FIFA ASEAN Cup 2026 Jadi Ujian Skuad Terbaik Indonesia Menuju Piala Asia

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 18:36 WIB
FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi kesempatan John Herdman menguji skuad terbaik Indonesia menuju Piala Asia dengan dukungan pemain abroad (Pinterest).
FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi kesempatan John Herdman menguji skuad terbaik Indonesia menuju Piala Asia dengan dukungan pemain abroad (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - FIFA ASEAN Cup 2026 berpotensi menjadi momentum penting bagi Timnas Indonesia untuk mengukur kekuatan skuad terbaik sebelum menghadapi target besar Piala Asia. Turnamen ini berada dalam kalender FIFA sehingga peluang pemain abroad untuk bergabung dengan Garuda menjadi lebih terbuka.

Kondisi tersebut dinilai penting bagi John Herdman. Pelatih Timnas Indonesia membutuhkan gambaran mengenai kekuatan tim ketika seluruh pemain terbaik tersedia. FIFA ASEAN Cup dapat menjadi ajang untuk melihat sejauh mana komposisi ideal Garuda jika para pemain yang berkarier di luar negeri bisa dipanggil.

Selain pemain abroad yang sudah tersedia, muncul pula wacana dwi kewarganegaraan terbatas. Pemerintah Indonesia mendorong perubahan aturan tersebut agar talenta diaspora tertentu yang dibutuhkan negara memiliki peluang mempertahankan kewarganegaraan sebelumnya.

Presiden Prabowo Subianto pada 14 Agustus 2026 disebut mengusulkan perubahan aturan tersebut. Usulan itu rencananya dibawa ke DPR melalui perubahan Undang-Undang Kewarganegaraan.

Dalam pembahasan tersebut, Prabowo secara spesifik menyebut atlet dan pemain sepak bola profesional kelas dunia sebagai salah satu talenta diaspora yang dapat menjadi pertimbangan. Namun, proses perubahan aturan tersebut masih harus melalui tahapan yang berlaku.

Baca Juga: FIFA ASEAN Cup Disebut Lebih Menguntungkan, Bagaimana Nasib Piala AFF?

Tujuh Nama Diaspora yang Disebut Berpotensi

Wacana tersebut membuat sejumlah pemain keturunan ikut menjadi perhatian. Ada tujuh nama yang disebut berpotensi meningkatkan kualitas skuad Indonesia. Namun, belum ada kepastian bahwa mereka akan menjadi WNI atau memilih membela Garuda.

Nama pertama adalah Pascal Stroke. Bek kiri dengan tinggi sekitar 190 sentimeter itu disebut memperkuat Brighton. Musim sebelumnya, dia tampil 34 kali di Premier League bersama Leeds dan memiliki catatan 1.839 operan serta 2.011 line-breaking passes.

Berikutnya ada Jaden Osterw dari Venerbach. Pemain dengan tinggi 189 sentimeter tersebut dapat bermain sebagai bek tengah maupun bek kiri. Kecepatan, fisik, dan agresivitasnya dinilai cocok untuk sistem tiga bek, meski peluangnya bersama Belanda masih terbuka.

Jensen Shield juga masuk daftar. Bek setinggi 192 sentimeter itu merupakan produk akademi PSV dan pernah bermain di Sunderland serta Bundesliga bersama Wolfsburg. Dia disebut memiliki darah Maluku dari sang kakek.

Nama keempat adalah Tristan Goyer, pemain jebolan akademi Ajax yang dapat bermain sebagai bek kanan maupun bek tengah. Profil tersebut dinilai menarik karena Indonesia membutuhkan kedalaman di posisi bek kanan. Goyer juga disebut memiliki garis keturunan Maluku.

Kemudian ada Milion Manhof, winger Stoke City yang mengandalkan kaki kiri, kecepatan, dan permainan direct. Musim sebelumnya dia mencatat 45 penampilan, tujuh gol, dan tiga assist di Championship.

Laurin Ulrich menjadi nama keenam. Gelandang muda VfB Stuttgart tersebut musim lalu bermain untuk Mcdeberg di Bundesliga 2. Dia tampil 33 kali dan mencetak tiga gol. Kemampuan visi, kontrol bola, serta membaca permainan disebut menjadi kekuatannya. Ulrich juga memiliki hubungan keluarga dengan Indonesia.

Nama terakhir adalah Din Zen Burhen. Striker VVV Venlo tersebut disebut memiliki darah Indonesia dari keluarga ibunya yang berasal dari Depok. Musim sebelumnya dia mencetak 15 gol di kasta kedua dan disebut menunjukkan ketertarikan terhadap proyek Timnas Indonesia.

Baca Juga: FIFA ASEAN Cup Disebut Lebih Menguntungkan, Bagaimana Nasib Piala AFF?

FIFA ASEAN Cup Jadi Kesempatan Menguji Skuad Terbaik

Indonesia sendiri dipastikan menjadi salah satu tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026. Dalam pembagian awal, Garuda masuk Premier Division bersama Malaysia, Singapura, dan India.

Namun, India kemudian memilih mundur karena memprioritaskan pertandingan melawan Brasil pada periode yang sama. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa setiap negara dapat memiliki prioritas berbeda dalam agenda internasional.

Bagi Indonesia, FIFA ASEAN Cup memiliki konteks yang berbeda. Turnamen tersebut dapat dimanfaatkan sebagai uji kompetitif menuju Piala Asia karena berada dalam kalender FIFA.

Kalender internasional FIFA menetapkan jendela pada akhir September atau awal Oktober sebagai periode empat pertandingan mulai 2026. Kondisi tersebut membuat peluang Indonesia memanggil pemain abroad semakin terbuka.

Jika seluruh pemain terbaik benar-benar tersedia, Herdman dapat memperoleh gambaran lebih jelas mengenai kekuatan Garuda dengan komposisi ideal. Hal ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menguji kedalaman skuad sebelum memasuki target yang lebih besar.

Sementara itu, Vietnam memiliki motivasi berbeda. Mereka disebut lebih serius mempertahankan gelar ASEAN Cup 2026 karena berstatus juara bertahan. AFF menyebut Vietnam belum pernah berhasil mempertahankan gelar secara beruntun.

Indonesia pun memiliki kepentingannya sendiri. Setelah sebelumnya kesulitan membawa sejumlah pemain abroad pada kompetisi regional yang tidak masuk kalender FIFA, FIFA ASEAN Cup membuka peluang berbeda.

Meski demikian, seluruh proses masih berjalan. Wacana dwi kewarganegaraan terbatas belum menjadi aturan, sementara para pemain diaspora juga belum tentu memilih Indonesia.

Yang jelas, FIFA ASEAN Cup 2026 dapat menjadi salah satu momen penting bagi Herdman untuk melihat wajah terbaik Timnas Indonesia. Jika pemain-pemain terbaik berkumpul, turnamen ini akan memberikan gambaran lebih nyata tentang kekuatan Garuda menuju Piala Asia.

Baca Juga: Mitsubishi Pajero 2027 Diprediksi Lebih Modern, Harga Bisa Tembus Rp1,3 Miliar

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
FIFA ASEAN Cup 2026 Piala Asia pemain diaspora John Herdman Timnas Indonesia