JAKARTA - Masa depan Veda Ega Pratama mulai ramai diperbincangkan menjelang Moto3 2027. Pembalap muda Indonesia tersebut dikabarkan mendapat tawaran kontrak bernilai Rp28 miliar dari Liqui Moly Dynavolt Intact GP, tim Eropa yang disebut tengah mencari pembalap baru.
Kabar tersebut menjadi sorotan karena Veda masih berada dalam jalur pembinaan Honda. Tawaran dari tim Eropa, jika benar adanya, akan menempatkan Veda di persimpangan penting dalam perjalanan kariernya di ajang balap motor dunia.
Dalam transkrip video yang menjadi sumber informasi, manajer Intact GP Peter Ottl disebut turun langsung untuk memburu tanda tangan Veda. Namun, belum ada konfirmasi resmi mengenai nilai kontrak maupun kesepakatan Veda dengan tim tersebut.
Intact GP Disebut Membutuhkan Pembalap Baru
Rumor ketertarikan kepada Veda dikaitkan dengan perubahan komposisi pembalap Intact GP. Dalam transkrip disebutkan, David Almansa menjadi salah satu pembalap yang akan meninggalkan tim untuk bergabung dengan KTM.
Baca Juga: Cara Cek Penerima Bansos Lewat HP, Begini Langkah Mudahnya
Kepergian Almansa membuat Intact GP disebut membutuhkan sosok baru. Nama Veda kemudian muncul sebagai kandidat yang dinilai memiliki karakter sesuai dengan kebutuhan tim.
Peter Ottl digambarkan sebagai manajer yang tidak hanya memperhatikan posisi akhir pembalap dalam klasemen. Data telemetri, gaya pengereman, kecepatan saat memasuki tikungan, hingga kemampuan bertarung juga disebut menjadi pertimbangan.
Karakter balap Veda disebut menjadi salah satu alasan utama dirinya menarik perhatian. Gaya agresif saat melakukan pengereman dan keberanian mengambil celah dalam persaingan dianggap cocok dengan karakter balap yang dibutuhkan di Moto3.
Nilai Kontrak Capai Rp28 Miliar
Bagian paling mencolok dari rumor tersebut adalah nilai kontraknya. Veda disebut mendapat tawaran sebesar Rp28 miliar untuk musim 2027.
Baca Juga: Yamaha NMAX Turbo 2027 Dikabarkan Dapat Facelift, Bagian Depan Jadi Sasaran Utama
Dalam transkrip, angka tersebut digambarkan sebagai bentuk kepercayaan besar terhadap potensi pembalap Indonesia. Paket yang disebut tidak hanya berkaitan dengan bayaran, tetapi juga mencakup dukungan teknis, mekanik, fasilitas latihan di Eropa dan tempat tinggal.
Namun, rincian tersebut masih berasal dari narasi video. Belum terdapat keterangan resmi yang memastikan bahwa Veda memang menerima tawaran senilai Rp28 miliar dari Intact GP.
Karena itu, kabar tersebut perlu ditempatkan sebagai rumor sampai ada pernyataan dari Veda, manajemennya, Honda maupun pihak Intact GP.
Veda di Persimpangan Honda atau Tim Eropa
Jika tawaran tersebut benar-benar muncul, Veda akan menghadapi pilihan besar. Honda mempunyai peran penting dalam perjalanan kariernya. Melalui Astra Honda Racing Team dan Honda Racing Corporation, Veda mendapatkan jalur pembinaan hingga mampu mencapai kompetisi internasional.
Bertahan bersama Honda berarti melanjutkan proses yang sudah dibangun sejak awal karier. Sementara pindah ke tim Eropa dapat memberikan pengalaman berbeda dan membuka peluang untuk berkembang dalam lingkungan balap yang baru.
Bagi pembalap muda, keputusan tersebut tentu tidak hanya berkaitan dengan besarnya nilai kontrak. Dukungan teknis, kualitas motor, program pengembangan pembalap, kesempatan tampil di kelas lebih tinggi, serta kesinambungan karier juga menjadi faktor yang dapat diperhitungkan.
Rumor ini juga memperlihatkan meningkatnya perhatian terhadap pembalap Indonesia di ajang internasional. Veda menjadi salah satu nama yang terus mendapatkan sorotan berkat performanya di lintasan.
Menunggu Kepastian Musim 2027
Untuk saat ini, belum ada kepastian mengenai tim yang akan dibela Veda pada musim 2027. Tawaran Rp28 miliar dari Intact GP masih sebatas informasi yang disampaikan dalam transkrip video.
Keputusan akhir akan bergantung pada perkembangan negosiasi dan pernyataan resmi dari pihak-pihak terkait. Veda juga masih harus menyelesaikan agenda kompetisinya dan membuktikan konsistensi performa di lintasan.
Jika ketertarikan tersebut benar-benar berkembang menjadi kontrak, perpindahan Veda ke tim Eropa akan menjadi salah satu perkembangan penting dalam karier pembalap Indonesia. Namun, sampai pengumuman resmi muncul, publik masih harus menunggu kepastian mengenai masa depannya.
Editor : Maylanni Diana Fitri