Fadillah Ega Pratama Dikabarkan Dapat Tawaran Rp28 Miliar dari Tim Eropa

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 15:53 WIB
Fadillah Ega Pratama disebut mendapat tawaran Rp28 miliar dari tim Eropa untuk musim 2027 dan dikaitkan dengan bursa transfer Intact GP.(pinterest)
Fadillah Ega Pratama disebut mendapat tawaran Rp28 miliar dari tim Eropa untuk musim 2027 dan dikaitkan dengan bursa transfer Intact GP.(pinterest)

JAKARTA - Fadillah Ega Pratama disebut mendapat tawaran kontrak senilai Rp28 miliar dari tim Eropa, Liqui Moly Dynavolt Intact GP, untuk musim 2027. Tawaran tersebut dalam transkrip disebut sebagai bagian dari manuver tim asal Eropa untuk mendapatkan pembalap muda Indonesia yang saat ini berada dalam naungan Honda.

Nama Fadillah Ega Pratama menjadi sorotan dalam bursa transfer pembalap menuju musim 2027. Dalam video tersebut, tawaran dari Intact GP disebut sudah berupa kontrak resmi. Langkah itu dikaitkan dengan kebutuhan tim mencari pembalap setelah kepergian David Almansa.

Transkrip menyebut manajer tim Peter Öttl turun langsung untuk mengamankan tanda tangan Fadillah. Öttl digambarkan sebagai sosok yang memperhatikan bukan hanya hasil balapan, tetapi juga data telemetri dan gaya berkendara pembalap.

Perhatian tersebut kemudian diarahkan kepada Fadillah Ega Pratama. Gaya balap agresif pembalap muda Indonesia itu disebut menjadi salah satu alasan dirinya menarik perhatian tim Eropa.

Salah satu aspek yang dibahas adalah kemampuan Fadillah ketika melakukan pengereman. Dalam transkrip, gaya balapnya digambarkan agresif tetapi tetap terukur. Ia disebut mampu mengerem terlambat, mempertahankan kendali motor, kemudian membawa tunggangannya masuk ke apex tikungan.

Kemampuan bertarung dalam situasi rapat juga menjadi bagian yang disorot. Fadillah disebut berani memanfaatkan celah kecil ketika berhadapan dengan pembalap lain. Karakter tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan tim yang membutuhkan pembalap muda untuk menghadapi persaingan ketat di kelas balap motor.

Dikaitkan dengan Kepergian David Almansa

Tawaran terhadap Fadillah dalam transkrip juga dikaitkan dengan perubahan komposisi pembalap Intact GP. David Almansa disebut meninggalkan tim tersebut setelah mendapat tawaran dari KTM.

Baca Juga: Pasar Jadi Tantangan Perkembangan UMKM Ekraf

Kepergian Almansa membuat Intact GP membutuhkan pembalap baru. Dalam narasi video, Fadillah kemudian disebut sebagai salah satu kandidat yang dipertimbangkan untuk mengisi posisi tersebut.

Nilai kontrak yang disebut mencapai Rp28 miliar juga menjadi bagian penting dari kabar ini. Namun, transkrip tidak merinci komponen kontrak secara resmi. Narasi video menyebut angka tersebut sebagai gambaran besarnya kepercayaan tim Eropa terhadap potensi Fadillah.

Dalam pembahasan video, paket tersebut disebut dapat berkaitan dengan kebutuhan pembalap, mulai dari motor dengan spesifikasi tinggi, dukungan mekanik, fasilitas latihan di Eropa hingga tempat tinggal. Akan tetapi, rincian tersebut disampaikan dalam bentuk penjelasan narator dan bukan dokumen kontrak yang ditampilkan dalam transkrip.

Pilihan Karier Fadillah

Di sisi lain, Fadillah masih dikaitkan dengan Honda. Transkrip menyebut Astra Honda Racing Team dan Honda Racing Corporation sebagai pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.

Baca Juga: Kemampuan Literasi Siswa Tak Merata

Situasi tersebut membuat kabar tawaran Intact GP menjadi menarik karena Fadillah disebut menghadapi pilihan antara melanjutkan perjalanan bersama Honda atau mencoba tantangan baru bersama tim Eropa.

Transkrip menempatkan keputusan tersebut sebagai persimpangan penting dalam karier pembalap muda Indonesia. Tawaran dari tim Eropa memberikan kemungkinan untuk berkompetisi dalam lingkungan balap yang berbeda, sementara Honda disebut memiliki peran dalam perjalanan Fadillah hingga mendapat perhatian di level internasional.

Meski demikian, belum ada keputusan akhir Fadillah yang disampaikan dalam transkrip. Kabar mengenai tawaran Rp28 miliar tersebut juga berasal dari narasi video, sehingga detail resmi mengenai kontrak, durasi kerja sama, maupun kepastian kepindahan belum dijelaskan.

Yang jelas, nama Fadillah Ega Pratama kini ditempatkan dalam pembahasan bursa transfer menuju musim 2027. Jika tawaran tersebut benar-benar terealisasi, langkah berikutnya akan menjadi bagian penting dari perjalanan karier pembalap muda Indonesia di level balap internasional.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Fadillah Ega Pratama Intact GP balap motor honda motogp