah membuat libero Han Da-hye harus dirawat dengan kompres es, hingga membuat legenda hidup voli Korea, Kim Yeon-koung, tak berdaya menghindar.

Insiden yang menimpa Han Da-hye menjadi salah satu gambaran paling nyata betapa dahsyatnya efek benturan bola dari serangan Megawati. Saat berupaya menahan gempuran serangan di area lini belakang, Han Da-hye diterjang bola spike keras yang dilepaskan Megawati dari posisi sayap. Kecepatan bola yang begitu tinggi membuat sang libero tak memiliki waktu untuk mengantisipasi. Bola menghantam bagian wajahnya dengan telak hingga menimbulkan rasa sakit yang cukup hebat. Tim medis klub bahkan harus segera turun tangan memberikan kompres es di pinggir lapangan guna meredakan pembengkakan dan rasa nyeri yang dialami sang pemain.

Kejadian serupa yang tak kalah menyedot perhatian publik adalah ketika spike Megawati mengenai Ratu Voli Korea, Kim Yeon-koung. Sebagai pemain senior yang kaya pengalaman internasional, Kim Yeon-koung dikenal memiliki posisi pertahanan (reading defense) yang sangat matang. Namun, dalam satu momen laga panas Incheon Heungkuk Life Pink Speeders melawan tim yang dibela Megawati, keunggulan refleks Kim Yeon-koung seolah tak berdaya menahan laju petir bola Megatron. Bola spike keras mengenai area kepala Kim Yeon-koung, menegaskan bahwa tidak ada pemain yang benar-benar aman dari jangkuan serangan Megawati.

Baca Juga: Hasil Moto3 Belanda 2026: Maximo Quiless Juara, Veda Ega Pratama Gagal Finis

Daftar pemain yang mengalami momen ringkih saat berhadapan dengan pukulan Megawati terus bertambah sepanjang musim kompetisi. Setter Incheon Pink Speeders, Lee Won-jeong, pernah menjadi korban di mana bola luncuran Megawati melesat layaknya tak terlihat oleh mata. Begitu pula dengan libero lincah GS Caltex, Han Soo-jin, yang berniat menyelamatkan bola rebound namun justru harus menerima hantaman keras bola di area mukanya.

Bahkan pemain bertubuh tinggi besar seperti middle blocker Yang Hyo-jin dari Suwon Hyundai Hillstate dan pemain asing GS Caltex, Gyselle Silva, juga pernah merasakan sapuan bola liar hasil pukulan Megawati. Benturan-benturan tersebut sering kali membuat laga terhenti sejenak, di mana Megawati secara sportif selalu menunjukkan rasa empati dan gestur meminta maaf kepada para pemain lawan yang menjadi korban ketidaksengajaan serangannya.

Meski insiden headshot dalam bola voli merupakan bagian dari dinamika olahraga profesional yang tidak disengaja, fenomena ini memperlihatkan betapa dominannya tingkat ancaman yang dihadirkan Megawati. Keberanian dan daya tahan para pemain top Korea seperti Han Da-hye dan Kim Yeon-koung saat bangkit kembali usai terkena headshot mendapat apresiasi tinggi, sementara reputasi Megawati sebagai penyerang paling ditakuti di V-League kian tak tergoyahkan.

Baca Juga: Jadwal Moto3 San Marino 2026: Kualifikasi, Race, dan Klasemen Terbaru

Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube
voli korea V League Han Da hye Kim Yeon Koung Megawati Hangestri