JAKARTA - Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan setelah drama panas di Moto3 Austria 2026. Rider Indonesia itu mengawali balapan dari posisi ke-19, merangsek hingga P4, lalu harus menerima dua long lap penalty setelah terlibat duel dengan David Munoz. Momen tersebut kemudian memancing beragam reaksi dari penonton.
Veda memang menjalani balapan yang tidak biasa. Start dari barisan belakang tidak membuatnya bermain aman. Ia justru langsung menyerang sejak lap awal dan perlahan memperbaiki posisi.
Satu per satu pembalap di depannya dilewati. Veda terus menekan hingga akhirnya berhasil masuk ke rombongan yang memperebutkan posisi terdepan.
Puncaknya, Veda sukses menempati posisi keempat.
Dari P19 ke P4. Sebuah comeback yang membuat penonton Indonesia mulai berharap banyak.
Namun, cerita berubah ketika Veda kembali terlibat pertarungan dengan David Munoz.
Keduanya terlibat duel ketat dengan jarak yang sangat dekat. Veda kemudian melakukan manuver agresif ketika memasuki tikungan sempit. Setelah insiden tersebut, steward menjatuhkan dua long lap penalty kepada Veda.
Hukuman itu berdampak besar.
Veda harus menjalani jalur penalti dan kehilangan waktu serta posisi. Rider yang sebelumnya sudah ia lewati kembali mendekat. Pada akhirnya, Veda harus mengakhiri balapan di posisi ke-13.
Di sinilah komentar netizen mulai bermunculan.
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah posisi David Munoz dalam duel tersebut. Narasi yang berkembang di kalangan penonton mempertanyakan situasi ketika Munoz berada sangat dekat dengan Veda sebelum insiden.
“Padahal David Munoz yang nempel Veda,” menjadi salah satu sudut pandang yang muncul dalam perbincangan penonton.
Komentar tersebut menggambarkan rasa penasaran sebagian penggemar terhadap insiden yang berujung pada penalti Veda. Mereka mempertanyakan bagaimana kronologi duel tersebut hingga akhirnya Veda menjadi pembalap yang menerima hukuman.
Namun, perlu dicatat bahwa materi transkrip yang tersedia tidak memuat penjelasan lengkap dari steward mengenai dasar masing-masing long lap penalty. Karena itu, komentar netizen tidak bisa dijadikan bukti bahwa keputusan penalti tersebut keliru.
Yang jelas, dampaknya terhadap balapan Veda sangat besar.
Sebelum insiden, Veda sudah berhasil melakukan comeback dari P19 ke P4. Bahkan setelah sempat turun ke P7, ia kembali mengejar rombongan depan dan terus berusaha memperbaiki posisi.
Dua penalti kemudian membuat perjuangan tersebut kembali terpangkas.
Veda akhirnya finis P13. Hasil tersebut tentu jauh berbeda dengan posisi keempat yang sempat ia tempati.
Meski begitu, Veda sendiri tetap mengambil sisi positif dari balapan Austria. Dalam wawancara setelah balapan, ia mengatakan masih mengalami kesulitan dalam mengelola ban selama perlombaan.
Ia juga menilai hal penting adalah mampu menyelesaikan balapan dan mendapatkan beberapa poin. Veda menyebut akan mengambil pelajaran dari balapan tersebut dan memanfaatkan jeda tiga pekan untuk beristirahat serta berlatih.
Dengan demikian, drama Veda di Austria menyisakan dua cerita sekaligus.
Pertama, comeback luar biasa dari P19 menuju P4. Kedua, insiden dengan David Munoz yang berujung dua long lap penalty dan membuat Veda finis P13.
Bagi netizen, pertanyaan tentang duel tersebut masih menarik untuk dibicarakan. Apalagi posisi Munoz yang berada dekat dengan Veda sebelum insiden menjadi salah satu bagian yang ikut diperbincangkan.
Tetapi satu hal tetap harus dipisahkan: komentar penonton adalah reaksi terhadap kejadian, sedangkan keputusan penalti merupakan kewenangan steward.
Veda pun kini harus menatap seri berikutnya. Setelah menunjukkan fighting spirit luar biasa di Austria, ia memiliki kesempatan untuk kembali membuktikan kecepatannya tanpa harus mengulang drama panjang dari P19 menuju P4, lalu kembali terlempar akibat penalti.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.