Feda Ega Pratama P15 di FP1 Moto3 Misano, Tampil Konsisten di Trek Basah

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 15:26 WIB
Feda Ega Pratama finis P15 di FP1 Moto3 Misano 2026 dalam kondisi trek basah. Ia menyelesaikan 18 lap dan mencatat top speed 207,2 km/jam (Pinterest).
Feda Ega Pratama finis P15 di FP1 Moto3 Misano 2026 dalam kondisi trek basah. Ia menyelesaikan 18 lap dan mencatat top speed 207,2 km/jam (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Feda Ega Pratama finis di posisi ke-15 pada sesi Free Practice 1 (FP1) Moto3 San Marino 2026 dalam kondisi lintasan yang masih basah dan sulit diprediksi. Meski hanya berada di P15, pembalap Honda tersebut dinilai tampil konsisten karena mampu menyelesaikan 18 putaran tanpa sekalipun masuk pit untuk mengganti ban.

Sesi FP1 berlangsung dalam kondisi yang cukup tricky. Suhu udara tercatat 20 derajat Celsius, sedangkan temperatur lintasan hanya sekitar 19 derajat Celsius. Secara resmi trek dinyatakan kering, tetapi masih terdapat kelembapan dan genangan air di sejumlah bagian lintasan.

Situasi tersebut membuat grip tidak menentu. Para pembalap harus berhati-hati menentukan strategi karena kondisi trek perlahan berubah menjadi lebih kering menjelang akhir sesi.

Di tengah kondisi tersebut, Feda mampu membangun ritme secara bertahap. Pembalap asal Indonesia itu bahkan sempat berada di dua posisi teratas bersama Adrian Fernandez pada fase awal sesi.

Feda konsisten mencatatkan waktu di kisaran 1 menit 51 detik. Catatan tersebut menjadi gambaran kemampuannya beradaptasi dengan kondisi lintasan transisi sebelum sejumlah pembalap mengambil risiko menggunakan ban slick.

Baca Juga: Toyota Rush 2027 Diprediksi Rp330 Jutaan, Bawa Desain Baru hingga Opsi Hybrid

Feda Selesaikan 18 Lap Tanpa Masuk Pit

Hasil akhir memang menempatkan Feda di posisi ke-15 dengan waktu terbaik 1 menit 51,470 detik. Namun, angka tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan performanya sepanjang FP1.

Feda mencatat waktu terbaiknya pada lap ke-18 dari total 18 putaran yang dijalaninya. Ia tidak sekalipun masuk pit selama sesi berlangsung.

Strategi tersebut membuat Feda memiliki kesempatan mengumpulkan pengalaman dan data sebanyak mungkin di atas lintasan yang masih dalam kondisi campuran. Sementara beberapa pembalap memilih masuk pit dan mengganti ban slick ketika trek mulai mengering.

Feda sebenarnya sempat mencatat waktu sekitar 1 menit 50 detik pada detik-detik terakhir. Namun, catatan tersebut tidak ditentukan karena ia melintasi garis hijau.

Sebelum kondisi lintasan benar-benar mengering, catatan waktu 1 menit 51 detik milik Feda menunjukkan batas performa yang mampu dicapainya dalam kondisi grip yang belum ideal.

Pembalap Honda itu juga memperlihatkan gaya berkendara yang cukup hati-hati. Pada saat memasuki tikungan, Feda disebut berusaha menerapkan trail braking secara bertahap. Ia tidak menekan tuas rem terlalu dalam dan menyesuaikan pengereman dari entry corner menuju mid corner hingga keluar tikungan.

Baca Juga: Toyota Rush 2027 Diprediksi Makin Modern, Ini Bocoran Desain dan Fiturnya

Top Speed Feda Tembus 207,2 Km/jam

Selain catatan waktu, performa Feda juga terlihat dari data kecepatan maksimum. Pembalap Honda tersebut mencatat top speed 207,2 kilometer per jam.

Angka itu memang masih berada di bawah Adrian Fernandez yang menjadi salah satu pembalap dengan kecepatan tertinggi, yakni 211,7 km/jam. Namun, selisih tersebut dinilai tidak terlalu besar dalam kondisi lintasan transisi.

Catatan top speed itu menjadi modal tersendiri bagi Feda ketika memasuki sesi dengan trek yang benar-benar kering. Dari sisi tenaga mesin, Honda dinilai masih memiliki kemampuan untuk bersaing.

Sementara itu, Joel Kelso menjadi pembalap tercepat dalam FP1 setelah mencatat waktu 1 menit 46,030 detik. Leo Mastorfer berada di posisi kedua dengan 1 menit 46,566 detik, sedangkan Adrian Fernandez menempati posisi ketiga dengan 1 menit 47,143 detik.

Besarnya jarak waktu antara pembalap terdepan dan sebagian besar pembalap lainnya tidak terlepas dari strategi penggunaan ban. Pembalap yang berani memasang ban slick ketika lintasan mulai mengering mampu memangkas waktu secara drastis.

Menariknya, Maximo Quiles tidak mencatatkan waktu pada FP1. Ia memilih tidak turun dan menunggu kondisi lintasan yang lebih kering untuk menjalani sesi berikutnya.

Bagi Feda, FP1 menjadi kesempatan penting untuk mengumpulkan data sebelum menghadapi sesi practice resmi. Kondisi trek yang diperkirakan semakin kering akan membuat persaingan jauh berbeda.

Feda telah memiliki bekal berupa 18 lap pengalaman di Misano serta gambaran mengenai karakter motor dalam kondisi mixed track. Tantangan berikutnya adalah membuktikan kecepatannya ketika para pembalap mulai melakukan time attack dengan kondisi lintasan yang lebih ideal.

Baca Juga: Toyota Raize Generasi Berikutnya Diduga Bawa Wajah Baru hingga Opsi Hybrid

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Feda Ega Pratama Honda Team Asia Misano Moto3 San Marino 2026 FP1 Moto3