Veda Ega Pratama Kuasai FP1 Moto3 Austria, Cetak Rekor Lap di Red Bull Ring

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 16:07 WIB
Veda Ega Pratama menjadi yang tercepat di FP1 Moto3 Austria dengan waktu 1 menit 34,436 detik sekaligus mencetak rekor lap baru.(pinterest)
Veda Ega Pratama menjadi yang tercepat di FP1 Moto3 Austria dengan waktu 1 menit 34,436 detik sekaligus mencetak rekor lap baru.(pinterest)

JAKARTA - Veda Ega Pratama langsung menunjukkan kebangkitan di Moto3 setelah mencatatkan waktu tercepat pada sesi Free Practice 1 (FP1) di Red Bull Ring, Spielberg, Austria. Pembalap muda Indonesia itu membukukan waktu 1 menit 34,436 detik dan disebut memecahkan rekor lap Moto3 di sirkuit tersebut.

Hasil ini menjadi sorotan setelah Veda disebut mengalami dua seri sebelumnya yang kurang memuaskan. Dalam transkrip, performanya pada dua balapan terakhir digambarkan belum maksimal dan membuatnya kesulitan menembus persaingan di barisan depan.

Namun, situasi berbeda terlihat ketika Veda menjalani FP1 di Austria. Sejak sesi dimulai, ia disebut langsung mencari feeling terbaik terhadap motor, terutama dalam pengereman dan melewati tikungan.

Red Bull Ring sendiri digambarkan sebagai sirkuit dengan karakter stop and go. Lintasan memiliki sejumlah trek lurus panjang yang diikuti zona pengereman keras. Kondisi tersebut menuntut pembalap mampu mengatur pengereman dan akselerasi dengan tepat.

Veda kemudian mampu menemukan ritme yang membuat catatan waktunya terus membaik. Dalam transkrip, gerakannya di atas motor disebut terlihat semakin menyatu dengan karakter lintasan.

Puncaknya terjadi ketika Veda menjalani flying lap tanpa terganggu lalu lintas pembalap lain. Ia mencatat waktu 1 menit 34,436 detik dan menempatkan dirinya di posisi pertama FP1 Moto3.

Catatan tersebut menjadi bagian paling mencolok dari penampilannya. Veda bukan hanya berada di puncak daftar waktu latihan bebas, tetapi juga disebut mencatat rekor lap baru untuk kelas Moto3 di Red Bull Ring.

Pangkas Rekor Sebelumnya

Dalam video, rekor sebelumnya disebut dimiliki pembalap Jepang Tayo Furusato dengan catatan waktu 1 menit 40,048 detik.

Veda kemudian mencatat waktu 1 menit 34,436 detik. Selisih catatan tersebut mencapai 5,612 detik. Dalam konteks yang disampaikan video, pencapaian itu disebut sebagai pemangkasan besar terhadap rekor sebelumnya.

Narator mengaitkan perbedaan waktu tersebut dengan beberapa faktor. Evolusi motor Moto3, kondisi lintasan dan

kemampuan Veda dalam memanfaatkan setiap bagian trek disebut dapat berpengaruh terhadap catatan waktu.

Meski demikian, hasil FP1 belum menjadi penentu hasil akhir akhir pekan balap. Sesi tersebut baru menjadi langkah awal sebelum rangkaian latihan berikutnya dan kualifikasi.

Veda juga masih harus mempertahankan konsistensi waktunya. Dalam transkrip, target berikutnya adalah menjaga posisi dalam kombinasi catatan waktu agar memiliki peluang mendapatkan posisi yang menguntungkan pada sesi kualifikasi.

Baca Juga: Brakthook Inovasi Oppo 2026: Rilis Smartphone Baterai Monster 7.000 mAh dan Ketahanan Air IP69

Kondisi Red Bull Ring membuat posisi di grid dinilai penting. Karakter stop and go dengan pengereman keras dan persaingan rapat di kelas Moto3 membuat posisi start menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam pembahasan.

Veda Belum Boleh Terlena

Hasil FP1 di Austria memberikan sinyal positif setelah dua seri sebelumnya yang disebut kurang memuaskan. Catatan 1 menit 34,436 detik menunjukkan Veda mampu menemukan kecepatan sejak awal rangkaian akhir pekan.

Namun, transkrip juga mengingatkan bahwa perjalanan masih panjang. FP1 berlangsung pada hari Jumat, sementara kualifikasi dan balapan masih menunggu.

Para pembalap lain disebut akan memiliki kesempatan mempelajari data yang didapat pada sesi awal. Perubahan cuaca dan kondisi lintasan juga dapat memengaruhi performa pada sesi berikutnya.

Karena itu, konsistensi menjadi pekerjaan berikutnya bagi Veda. Ia perlu menjaga ritme yang sudah ditemukan agar performanya tidak berhenti pada satu sesi latihan saja.

Hasil FP1 tetap menjadi modal penting bagi Veda untuk menghadapi sesi berikutnya. Posisi pertama sekaligus catatan rekor membuat perhatian tertuju kepada pembalap Indonesia tersebut menjelang kelanjutan agenda Moto3 di Red Bull Ring.

Bagi Veda, tantangan selanjutnya adalah membuktikan bahwa kecepatan tersebut dapat dipertahankan ketika persaingan memasuki sesi yang lebih menentukan. FP1 sudah memberikan hasil besar, tetapi kualifikasi dan balapan akan menjadi ujian berikutnya.

Editor : Maylanni Diana Fitri
moto3 Veda Ega Pratama Red Bull Ring Austria Tayo Furusato