TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM- Veda Pratama sempat menjadi pembalap tercepat pada sesi Free Practice 1 Moto3 San Marino, sebelum akhirnya turun ke posisi ke-15. Penurunan tersebut bukan karena Veda kehilangan kecepatan, melainkan strategi penggunaan ban yang berbeda dari para rivalnya.
Sesi FP1 berlangsung dalam kondisi lintasan basah. Para pembalap menggunakan ban untuk kondisi hujan. Situasi tersebut justru memberikan keuntungan tersendiri bagi Veda dan pembalap Asia lainnya karena terbiasa berlatih dalam kondisi hujan.
Dalam analisis sesi tersebut, Veda disebut memiliki pengalaman menghadapi kondisi lintasan basah yang lebih sering dibandingkan sejumlah pembalap Eropa. Faktor geografis membuat pembalap Indonesia lebih akrab dengan latihan saat hujan.
Selain kondisi cuaca, karakter Sirkuit Misano San Marino juga dinilai cukup menguntungkan Honda. Hal itu terlihat dari hasil FP1 yang menempatkan sejumlah pembalap Honda di posisi depan.
Jol Kelso menjadi pembalap tercepat. Rames Tover Fernandez berada di posisi kedua. Beberapa pembalap Honda lainnya juga mampu menembus posisi atas. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Veda dinilai masih memiliki peluang untuk tampil kompetitif pada sesi berikutnya.
Baca Juga: Feda Ega Pratama Dikabarkan Diburu Aspar Team, Siap Tebus Penalti Kontrak Honda
Veda memilih tidak masuk pit lane
Hal paling mencolok dari penampilan Veda adalah strateginya selama FP1. Ketika pembalap lain masuk pit lane untuk mengganti ban baru, Veda tetap berada di lintasan.
Veda disebut menjalani FP1 seperti simulasi balapan. Ia tidak masuk pit lane dan menggunakan ban yang sama sejak awal hingga lap ke-18.
Strategi tersebut membuat Veda sempat mencatat waktu tercepat. Ia terlibat persaingan dengan Fernandez ketika catatan waktunya berada di kisaran 1 menit 54 detik. Namun, seiring lintasan mengering dan pembalap lain menggunakan ban baru, posisi Veda mulai merosot.
Jol Kelso menjadi contoh paling jelas. Ia baru masuk lintasan ketika kondisi sirkuit mulai mengering dan hanya menjalani empat lap. Dengan ban yang masih memiliki kondisi optimal, Kelso mampu mencatat waktu 1 menit 46 detik pada lap terakhir dan mengambil posisi teratas.
Fernandez juga masuk pit lane pada lap kedelapan untuk mengganti ban. Setelah itu, ia kembali mencatat waktu kompetitif hingga mampu menempati posisi kedua dengan waktu 1 menit 46 detik.
Sementara itu, Veda terus menggunakan bannya. Pada lap ke-15, performanya mulai mengalami penurunan. Catatan waktunya berada di kisaran 1 menit 51 detik. Pada lap berikutnya, degradasi ban semakin terasa sehingga Veda tidak mampu memangkas waktunya sendiri.
Kondisi tersebut membuat pembalap lain yang menggunakan ban baru dapat melewati catatan waktu Veda. Posisi Veda akhirnya turun hingga peringkat ke-15.
Baca Juga: Moto3 San Marino 2026: Joel Kelso Tercepat, dan Feda Ega Pratama Posisi 12
Peluang Veda di balapan San Marino
Analisis tersebut menilai penurunan posisi Veda tidak bisa langsung dianggap sebagai kesalahan. Strategi FP1 justru digunakan untuk mengumpulkan data mengenai daya tahan ban jika digunakan dalam jarak panjang.
Veda menjalani hingga 18 lap tanpa mengganti ban. Data tersebut bisa menjadi bahan evaluasi untuk melihat bagaimana karakter ban mengalami degradasi sepanjang sesi.
Sebaliknya, pembalap seperti Hakim Danis hanya menjalani tujuh lap. Setelah sempat masuk pit lane karena kondisi ban yang dianggap tidak sesuai, Hakim menggunakan ban baru dan mampu mencatat waktu 1 menit 49 detik untuk menempati posisi kesembilan.
Brian Uriarte juga hanya menjalani sekitar 10 lap setelah terlambat memasuki lintasan. Dengan ban baru, pembalap Spanyol tersebut mampu mencatat waktu 1 menit 51,211 detik.
Dari hasil FP1, Veda dinilai masih memiliki peluang untuk bersaing di grup depan saat balapan. Karakter Sirkuit San Marino yang dianggap cocok dengan Honda menjadi salah satu modalnya.
Bahkan, Veda diprediksi mampu berada di lima besar jika kondisi balapan tidak basah. Peluang untuk bertarung di grup depan juga dinilai terbuka, terutama jika strategi ban dan kondisi lintasan bisa dimanfaatkan dengan lebih baik.
Dengan demikian, posisi ke-15 pada FP1 belum menggambarkan potensi sebenarnya dari Veda Pratama. Strategi panjang tanpa mengganti ban membuatnya kehilangan kecepatan pada bagian akhir sesi, tetapi sekaligus memberikan data penting untuk menghadapi sesi berikutnya dan balapan.
Baca Juga: Feda Ega Pratama Moto3 Aragon 2026 di Posisi 6, Kejar Podium dan Rookie
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest