Taktik John Herdman di Timnas Indonesia, 4-4-2 Berubah Jadi Tiga Bek

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 19:37 WIB
Taktik John Herdman mulai terlihat saat Timnas Indonesia menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis dengan pola 4-4-2 hybrid (Pinterest).
Taktik John Herdman mulai terlihat saat Timnas Indonesia menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis dengan pola 4-4-2 hybrid (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM- Taktik John Herdman mulai terlihat saat Timnas Indonesia mengalahkan Saint Kitts and Nevis dengan skor 4-0 pada FIFA Series bulan Maret. Dalam laga tersebut, Herdman menggunakan formasi dasar 4-4-2 yang berubah menjadi tiga bek ketika Indonesia membangun serangan.

Pertandingan melawan tim berperingkat 154 tersebut menjadi kesempatan untuk melihat pendekatan Herdman setelah menangani Timnas Indonesia. Selain memperlihatkan pola permainan, laga itu juga menjadi ajang rotasi pemain. Hampir seluruh pemain yang menjadi starter diganti pada babak kedua.

Di atas kertas, Herdman menempatkan Oli Romeni dan Ramadan Sananta sebagai dua penyerang. Jordi Ahmad dan Calvin Verdong berada di tengah, dengan Beckham Putra serta Kevin Dick mengisi sisi permainan.

Sementara di lini belakang, Rizky Ridho dimainkan sebagai bek kanan, Doni Tri berada di sisi kiri, sedangkan J Iza dan Elkan Baggot mengisi posisi bek tengah.

Baca Juga: Taktik John Herdman di Timnas Indonesia Diprediksi Mirip Era Shin Tae-yong

4-4-2 yang Berubah Menjadi Tiga Bek

Formasi 4-4-2 lebih terlihat ketika Timnas Indonesia bertahan. Saat membangun serangan, bentuk tersebut berubah secara dinamis.

Pada fase awal build up, Indonesia sempat membentuk struktur 1-4-1-1 untuk membantu mengurai pressing lawan. Namun, karena Saint Kitts and Nevis tidak terlalu sering melakukan tekanan tinggi, bentuk tersebut tidak banyak terlihat.

Struktur yang lebih sering muncul adalah 3-2-5 atau 3-4-3. Doni Tri bergerak lebih tinggi, sedangkan Rizky Ridho tidak diberi kebebasan menyerang seperti Doni. Pergerakan tersebut membuat Ridho berperan sebagai bagian dari tiga pemain belakang saat Indonesia menguasai bola.

Beckham Putra juga bergerak masuk ke area tengah untuk membuka ruang bagi Doni melakukan overlap. Di sisi lain, Kevin Dick tetap menjaga lebar permainan di sebelah kanan.

Saint Kitts and Nevis merespons dengan shape 5-3-2. Mereka menggunakan blok pressing untuk menutup jalur progresi Indonesia melalui tengah.

Herdman kemudian mencoba mengalirkan bola melalui sisi luar blok tersebut. Salah satunya dengan menempatkan bek tengah lebih melebar atau meminta pemain turun di samping blok pressing.

Pola itu juga membuat lini serang Indonesia lebih cair. Beckham Putra dan Oli Romeni mendapatkan kebebasan untuk bergerak atau turun ke area yang lebih dalam.

Baca Juga: Review Suzuki XL7 Facelift 2026: Varian, Harga Terbaru, dan Spesifikasi Lengkap

Oli Romeni Jadi Kunci Serangan

Romeni tidak hanya menunggu di posisi striker. Ia beberapa kali turun untuk membantu build up, bergerak ke sayap, hingga masuk ke area yang lebih dalam.

Pergerakan tersebut membuat bek lawan harus mengambil keputusan. Ketika Romeni turun, ruang di belakang lini pertahanan bisa terbuka untuk dimanfaatkan pemain lain.

Pola itu terlihat dalam proses gol pertama Indonesia. Romeni menerima bola setelah turun dari posisi awalnya. Ia kemudian berbalik badan dan memberikan umpan terobosan kepada Beckham yang bergerak mengekspos ruang di belakang garis pertahanan lawan.

Beckham mampu melewati hadangan pemain lawan sebelum mengecoh kiper dan mencetak gol untuk membawa Indonesia unggul 1-0.

Romeni juga beberapa kali berperan seperti pengatur serangan. Ia mampu melakukan switch play dan menghubungkan permainan dari satu sisi ke sisi lainnya.

Sementara saat bertahan, Indonesia kembali menggunakan 4-4-2 dengan jarak antarpemain yang rapat. Struktur tersebut bertujuan mempersempit ruang permainan lawan sekaligus memudahkan perebutan bola kedua.

Saint Kitts and Nevis yang banyak mengandalkan umpan panjang membuat jarak antarpemain menjadi penting. Indonesia dapat memenangkan second ball dan segera melanjutkan permainan.

Pada babak kedua, Herdman melakukan tujuh pergantian pemain. Meski komposisi pemain berubah, struktur bertahan tetap menggunakan 4-4-2.

Pendekatan defend and counter juga terlihat. Setelah merebut bola, Indonesia langsung berusaha melakukan serangan balik cepat dengan memanfaatkan ruang di belakang pertahanan lawan.

Selain melalui permainan terbuka, Indonesia juga mencetak gol dari situasi bola mati. Skema sepak pojok dilakukan dengan mengganggu area kiper melalui pergerakan Rizky Ridho dan J Iza. Bola kemudian diarahkan ke area yang dituju dan berujung pada gol setelah Oli Romeni memanfaatkan bola yang jatuh di dalam kotak penalti.

Secara keseluruhan, kemenangan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis memperlihatkan pendekatan hybrid Herdman. Formasi 4-4-2 menjadi struktur dasar ketika bertahan, tetapi dapat berubah menjadi tiga bek saat Indonesia menguasai bola. Pola tersebut membuat permainan Garuda lebih fleksibel dalam membangun serangan sekaligus menjaga struktur ketika kehilangan bola.

Baca Juga: Review Suzuki XL7 Facelift 2026: Varian, Harga Terbaru, dan Detail Perubahan Fitur

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Saint Kitts and Nevis Taktik John Herdman Formasi 4-4-2 John Herdman Timnas Indonesia