JAKARTA - Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan setelah muncul kabar mengenai masa depannya di Moto3. Pembalap muda Indonesia itu disebut berada dalam radar tim papan atas Eropa untuk menghadapi musim 2027. Salah satu nama yang dikaitkan dalam rumor tersebut adalah Aspar Team.
Kabar mengenai Veda Ega Pratama muncul di tengah penampilan impresifnya pada musim debut Moto3 2026. Dalam transkrip video yang beredar, ketertarikan tim Eropa disebut bukan sekadar isu biasa. Bahkan, terdapat klaim mengenai komunikasi antara pihak tim besar Moto3 dengan pihak yang mengetahui perkembangan karier Veda.
Namun, kabar kepindahan tersebut belum menjadi pengumuman resmi. Rumor mengenai Veda menuju Aspar juga menjadi pembahasan, sementara masa depannya bersama Honda masih menjadi perhatian.
Performa Veda Jadi Sorotan
Veda memasuki Moto3 2026 dengan modal kuat setelah menjadi runner-up Red Bull Rookies Cup 2025. Adaptasinya di kelas dunia juga dinilai cepat.
Baca Juga: Oleng di Tikungan Baruharjo, Satu Orang Tewas
Pada seri Thailand, Veda mampu finis kelima sebelum kemudian mencatat podium pertamanya di Brasil. Hasil tersebut membuat namanya semakin diperhatikan sebagai salah satu pembalap rookie yang memiliki potensi besar.
Meski sempat mengalami balapan tanpa poin di Amerika Serikat, Veda tetap mampu bersaing di papan klasemen. Dalam transkrip disebutkan, pembalap asal Gunungkidul itu berada di posisi ketujuh klasemen sementara dengan koleksi 27 poin.
Kemampuan Veda beradaptasi dengan motor Honda NSF250RW menjadi salah satu faktor yang disebut menarik perhatian tim-tim Eropa. Gaya pengereman yang dalam serta kemampuannya menjaga kecepatan di tengah tikungan juga disebut menjadi keunggulan yang dimilikinya.
Aspar Disebut Jadi Salah Satu Tujuan
Nama Aspar kemudian muncul sebagai salah satu kandidat tujuan Veda. Tim tersebut dikenal memiliki struktur pembinaan di kelas Moto3 dan Moto2 serta pengalaman panjang di kejuaraan dunia.
Baca Juga: Cara Cek Bansos Lewat HP, Cukup Masukkan NIK KTP untuk Lihat Status Bantuan
Dalam narasi video, bergabung dengan Aspar disebut dapat memberikan lingkungan kompetitif bagi Veda untuk mengembangkan karier. Namun, sejauh ini kabar tersebut masih berupa rumor dan belum terdapat pengumuman resmi mengenai kontrak Veda dengan tim tersebut.
Jika benar mendapatkan tawaran dari tim Eropa, Veda akan menghadapi pilihan yang tidak sederhana. Honda memiliki peran besar dalam perjalanan kariernya hingga mampu mencapai panggung dunia.
Honda Team Asia juga dikenal sebagai salah satu jalur pembinaan pembalap Asia menuju level MotoGP. Pengalaman pembalap seperti Ai Ogura menjadi salah satu contoh keberhasilan sistem tersebut.
Bertahan bersama Honda berarti Veda tetap berada dalam sistem yang sudah dikenalnya. Sebaliknya, jika kesempatan bergabung dengan tim Eropa benar-benar datang, perpindahan tersebut bisa menjadi tantangan baru dalam perjalanan kariernya.
Masa Depan Veda untuk Moto3 2027
Selain faktor teknis, nama Veda juga memiliki daya tarik komersial. Indonesia mempunyai basis penggemar balap motor yang besar. Kondisi tersebut membuat kehadiran pembalap Indonesia di tim Eropa berpotensi menjadi perhatian sponsor dan penggemar.
Karena itu, rumor mengenai masa depan Veda untuk Moto3 2027 tidak hanya berkaitan dengan performa di lintasan. Negosiasi kontrak, dukungan tim, pengembangan motor, serta peluang menuju kelas yang lebih tinggi juga menjadi bagian penting yang harus dipertimbangkan.
Meski demikian, seluruh kabar mengenai kepindahan Veda ke Aspar masih perlu menunggu kepastian. Belum ada konfirmasi resmi yang memastikan pembalap Indonesia tersebut akan meninggalkan Honda untuk musim 2027.
Untuk saat ini, performa di lintasan tetap menjadi fokus utama. Hasil yang diraih sepanjang Moto3 2026 akan menjadi bagian penting dari perjalanan Veda sekaligus dapat menentukan seberapa besar peluangnya mendapatkan tawaran dari tim lain.
Jika rumor transfer tersebut benar-benar berkembang menjadi negosiasi resmi, keputusan Veda untuk musim 2027 akan menjadi salah satu momen penting dalam kariernya di kejuaraan dunia balap motor.
Editor : Maylanni Diana Fitri