Feda Ega Pratama Gagal Cetak Poin di Misano, Ini Masalah yang Disorot

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 17:50 WIB
Feda Ega Pratama finis ke-18 di GP Misano dan gagal mencetak poin. Masalah setup Honda NSF 250 RW menjadi sorotan (Pinterest).
Feda Ega Pratama finis ke-18 di GP Misano dan gagal mencetak poin. Masalah setup Honda NSF 250 RW menjadi sorotan (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Feda Ega Pratama kembali gagal meraih poin setelah finis di posisi ke-18 pada GP Misano. Hasil tersebut menjadi finis tanpa poin dalam dua seri beruntun sejak Aragon, sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai performa pembalap Honda Team Asia tersebut.

Meski hasil akhir terlihat mengecewakan, transkrip menyoroti persoalan teknis yang diduga menjadi salah satu faktor utama. Feda disebut kesulitan menemukan feeling pada roda depan ketika kondisi bahan bakar masih penuh. Situasi tersebut membuat ritmenya tertinggal dari rombongan terdepan sejak awal balapan.

GP Misano sendiri disebut memiliki karakter lintasan yang sangat teknikal. Sirkuit sepanjang 4,226 kilometer tersebut memiliki kombinasi zona stop and go pada bagian awal dan sektor ketiga yang mengalir dengan kecepatan tinggi.

Dalam kondisi lintasan kering dengan suhu aspal 29 derajat Celsius, KTM disebut tampil dominan. Enam posisi teratas dikuasai pembalap KTM, sementara Maximo Killes menjadi pemenang dengan catatan waktu 33 menit 42,713 detik.

David Almansa finis di posisi kedua dengan selisih hanya 0,021 detik. Brian Uriarte melengkapi posisi tiga besar.

Di sisi lain, Feda menyelesaikan balapan di posisi ke-18 dengan selisih 26,391 detik dari Killes. Perbedaan ritme dengan pembalap terdepan sudah terlihat sejak lap awal.

Baca Juga: Megawati Hangestri Meledak dengan 41 Poin, Jadi MVP Hyundai Hillstate

Feda Baru Menemukan Ritme di Akhir Balapan

Setelah lap pertama dengan catatan 1 menit 50,687 detik, Feda disebut kemudian berada di kisaran 1 menit 42 detik hingga 1 menit 41,8 detik. Sementara itu, pembalap di barisan depan sudah mampu mempertahankan ritme di kisaran 1 menit 40 detik.

Pada lap kedelapan, catatan waktu Feda kembali turun ke 1 menit 42,5 detik dan kemudian mencapai 1 menit 42,687 detik pada lap ke-14.

Kondisi tersebut disebut berkaitan dengan karakter Honda NSF 250 RW yang dikendarainya. Motor Feda dinilai kesulitan di zona stop and go dan tidak mampu menjaga corner speed dengan optimal pada sektor ketiga.

Namun, performa Feda justru membaik ketika balapan memasuki fase akhir.

Pada lap ke-15, Feda mencatat 1 menit 41,798 detik. Catatannya kemudian menjadi 1 menit 41,516 detik pada lap ke-16 dan 1 menit 41,537 detik pada lap ke-17.

Ia kembali mencatat 1 menit 41,543 detik pada lap ke-18 dan 1 menit 41,45 detik pada lap ke-19. Kecepatan tertinggi Feda sepanjang balapan juga mencapai 213,4 kilometer per jam.

Perbaikan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam analisis performanya di Misano. Feda justru mampu mencatat ritme lebih baik ketika balapan hampir berakhir dan beban bahan bakar berkurang.

Dalam transkrip, kondisi itu dikaitkan dengan kemungkinan masalah sinkronisasi setup motor ketika tangki masih penuh. Perubahan setup setelah sesi Q2 disebut membuat motor Feda bergerak ke arah yang lebih positif, tetapi efeknya baru terasa lebih optimal ketika bahan bakar mulai berkurang.

Baca Juga: Vanja Bukilic Kembali ke Red Sparks, Duet dengan Megawati Kini Jadi Rival

Honda Dituntut Segera Evaluasi

Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, juga disebut menyoroti kesulitan tim untuk menyalip dan bergerak maju dari posisi tengah. Pernyataan tersebut dalam transkrip dipandang sebagai gambaran mengenai tantangan teknis yang dihadapi Honda NSF 250 RW.

Feda juga disebut memiliki kepercayaan diri ketika mengendarai motor di kondisi aspal lembap pada sesi sebelumnya. Namun, ketika lintasan berubah sepenuhnya kering, karakter motor disebut menghadapi tantangan berbeda.

Perbedaan kondisi tersebut membuat jendela kerja setup menjadi lebih sempit. Kalibrasi suspensi dan geometri motor kemudian menjadi bagian yang perlu diperhatikan Honda Team Asia.

Analisis dalam transkrip juga menyebut adanya gap hingga sekitar 1,2 detik per lap dibandingkan pembalap tercepat. Kondisi itu menunjukkan tantangan besar yang harus diatasi jika Feda ingin kembali bersaing di barisan depan.

Seri berikutnya di Red Bull Ring Austria menjadi kesempatan selanjutnya bagi Feda dan Honda Team Asia. Sirkuit tersebut disebut sebagai power track yang disukai Feda.

Kini perhatian tertuju pada kemampuan tim menerapkan setup yang lebih efektif sejak awal balapan. Performa Feda di akhir GP Misano menunjukkan adanya peningkatan ritme, tetapi perbaikan tersebut datang ketika jarak dengan pembalap terdepan sudah terlalu jauh untuk mengejar posisi dan poin.

Baca Juga: Feda Ega Pratama Disorot, Rumor Sabotase Motor Honda Team Asia Mencuat

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
moto3 Feda Ega Pratama Honda Team Asia Honda NSF 250 RW GP Misano