JAKARTA - Kehadiran Pajero Sport Hybrid dan Fortuner Hybrid mulai menjadi perbincangan di kalangan pecinta SUV ladder frame. Informasi yang beredar menyebut generasi mendatang dari kedua model tersebut berpotensi mengadopsi teknologi hybrid untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar sekaligus menjawab tantangan kebutuhan energi di masa depan.
Jika terealisasi, langkah tersebut akan menjadi perkembangan menarik bagi pasar SUV di Indonesia. Sebab, Pajero Sport dan Toyota Fortuner selama ini dikenal sebagai kendaraan berbasis ladder frame yang memiliki kemampuan tinggi di berbagai kondisi jalan, mulai dari penggunaan harian hingga medan offroad.
Mitsubishi Pajero Sport sendiri saat ini hadir dalam beberapa varian, mulai dari GLS 4x4 manual, Exceed manual, Exceed otomatis, Dakar 4x2, Dakar Ultimate 4x2, hingga Dakar Ultimate 4x4. Model ini menggunakan dua jenis mesin diesel, yakni 4D56 pada varian Exceed dan GLS serta mesin 4N15 untuk keluarga Dakar.
Baca Juga: Honda CR-V 2027 Unggulkan Hybrid 204 HP, Kabin Lega, tapi Ada Fitur yang Hilang?
Mesin 4N15 disebut mampu menghasilkan tenaga hingga 181 PS dengan torsi 430 Nm. Kombinasi tersebut dinilai cukup untuk menunjang performa kendaraan saat melintasi berbagai medan maupun digunakan untuk perjalanan jarak jauh.
Salah satu keunggulan Pajero Sport yang disorot dalam pembahasan ini adalah penggunaan transmisi otomatis delapan percepatan pada varian Dakar. Rasio gigi yang lebih rapat disebut membuat penyaluran tenaga terasa lebih responsif sekaligus membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar.
Di sisi lain, Toyota Fortuner memiliki pilihan mesin yang lebih beragam. SUV tersebut tersedia dalam varian diesel 2.500 cc, bensin 2.700 cc, dan diesel 2.800 cc. Mesin diesel 2.800 cc menjadi yang paling bertenaga dengan output yang disebut mencapai sekitar 200 PS dan torsi 500 Nm.
Baca Juga: Honda CR-V 2027 Tampil Lebih Mewah, Bawa Desain Baru dan Kabin Premium
Meski memiliki tenaga lebih besar, Fortuner disebut masih menggunakan transmisi otomatis lima percepatan. Perbedaan konfigurasi transmisi inilah yang menurut pembahasan tersebut membuat karakter berkendara kedua SUV menjadi berbeda.
Perhatian utama tertuju pada kemungkinan hadirnya teknologi diesel hybrid pada generasi terbaru Pajero Sport dan Fortuner. Kehadiran sistem elektrifikasi tersebut diyakini dapat meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar tanpa mengurangi karakter tangguh yang selama ini menjadi identitas kedua kendaraan.
Teknologi hybrid juga dinilai dapat menjadi solusi untuk menekan penggunaan bahan bakar pada SUV berukuran besar. Dengan kombinasi motor listrik dan mesin diesel, kendaraan berpotensi memiliki konsumsi energi yang lebih rendah dibanding model konvensional.
Baca Juga: Honda CR-V Terbaru Punya Fitur Praktis, dari Bagasi Hands-Free hingga AWD
Dalam pembahasan tersebut dijelaskan bahwa mesin diesel memiliki keunggulan berupa torsi besar pada putaran mesin rendah. Karakter ini memungkinkan kendaraan melaju dengan efisien tanpa harus bekerja pada putaran mesin tinggi.
Pajero Sport, khususnya varian Dakar dengan transmisi delapan percepatan, disebut sudah memiliki efisiensi bahan bakar yang baik. Kehadiran teknologi hybrid diperkirakan dapat semakin meningkatkan penghematan konsumsi bahan bakar.
Selain faktor efisiensi, sistem hybrid juga berpotensi mempertahankan performa kendaraan. Pada kecepatan rendah, motor listrik dapat membantu proses akselerasi, sedangkan mesin diesel tetap berperan saat kendaraan melaju pada kecepatan lebih tinggi atau membutuhkan tenaga tambahan.
Baca Juga: Honda CR-V 2027: Mesin Hybrid 204 HP hingga Harga Mulai Rp500 Jutaan
Jika benar diwujudkan, Pajero Sport Hybrid dan Fortuner Hybrid berpotensi menjadi pilihan baru bagi konsumen yang menginginkan SUV ladder frame dengan kemampuan offroad, performa tinggi, sekaligus efisiensi bahan bakar yang lebih baik.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari Mitsubishi maupun Toyota terkait spesifikasi dan jadwal peluncuran SUV hybrid tersebut. Informasi yang beredar masih sebatas pembahasan dan prediksi yang berkembang di kalangan pengamat otomotif.
source:Youtube/@A4 Automotive
Editor : Dinda Atha Putri Maharani