FIFA ASEAN Cup Disebut Lebih Menguntungkan, Bagaimana Nasib Piala AFF?

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 18:30 WIB
FIFA ASEAN Cup hadir sebagai turnamen baru ASEAN dalam kalender FIFA. Bobot poin lebih besar membuat masa depan Piala AFF dipertanyakan (Pinterest).
FIFA ASEAN Cup hadir sebagai turnamen baru ASEAN dalam kalender FIFA. Bobot poin lebih besar membuat masa depan Piala AFF dipertanyakan (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - FIFA ASEAN Cup menjadi turnamen baru yang disiapkan FIFA untuk sepak bola Asia Tenggara. Kompetisi ini dirancang untuk mempertemukan 11 negara anggota ASEAN dan masuk dalam kalender resmi FIFA. Kehadirannya pun memunculkan pertanyaan besar mengenai masa depan Piala AFF.

FIFA ASEAN Cup diperkenalkan setelah FIFA menandatangani nota kesepahaman atau MOU terkait pengembangan sepak bola Asia Tenggara. Dalam pernyataan yang disampaikan setelah penandatanganan tersebut, Gianni Infantino menyebut kompetisi baru itu diharapkan memberi dampak signifikan bagi sepak bola regional.

Turnamen ini juga ditujukan untuk meningkatkan citra sepak bola Asia Tenggara di level global. Selain itu, FIFA ASEAN Cup diharapkan menjadi panggung bagi pemain berbakat dari kawasan ASEAN agar mendapat perhatian klub-klub besar dunia.

Meski demikian, ketika turnamen tersebut pertama kali diperkenalkan, FIFA belum mengumumkan secara rinci format dan sistem kompetisinya. Detail mengenai penyelenggaraan masih perlu dibahas bersama Presiden AFF dan perwakilan federasi sepak bola negara-negara ASEAN.

Baca Juga: Honda ZR-V Tawarkan SUV Modern dengan Fitur Lengkap dan Interior Fleksibel

Masuk Kalender FIFA

Salah satu hal yang sudah dipastikan adalah FIFA ASEAN Cup masuk kalender resmi FIFA. Status tersebut menjadi pembeda penting dibandingkan Piala AFF.

Dengan masuk kalender FIFA, pertandingan dalam turnamen ini disebut memiliki bobot poin yang lebih besar terhadap ranking FIFA. Dalam transkrip disebutkan, setiap kemenangan berpotensi menghasilkan tambahan 25 poin. Angka tersebut disebut setara dengan poin yang diperoleh peserta Gold Cup CONCACAF.

Sementara itu, Piala AFF disebut hanya memberikan sekitar 5 poin untuk setiap kemenangan. Perbedaan bobot tersebut membuat FIFA ASEAN Cup dinilai lebih menarik bagi negara-negara ASEAN yang ingin meningkatkan posisi mereka dalam pemeringkatan FIFA.

Status tersebut juga diharapkan membuat negara peserta lebih leluasa menurunkan skuad terbaik. Indonesia, misalnya, berpeluang memanggil pemain abroad untuk memperkuat tim karena turnamen berada dalam kalender resmi FIFA.

Kondisi itu dianggap dapat menjadi keuntungan bagi skuad Garuda. Indonesia bisa memanfaatkan setiap pertandingan untuk mengumpulkan poin sekaligus menguji kekuatan dengan komposisi pemain terbaik.

Selain persoalan poin, FIFA ASEAN Cup diperkirakan memiliki standar penyelenggaraan yang lebih tinggi. Turnamen yang berada di bawah FIFA disebut berpotensi menggunakan perangkat pertandingan yang lebih profesional.

Teknologi VAR juga diperkirakan menjadi bagian dari penyelenggaraan. Dalam transkrip bahkan muncul kemungkinan FIFA menghadirkan wasit yang biasa bertugas pada pertandingan level internasional tinggi. Namun, nama wasit maupun penggunaan teknologi tersebut masih berupa kemungkinan, bukan kepastian penyelenggaraan.

Baca Juga: FIFA ASEAN Jadi Misi Timnas Indonesia, John Herdman Targetkan Juara

Nasib Piala AFF Dipertanyakan

Kemunculan FIFA ASEAN Cup membuat masa depan Piala AFF ikut menjadi sorotan. Sampai pembahasan dalam transkrip tersebut, FIFA dan AFF belum memberikan kepastian mengenai apakah Piala AFF akan tetap dipertahankan atau mengalami perubahan.

FIFA ASEAN Cup sendiri disebut berpotensi menggunakan model yang menyerupai FIFA Arab Cup. Dalam rilis FIFA yang dibahas pada transkrip, format turnamen disebut kemungkinan mengacu pada kompetisi tersebut.

FIFA Arab Cup sejak 2021 berada di bawah FIFA dan digelar setiap empat tahun sekali. Jika konsep serupa diterapkan, FIFA ASEAN Cup juga berpotensi menggunakan siklus empat tahunan.

Penjadwalannya pun diperkirakan mempertimbangkan kalender kompetisi besar lainnya. Turnamen bisa ditempatkan pada tahun yang tidak berbarengan dengan Piala Dunia maupun Piala Asia. Periode November hingga Desember juga disebut sebagai salah satu kemungkinan karena sudah lazim digunakan untuk turnamen sepak bola Asia Tenggara.

Bagi Indonesia, kehadiran FIFA ASEAN Cup membuka peluang untuk menjadikannya sebagai salah satu ajang penting dalam program tim nasional. Dengan status resmi FIFA dan potensi bobot poin yang lebih tinggi, setiap pertandingan bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki ranking.

Indonesia juga berpeluang tampil dengan kekuatan terbaik, termasuk memanggil pemain-pemain yang berkarier di luar negeri. Jika mampu meraih kemenangan secara konsisten, turnamen tersebut dapat menjadi momentum untuk mengejar gelar sekaligus memperkuat posisi Indonesia di sepak bola Asia Tenggara.

Namun, bentuk akhir FIFA ASEAN Cup, jadwal penyelenggaraan, serta masa depan Piala AFF masih menjadi bagian yang perlu ditunggu. Yang jelas, kehadiran turnamen baru ini telah membuka babak baru bagi persaingan sepak bola di kawasan ASEAN.

Baca Juga: FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi, Ini Format dan Keuntungan Besar untuk Indonesia

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
sepak bola ASEAN FIFA ASEAN Cup FIFA piala aff Timnas Indonesia