TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Sistem baru John Herdman di Timnas Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda menjelang Piala AFF. Pelatih asal Inggris itu sebelumnya menegaskan bahwa gaya bermain, formasi, dan pendekatan Garuda di turnamen tersebut akan berbeda dibandingkan penampilan pada FIFA Match Day.
Herdman menyampaikan hal tersebut setelah Timnas Indonesia menjalani pertandingan pada FIFA Match Day Juni. Saat itu, pelatih Vietnam Kim Sang-sik disebut hadir untuk memantau permainan skuad Garuda.
“Saya tidak yakin tim yang kami tampilkan sekarang akan sama dengan tim yang bermain di AFF nanti. Gaya bermainnya akan berbeda, formasinya berbeda, pendekatannya juga berbeda yang sudah kami persiapkan sejak Mei,” ujar Herdman dalam pernyataan yang dikutip dari transkrip.
Pernyataan tersebut menjadi petunjuk bahwa Herdman memang menyiapkan pendekatan berbeda untuk Piala AFF. Salah satu alasannya adalah komposisi pemain yang tersedia tidak akan sepenuhnya sama.
Baca Juga: Review Suzuki XL7 Facelift 2026: Varian, Harga Terbaru, dan Spesifikasi Lengkap
Komposisi Pemain Memengaruhi Taktik
Piala AFF tidak termasuk kalender FIFA. Kondisi tersebut membuat sejumlah pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri atau abroad tidak mendapatkan izin dari klub untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Situasi itu membuat Herdman harus menyesuaikan gagasan permainan dengan pemain yang tersedia. Untuk mematangkan sistem tersebut, Timnas Indonesia menjalani pemusatan latihan di Bali dan kemudian menghadapi Bali United dalam pertandingan tertutup.
Dalam laga yang berlangsung tanpa akses terbuka tersebut, Herdman menyebut mulai melihat tanda-tanda yang jelas dari identitas taktik timnya.
“Kami mulai melihat tanda-tanda yang jelas dari identitas taktik kami dan tim menunjukkan perkembangan yang baik hari ini,” kata Herdman.
Namun, karena pertandingan melawan Bali United berlangsung tertutup, bentuk formasi dan detail pendekatan yang diterapkan Herdman belum dapat diketahui secara menyeluruh.
Gambaran mengenai fleksibilitas Herdman sebenarnya sudah terlihat pada laga-laga sebelumnya. Dalam debutnya bersama Timnas Indonesia, ia menggunakan empat bek di atas kertas. Namun, ketika Indonesia menyerang, struktur tersebut dapat berubah menjadi tiga pemain di belakang.
Fullback kiri Doni, misalnya, dapat bergerak lebih tinggi hingga berperan seperti winger. Hal ini menunjukkan bahwa Herdman tidak terpaku pada angka formasi ketika tim sudah berada di lapangan.
Baca Juga: Taktik John Herdman di Timnas Indonesia, 4-4-2 Berubah Jadi Tiga Bek
Permainan Vertikal Diprediksi Tetap Dipertahankan
Karakter permainan Herdman juga diperkirakan tidak sepenuhnya berubah meski menghadapi keterbatasan pemain. Salah satu identitas yang disebut masih mungkin dipertahankan adalah permainan vertikal.
Alih-alih terlalu lama mengalirkan bola secara horizontal di area sendiri, Timnas Indonesia diperkirakan akan langsung mengirim bola ke depan ketika ruang tersedia.
Selain itu, kombinasi pemain ketiga dari sektor sayap juga menjadi salah satu pola yang terlihat. Pergerakan Rizky Ridho hingga masuk ke area kotak penalti lawan disebut menjadi contoh bagaimana Herdman berusaha mengganggu struktur pertahanan lawan.
Jika Ridho kembali tersedia untuk Piala AFF, pola tersebut dinilai berpotensi tetap digunakan meski mungkin dengan penyesuaian.
Herdman juga disebut mengandalkan diagonal run untuk memanfaatkan ruang. Pemain yang berbeda nantinya akan memiliki cara berbeda dalam menerjemahkan pola tersebut di lapangan.
Tantangan lainnya adalah karakter sepak bola Asia Tenggara yang dinilai memiliki aspek fisik cukup kuat. Vietnam, Filipina, dan Thailand disebut kerap memanfaatkan bola-bola panjang serta duel udara dalam permainan mereka.
Karena itu, pemain dengan postur tinggi bisa memiliki peran penting. Timnas Indonesia disebut memiliki pemain yang dapat dimanfaatkan untuk menghadapi situasi tersebut.
Vietnam menjadi salah satu lawan yang mendapat perhatian Herdman. Ia menilai Vietnam memiliki kekuatan karena melakukan persiapan lebih cepat. Namun, persiapan lebih panjang juga dinilai memiliki konsekuensi karena pemain dapat lebih cepat mengalami kelelahan.
Sementara itu, kemenangan Timnas Indonesia atas Bali United dalam pertandingan tertutup menjadi sinyal positif. Bali United disebut menurunkan beberapa pemain asing, tetapi Indonesia tetap mampu bersaing.
Dengan komposisi pemain yang berbeda dari FIFA Match Day, Herdman kini dituntut menemukan formula yang tepat. Sistem baru yang disiapkannya memang belum terlihat secara utuh, tetapi pernyataannya tentang perubahan gaya bermain, formasi, dan pendekatan menunjukkan adanya penyesuaian menuju Piala AFF.
Pada akhirnya, identitas dasar Herdman seperti permainan vertikal, kombinasi pemain ketiga, dan pergerakan diagonal diperkirakan tetap menjadi bagian dari Timnas Indonesia. Perbedaannya terletak pada pemain yang menjalankan setiap instruksi dan bagaimana mereka menerjemahkannya di lapangan.
Baca Juga: Taktik John Herdman di Timnas Indonesia: Tiga Bek, Wing Play, hingga High Press
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest