Taktik John Herdman di Timnas Indonesia: Tiga Bek, Wing Play, hingga High Press

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 19:44 WIB
Taktik John Herdman di Timnas Indonesia diprediksi memakai tiga bek, wing play, overload, dan pressing yang fleksibel (Pinterest).
Taktik John Herdman di Timnas Indonesia diprediksi memakai tiga bek, wing play, overload, dan pressing yang fleksibel (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Taktik John Herdman bersama Timnas Indonesia diperkirakan akan mengandalkan formasi tiga bek dengan variasi yang cukup fleksibel. Pelatih asal Inggris itu dikenal memiliki pola permainan yang mengutamakan sirkulasi bola cepat, permainan sayap, serta kemampuan mengubah pendekatan ketika menyerang maupun bertahan.

Herdman memiliki pengalaman panjang di level tim nasional. Kariernya sebagai pelatih kepala dimulai di Selandia Baru pada 2003 ketika menangani timnas putri. Ia kemudian membawa tim tersebut lolos ke Piala Dunia 2007 dan 2011 serta Olimpiade 2008.

Namanya semakin dikenal ketika menangani timnas putri Kanada. Herdman berhasil mengantarkan Kanada meraih dua medali perunggu Olimpiade. Pada 2018, ia dipercaya menangani timnas putra Kanada dan membawa mereka lolos ke putaran final Piala Dunia 2022 untuk pertama kalinya sejak 1986.

Setelah meninggalkan Kanada, Herdman melanjutkan karier di level klub bersama Toronto FC. Ia disebut berhasil meningkatkan performa tim dan membawa Toronto FC lolos ke piala domestik Kanada.

Baca Juga: Review Suzuki XL7 Facelift 2026: Harga, Fitur Baru, dan Rasanya

Tiga Bek Jadi Fondasi Permainan

Secara taktik, Herdman memiliki kemiripan dengan Shin Tae-yong. Keduanya dikenal memiliki karakter kuat dan mengandalkan sistem tiga bek.

Formasi yang digunakan Herdman cukup bervariasi, mulai dari 3-4-3 dengan double pivot, 3-4-2-1 dengan dua pemain di belakang striker, hingga 3-4-1-2 dengan dua penyerang.

Meski bentuknya berbeda, terdapat satu pola yang cukup konsisten, yakni penggunaan dua gelandang pivot di lini tengah. Struktur tersebut dinilai menguntungkan karena pemain Timnas Indonesia sudah cukup familiar dengan sistem tiga bek.

Dalam skema build up, tiga bek menjadi fondasi awal serangan dengan dua gelandang berada di depan mereka. Herdman kemudian dapat memodifikasi posisi pemain untuk menciptakan jalur progresi.

Salah satu variasinya adalah bek tengah kanan bergerak melebar ke sisi lapangan sehingga wingback dapat naik lebih tinggi. Alternatif lainnya, salah satu gelandang bertahan turun ke lini pertama di antara dua bek tengah.

Herdman juga bisa membangun serangan melalui sisi sayap maupun jalur tengah. Untuk progresi vertikal, ia kerap menggunakan invite press, yakni memainkan umpan pendek di area belakang untuk menarik pemain lawan naik sebelum mengirim bola secara vertikal ke tengah atau lini depan.

Baca Juga: Taktik John Herdman di Timnas Indonesia Diprediksi Mirip Era Shin Tae-yong

Wing Play dan Overload

Ketika memasuki fase menyerang, permainan sayap menjadi salah satu kekuatan utama sistem Herdman. Wingback memiliki peran penting karena memungkinkan tim memanfaatkan lebar lapangan.

Pola tersebut juga didukung konsep wide overload. Pemain akan menumpuk di sisi lapangan tempat bola berada untuk menciptakan keunggulan jumlah dan membuka peluang kombinasi umpan pendek.

Dalam beberapa situasi, Herdman menggunakan lima hingga enam pemain yang berdekatan di sisi bola. Jika lawan berhasil meredam overload tersebut, muncul variasi overload to isolate.

Caranya dengan tetap menumpuk pemain di sisi bola dan menyisakan satu pemain di sisi jauh. Ketika lawan ikut bergeser untuk menutup area padat tersebut, sisi seberang akan lebih terbuka. Bola kemudian dapat dipindahkan ke pemain yang berada di area tersebut.

Tim Herdman juga mengenal peran wide center back. Bek tengah terluar diberi kebebasan bergerak melebar atau vertikal untuk membantu serangan. Peran tersebut bukan sesuatu yang sepenuhnya baru bagi pemain Indonesia karena pola serupa disebut pernah digunakan Shin Tae-yong.

Beberapa pemain Indonesia yang disebut dapat menjalankan peran tersebut antara lain Justin Hubner, Sandy Walsh, Rizky Ridho, dan Kevin Diks.

Di fase bertahan, Herdman juga dikenal adaptif. Ia bisa menerapkan high press dengan pendekatan man-to-man marking, tetapi dapat beralih ke medium block ketika situasi membutuhkan pertahanan yang lebih pasif.

Dengan sistem tiga bek, timnya dapat membentuk lima pemain di lini belakang melalui shape 5-4-1 atau 5-3-2. Bek terluar bisa melakukan penjagaan terhadap pemain lawan dan keluar dari garis pertahanan untuk menutup ruang antarlini. Posisi tersebut kemudian mendapat perlindungan dari bek tengah.

Pendekatan Herdman menunjukkan bahwa formasi bukan sekadar susunan pemain di atas kertas. Struktur dapat berubah sesuai fase permainan dan situasi di lapangan.

Selain taktik, Herdman juga menaruh perhatian besar pada hubungan dengan pemain. Ia disebut percaya bahwa empati dapat membangun kepercayaan dan rasa aman antara pelatih dengan pemain.

Kemiripan karakter, gaya melatih, dan sistem permainan dengan era Shin Tae-yong dinilai dapat membantu pemain Timnas Indonesia beradaptasi. Tantangan Herdman kemudian akan terlihat ketika Indonesia menghadapi agenda FIFA Series dan Piala AFF.

Baca Juga: Taktik John Herdman di Timnas Indonesia, 4-4-2 Berubah Jadi Tiga Bek

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Taktik John Herdman Formasi Tiga Bek Wing Play John Herdman Timnas Indonesia