BURIRAM - Veda Ega Pratama langsung mencuri perhatian pada debutnya di Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Pembalap Indonesia itu finis kelima dalam Moto3 Thailand di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, sementara pembalap berpengalaman David Muñoz harus puas berada di posisi ke-10.
Hasil tersebut menjadi salah satu catatan penting dari balapan pembuka musim 2026. Veda yang berstatus rookie mampu bersaing di kelompok depan sejak awal hingga akhir balapan. Sementara Muñoz, pembalap Liqui Moly Dynavolt Intact GP, kesulitan mempertahankan posisi di rombongan terdepan.
Menurut hasil resmi, David Almansa keluar sebagai pemenang Moto3 Thailand dengan waktu 32 menit 14,186 detik. Veda menyelesaikan balapan 9,687 detik di belakang Almansa. Muñoz berada di urutan ke-10 dengan selisih 11,657 detik dari pemenang. Dengan demikian, Veda finis sekitar 1,97 detik di depan Muñoz.
Debut Veda Langsung Kompetitif
Penampilan Veda Ega Pratama sebenarnya sudah terlihat menjanjikan sejak sesi kualifikasi. Pembalap Honda Team Asia tersebut mengamankan posisi start kelima dengan catatan waktu 1 menit 40,877 detik.
Baca Juga: Hutan Gunung Toyan Terbakar, Warga Tiga Desa Panik
Muñoz berada tepat di belakangnya pada posisi keenam. Hasil itu membuat keduanya memulai balapan dari baris kedua dan ketiga kelompok depan.
Saat balapan berlangsung, Veda tetap berada dalam persaingan untuk posisi teratas. Ia terlibat dalam pertarungan bersama sejumlah pembalap seperti Valentin Perrone, Álvaro Carpe dan Adrian Fernandez.
Pada akhirnya, Perrone merebut podium ketiga, sedangkan Carpe finis keempat dan Veda mengamankan posisi kelima. Hasil tersebut sekaligus menjadi finis tertinggi pembalap Indonesia di kelas Moto3 pada saat itu.
MotoGP juga mencatat performa Veda sebagai debut yang mengesankan. Ia disebut mampu langsung beradaptasi dengan Buriram meski berstatus pendatang baru di Kejuaraan Dunia Moto3.
Muñoz Akui Kesulitan
Di sisi lain, David Muñoz tidak mampu mengikuti kecepatan kelompok terdepan. Ia finis ke-10 setelah sempat memulai balapan dari posisi keenam.
Baca Juga: SPPG Karangan Wajib Benahi SOP Diberi Sanksi sejak Rabu
Dalam keterangan yang dikutip dari timnya, Muñoz mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Ia mengatakan tidak mampu berbuat banyak selama balapan, tetapi tetap memberikan apresiasi kepada tim atas kerja yang telah dilakukan.
Pernyataan tersebut menggambarkan kesulitan yang dialami Muñoz di seri pembuka. Namun, hasil satu balapan belum cukup untuk menyimpulkan adanya penurunan performa secara permanen atau persoalan internal di dalam tim.
Sebelum musim 2026 dimulai, Muñoz memang memiliki pengalaman lebih banyak di Moto3. Ia sudah tampil di kelas tersebut sejak 2022 dan mencatat tiga kemenangan pada musim sebelumnya bersama Liqui Moly Dynavolt Intact GP. Tim juga menyebut Muñoz masih membawa dampak dari kecelakaan yang dialaminya pada akhir musim 2025.
Sebaliknya, Veda datang ke Moto3 sebagai rookie setelah sebelumnya menjadi runner-up Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025. Ia kemudian mendapat kontrak Honda Team Asia untuk menjalani musim penuh Moto3 2026.
Perbandingan hasil di Buriram memang menunjukkan Veda mampu mengungguli Muñoz pada seri pembuka. Namun, balapan Moto3 memiliki persaingan yang sangat rapat dan hasil satu seri belum bisa menjadi ukuran keseluruhan musim.
Bagi Veda, finis kelima menjadi awal yang kuat sebelum memasuki seri berikutnya. Bahkan, pada balapan keduanya di Brasil, ia kembali menunjukkan performa impresif dengan meraih podium ketiga sekaligus menjadi pembalap Indonesia pertama yang naik podium Grand Prix dalam kategori prototipe.
Dengan demikian, hasil Buriram lebih tepat dilihat sebagai awal dari perjalanan Veda di kelas dunia. Rookie asal Indonesia itu sudah menunjukkan bahwa dirinya mampu bersaing dengan pembalap yang memiliki pengalaman lebih panjang di Moto3.
Editor : Maylanni Diana Fitri