Feda Ega Pratama Finis P18 di GP Misano, Sorotan Tertuju pada Performa Honda Team Asia

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 18:50 WIB
Veda Ega Pratama finis P18 di San Marino setelah start P16. Usai balapan, ia disebut meluapkan frustrasi dengan melempar papan catatan (Pinterest).
Veda Ega Pratama finis P18 di San Marino setelah start P16. Usai balapan, ia disebut meluapkan frustrasi dengan melempar papan catatan (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Veda Ega Pratama disebut meluapkan frustrasi setelah menjalani akhir pekan yang sulit di Sirkuit Misano, San Marino. Pembalap muda Indonesia itu dikisahkan melempar papan catatan teknis di area garasi tim setelah menyelesaikan balapan dari posisi ke-18.

Insiden tersebut menjadi sorotan karena terjadi setelah Veda menghadapi sejumlah persoalan sepanjang akhir pekan. Dalam transkrip, masalah utama disebut berkaitan dengan performa motor yang dinilai tidak mampu memberikan respons sesuai kebutuhan pembalap.

Sejak sesi latihan bebas, motor Veda disebut mengalami kendala ketika memasuki tikungan. Bagian depan motor diklaim tidak stabil saat digunakan untuk melakukan pengereman terlambat maupun ketika mencoba menutup ruang dari pembalap lain.

Kondisi tersebut membuat Veda harus bekerja lebih keras di lintasan. Gaya balapnya yang agresif, termasuk keberanian melakukan pengereman terlambat, disebut membutuhkan respons mekanis yang presisi.

Namun, motor yang digunakan Veda dalam balapan di Misano disebut tidak memberikan feedback yang dibutuhkan. Situasi itu kemudian berlanjut ke sesi kualifikasi.

Baca Juga: Feda Ega Pratama Jadi Sorotan Usai GP Misano, Ekspresinya Berubah Drasti

Veda Ega Pratama Start dari P16

Veda harus memulai balapan dari posisi ke-16 atau P16. Posisi tersebut membuat perjuangannya semakin berat di lintasan Misano yang digambarkan memiliki karakter cepat dan sempit.

Saat balapan dimulai, Veda disebut berusaha melakukan start dengan baik. Namun, persoalan kembali muncul ketika memasuki trek lurus.

Motor Veda disebut kesulitan bersaing dalam hal akselerasi. Kondisi tersebut membuatnya kehilangan kesempatan untuk memperbaiki posisi ketika berada di lintasan lurus.

Dalam transkrip juga disebutkan bahwa pembalap lain dapat memanfaatkan momentum slipstream untuk melewati Veda. Sementara itu, Veda harus mengandalkan kemampuan pengereman dan manuver di tikungan untuk mempertahankan posisinya.

Upaya tersebut belum cukup untuk mengangkat posisinya. Dari posisi start P16, Veda justru disebut turun hingga P18.

Veda akhirnya menyelesaikan balapan di posisi ke-18. Hasil tersebut menjadi bagian dari rangkaian akhir pekan yang dalam transkrip digambarkan penuh tekanan bagi pembalap asal Indonesia tersebut.

Baca Juga: Toyota Corolla 2027 Edisi Spesial 60 Tahun Resmi Meluncur, Masa Depan Generasi Baru Masih Misteri!

Luapan Emosi di Garasi

Momen yang kemudian menjadi perhatian terjadi setelah balapan. Setelah masuk ke area pit dan kembali menuju garasi, Veda disebut menunjukkan gestur frustrasi.

Dalam transkrip, pembalap tersebut kemudian mengambil sebuah papan catatan teknis milik tim dan melemparkannya. Kru mekanik yang berada di sekitar garasi disebut terkejut melihat reaksi tersebut.

Aksi itu digambarkan sebagai luapan emosi setelah Veda menjalani balapan dengan sejumlah persoalan pada motornya. Namun, berbagai penilaian mengenai penyebab dan makna tindakan tersebut dalam video merupakan analisis dari pembuat konten, bukan pernyataan langsung dari Veda.

Transkrip tidak memuat pernyataan langsung dari Veda mengenai alasan spesifik dirinya melempar papan catatan tersebut. Karena itu, penyebab pasti tindakan tersebut tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan materi video.

Yang jelas, hasil akhir di Misano menjadi catatan sulit bagi Veda. Ia memulai balapan dari P16 dan mengakhiri lomba di P18 setelah kesulitan mempertahankan posisi.

Video tersebut kemudian menyoroti pentingnya kesesuaian antara kemampuan pembalap dan performa motor. Veda disebut membutuhkan motor yang mampu memberikan respons sesuai gaya balapnya agar dapat bersaing lebih optimal.

Pada akhirnya, insiden di garasi menjadi bagian paling mencolok dari akhir pekan Veda Ega Pratama di San Marino. Setelah gagal memperbaiki posisi dan finis P18, luapan frustrasi pembalap muda Indonesia itu menjadi sorotan tersendiri.

Baca Juga: Panduan Membeli Toyota Corolla Hybrid 2027: Varian LE Paling Worthed, Jangan Terkecoh Tipe Mahal!

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
moto3 Veda Ega Pratama Misano San Marino balap motor