JAKARTA - Yeum Hye-seon mengungkap alasan Megawati Hangestri Pertiwi tidak kembali memperkuat Red Sparks dan memilih bergabung dengan Hyundai Hillstate. Kapten Red Sparks tersebut membahas keputusan itu melalui live streaming di media sosialnya, termasuk kaitannya dengan pelatih Ko Hee-jin.
Penjelasan Hye-seon menjadi sorotan karena Megawati sebelumnya memiliki hubungan erat dengan Red Sparks. Namun, untuk musim berikutnya, Megawati justru melanjutkan kariernya bersama Hyundai Hillstate.
Menurut penjelasan Hye-seon dalam live streaming tersebut, Ko Hee-jin sempat menghubungi Megawati. Pelatih Red Sparks itu disebut menyarankan Megawati untuk tidak kembali ke klub.
Baca Juga: Indonesia Kalahkan Kazakhstan 3-0, Torehkan Sejarah Baru di AVC 2026
Alasannya berkaitan dengan citra Red Sparks yang sempat tercoreng akibat kasus memalukan yang melibatkan staf klub. Kasus tersebut terjadi dalam acara minum bersama dan berkaitan dengan tindakan pelecehan.
Dalam penjelasan yang disampaikan Hye-seon, Ko Hee-jin merasa ikut bertanggung jawab atas persoalan tersebut. Situasi itu kemudian menjadi salah satu latar belakang sebelum Ko Hee-jin akhirnya resmi mengundurkan diri.
Megawati Memilih Hyundai Hillstate
Setelah tidak kembali ke Red Sparks, Megawati bergabung dengan Hyundai Hillstate. Perpindahan tersebut juga diikuti perubahan pendekatan permainan dari klub barunya.
Baca Juga: Indonesia Kalahkan Kazakhstan 3-0, Torehkan Sejarah Baru di AVC 2026
Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung, disebut mulai merombak sistem dan strategi permainan tim setelah kedatangan Megawati.
Perubahan tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan Megawati dalam melakukan spike. Sistem permainan juga diarahkan untuk memaksimalkan kemampuannya ketika menghadapi bola-bola sulit.
Bola tinggi dan bola darurat menjadi bagian dari situasi yang ingin dimanfaatkan. Dengan pendekatan tersebut, kemampuan Megawati diharapkan tidak hanya digunakan dalam pola serangan yang ideal, tetapi juga ketika tim menghadapi situasi sulit dalam sebuah reli.
Strategi itu membuat peran Megawati dalam sistem Hyundai Hillstate menjadi lebih luas. Permainan tidak semata-mata dibangun untuk menghasilkan spike keras, tetapi juga menyesuaikan bagaimana Megawati dapat menyelesaikan bola yang tidak sempurna.
Kim Da-in Disiapkan Bangun Chemistry dengan Megawati
Selain perubahan sistem, aspek hubungan antara pemain dan seter juga menjadi perhatian. Kim Da-in, seter Hyundai Hillstate, dilatih untuk membangun chemistry dengan Megawati.
Kerja sama antara keduanya dianggap penting dalam menjalankan strategi baru. Set yang diberikan kepada Megawati perlu disesuaikan dengan berbagai situasi pertandingan agar serangan dapat berjalan lebih efektif.
Baca Juga: Indonesia Kalahkan Kazakhstan 3-0, Torehkan Sejarah Baru di AVC 2026
Namun, Hyundai Hillstate juga tidak ingin seluruh permainan bergantung kepada satu pemain. Karena itu, variasi serangan menjadi bagian dari pengaturan taktik.
Dengan variasi tersebut, tim berupaya membuat lawan kesulitan membaca arah serangan. Megawati tetap menjadi bagian penting dari sistem, tetapi pemain lain juga harus terlibat dalam membangun serangan.
Penjelasan Yeum Hye-seon memberikan gambaran mengenai latar belakang keputusan Megawati untuk tidak kembali ke Red Sparks. Keputusan tersebut tidak hanya dikaitkan dengan perpindahan klub, tetapi juga dengan situasi yang terjadi di Red Sparks dan perubahan arah setelah Ko Hee-jin meninggalkan posisinya.
Baca Juga: Indonesia Kalahkan Kazakhstan 3-0, Torehkan Sejarah Baru di AVC 2026
Di sisi lain, Hyundai Hillstate mengambil pendekatan berbeda dalam memaksimalkan kemampuan Megawati. Pelatih Kang Sung-hyung disebut melakukan penyesuaian sistem agar kemampuan pemain Indonesia tersebut dapat digunakan dalam lebih banyak situasi.
Kerja sama dengan Kim Da-in juga menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Keduanya perlu membangun chemistry agar variasi serangan Hyundai Hillstate berjalan lebih sulit dibaca lawan.
Dengan demikian, kepindahan Megawati ke Hyundai Hillstate membawa perubahan pada pola permainan yang diterapkan kepadanya. Bukan hanya mengandalkan kekuatan spike, Megawati juga dipersiapkan untuk menghadapi bola-bola sulit melalui sistem permainan yang lebih variatif.
Editor : Hikaila Aulia Nahru Durroh Aklila