Veda Ega Pratama Bangkit dari P21 ke P8 di FP1 Moto3 Austria

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 18:40 WIB
Veda Ega Pratama bangkit dari posisi ke-21 ke P8 dalam FP1 Moto3 Austria. Performa tersebut menjadi sorotan jelang kualifikasi dan race utama.(pinterest)
Veda Ega Pratama bangkit dari posisi ke-21 ke P8 dalam FP1 Moto3 Austria. Performa tersebut menjadi sorotan jelang kualifikasi dan race utama.(pinterest)

JAKARTA - Veda Ega Pratama mencatatkan kebangkitan impresif dalam sesi Free Practice 1 (FP1) Moto3 Austria di Red Bull Ring. Dalam narasi video, pembalap muda Indonesia itu sempat terlempar ke posisi ke-21 sebelum mengakhiri sesi dengan menempati posisi kedelapan.

Veda mengawali FP1 dengan berada di urutan ke-11. Namun, posisinya perlahan merosot hingga ke-17 setelah sesi berjalan sekitar 10 menit. Situasi semakin sulit ketika waktu tersisa 13 menit dan namanya disebut berada di posisi ke-21.

Kondisi tersebut membuat peluang Veda untuk masuk jajaran atas tampak semakin berat. Terlebih, rivalnya asal Malaysia, Hakim Danish, dalam narasi video sempat berada di posisi ketiga.

Namun, Veda justru mampu mengubah keadaan pada menit-menit terakhir. Ketika waktu sesi tersisa kurang dari tiga menit, pembalap Indonesia tersebut disebut melesat dan menyalip sejumlah pembalap hingga sempat menembus posisi keenam.

Pada akhirnya, Veda mengamankan posisi kedelapan di akhir FP1. Pergerakan tersebut menjadi salah satu sorotan utama yang diangkat dalam video karena Veda mampu memangkas posisi dari P21 menuju delapan besar dalam waktu singkat.

Narasi video mengaitkan kebangkitan tersebut dengan strategi Veda dan tim Honda Team Asia. Setelah hasil sulit di seri sebelumnya, Veda disebut tidak memaksakan diri pada awal sesi dan lebih memilih membangun feeling terhadap motor serta mencari setup yang tepat.

Veda juga dikisahkan memanfaatkan karakter Red Bull Ring yang memiliki sejumlah trek lurus panjang. Salah satu strategi yang disebut digunakan adalah memanfaatkan slipstream dari pembalap lain untuk mendapatkan keuntungan kecepatan.

Selain itu, kemampuan pengereman dan pengambilan waktu serangan pada menit-menit terakhir disebut menjadi bagian dari performanya di FP1. Hasil tersebut kemudian menjadi modal awal sebelum memasuki sesi kualifikasi dan race utama.

Sorotan dari Pedok

Performa Veda dalam narasi video turut dikaitkan dengan sejumlah komentar dari tokoh di dunia balap. Salah satunya adalah Valentino Rossi yang disebut memberikan apresiasi terhadap kemampuan Veda bangkit setelah sempat berada di posisi ke-21.

Baca Juga: Tagihan Bengkak Akibat KIS Mati Saat Berobat di RS Warga Masuk Desil 6

Rossi dalam narasi tersebut menilai Veda menunjukkan karakter pembalap yang mampu menghadapi tekanan. Pergerakannya dari posisi belakang hingga delapan besar disebut menjadi bukti kemampuan beradaptasi di lintasan.

Petinggi KTM juga dikisahkan memberikan perhatian terhadap performa Veda. Red Bull Ring disebut sebagai salah satu lintasan yang menguntungkan motor dengan karakter kuat di trek lurus. Namun, Veda disebut mampu mengimbangi situasi tersebut melalui strategi dan keberaniannya di lintasan.

Di sisi lain, Hakim Danish dalam narasi video justru memberikan pandangan berbeda. Ia disebut menilai hasil FP1 belum cukup untuk menggambarkan kecepatan sebenarnya karena sesi latihan digunakan tim untuk mencoba berbagai kombinasi setup dan ban.

Perbedaan komentar tersebut menambah bumbu persaingan menjelang sesi berikutnya di Austria. Veda masih harus menjalani rangkaian akhir pekan sebelum hasil sebenarnya ditentukan dalam race utama.

Dalam video, seri Austria juga digambarkan penting bagi Veda setelah sebelumnya mengalami hasil kurang memuaskan di Misano. Ia disebut finis di posisi ke-18 pada seri tersebut.

Kini, hasil FP1 di Red Bull Ring memberikan catatan berbeda. Dari sempat berada di P21, Veda mampu kembali masuk delapan besar. Performa tersebut setidaknya menunjukkan bahwa posisi awal yang kurang menguntungkan tidak langsung mengakhiri peluangnya untuk bersaing di barisan depan.

Setelah FP1, perhatian kemudian beralih ke sesi kualifikasi dan race Moto3 Austria. Veda bersama Honda Team Asia disebut akan berupaya mempertahankan momentum tersebut untuk mendapatkan hasil lebih baik pada balapan utama.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Veda Ega Pratama Moto3 2026 Honda Team Asia Red Bull Ring Moto3 Austria