Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty di Moto3 Austria, Penggemar Pertanyakan Keputusannya

Anggi Septian A.P. • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 19:30 WIB
Veda Ega Pratama mendapat long lap penalty setelah insiden dengan David Munoz di Moto3 Austria. Apa dasar keputusan tersebut?
Veda Ega Pratama mendapat long lap penalty setelah insiden dengan David Munoz di Moto3 Austria. Apa dasar keputusan tersebut?

JAKARTA - Veda Ega Pratama harus menerima long lap penalty (LLP) dalam race utama Moto3 Austria 2026 setelah terlibat insiden dengan David Munoz. Keputusan tersebut langsung mengubah jalannya balapan Veda yang sebelumnya tampil impresif dari posisi ke-19 hingga berhasil menembus posisi keempat.

Insiden terjadi pada lap ke-16. Dalam tayangan dan pembahasan yang beredar, Veda disebut terlibat insiden dengan Munoz hingga rider tersebut keluar lintasan dan menabrak pagar pembatas.

Setelah kejadian tersebut, insiden masuk dalam investigasi. Veda kemudian mendapatkan long lap penalty.

Keputusan itu menjadi titik balik balapan. Sebelum LLP, Veda berada di posisi keempat setelah melakukan comeback dari posisi start ke-19.

Hukuman tersebut membuat Veda harus menjalani long lap dan kehilangan banyak posisi. Ia kemudian kembali ke lintasan di posisi ke-13 dan mempertahankan posisi tersebut hingga finis.

Kenapa Veda Mendapat LLP?

Pertanyaan mengenai alasan Veda mendapat long lap penalty menjadi sorotan karena transkrip yang tersedia belum memuat penjelasan resmi steward secara detail mengenai pelanggaran yang dikenakan kepada Veda.

Yang diketahui dari jalannya balapan, Veda terlibat insiden dengan David Munoz pada lap ke-16. Munoz keluar lintasan dan menabrak pagar pembatas. Setelah investigasi, keputusan LLP kemudian diberikan kepada Veda.

Namun, tanpa pernyataan resmi mengenai dasar pelanggaran, tidak tepat jika langsung menyimpulkan bahwa keputusan tersebut keliru ataupun sebaliknya.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apa pertimbangan steward dalam menetapkan Veda sebagai pihak yang harus menjalani LLP.

Apalagi keputusan tersebut terjadi ketika Veda sedang menjalani comeback luar biasa. Memulai balapan dari posisi ke-19, rider Honda Team Asia itu perlahan memperbaiki posisinya.

Hingga lap ke-10, Veda sudah berada di posisi kelima. Tiga lap berselang, ia berhasil naik ke posisi keempat.

Artinya, sebelum insiden terjadi, Veda telah memangkas 15 posisi dari tempat startnya.

Dari P19, Naik P4, Berakhir P13

Perjuangan Veda di Austria memang tidak dimulai dengan kondisi ideal. Pada sesi kualifikasi, ia mengalami masalah pada motor dan harus masuk pit untuk perbaikan.

Kondisi tersebut membuat waktu Veda terbuang. Ia akhirnya gagal menembus Q2 dan harus memulai race dari posisi ke-19.

Namun, hasil kualifikasi tersebut tidak terlihat dalam penampilannya pada awal race. Veda langsung menyerang sejak lap pertama dan terus melakukan overtake.

Dari P19, ia naik ke P5 pada lap ke-10. Kemudian pada lap ke-13, Veda sudah berada di posisi keempat.

Momentum tersebut akhirnya terhenti setelah insiden dengan Munoz dan keputusan LLP.

Veda pun finis di posisi ke-13.

Hasil tersebut tentu berbeda jauh dengan posisi yang sempat dicapai sebelum hukuman. Namun, berdasarkan transkrip yang tersedia, alasan detail di balik keputusan LLP belum dijelaskan secara resmi.

Karena itu, yang paling penting adalah menunggu penjelasan dari pihak steward atau otoritas balapan mengenai dasar keputusan tersebut.

Bagi Veda, hasil Austria tetap menjadi bagian dari perjalanan musim 2026. Ia kini berada di posisi kedelapan klasemen sementara dengan 100 poin berdasarkan data dalam transkrip.

Seri berikutnya adalah Grand Prix Jepang di Twin Ring Motegi pada 3-4 Oktober 2026.

Dari P19 ke P4 lalu kembali ke P13, balapan Veda di Austria meninggalkan satu pertanyaan yang masih membutuhkan penjelasan: apa pertimbangan lengkap di balik long lap penalty yang diterimanya?

Editor : Anggi Septian A.P.
Veda Ega Pratama Moto3 2026 Long Lap Penalty David Munoz Moto3 Austria 2026