BURIRAM - Veda Ega Pratama membuka perjalanan di Moto3 2026 dengan hasil yang langsung mencuri perhatian. Berstatus rookie, pembalap Indonesia itu mampu finis di posisi kelima pada seri Thailand di Sirkuit Internasional Chang, Buriram.
Hasil tersebut menjadi gambaran awal bahwa Veda Ega Pratama tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan persaingan Kejuaraan Dunia Moto3. Ia langsung berada di kelompok pembalap yang memperebutkan posisi depan dan menyelesaikan balapan di depan sejumlah nama yang lebih berpengalaman.
Salah satu pembalap yang berada di belakang Veda adalah David Muñoz. Pembalap asal Spanyol tersebut finis di posisi ke-10 bersama Liqui Moly Dynavolt Intact GP. Selisih keduanya mencapai sekitar 1,97 detik pada garis finis.
David Almansa menjadi pemenang balapan Moto3 Thailand. Ia mengakhiri balapan dengan keunggulan atas para rivalnya, sementara Veda mengamankan posisi kelima dan membawa pulang poin penting dari seri pembuka.
Langsung Masuk Persaingan Depan
Performa Veda sebenarnya sudah terlihat sejak sebelum balapan. Ia mampu mengamankan posisi start kelima dalam sesi kualifikasi. Posisi tersebut membuatnya berada di barisan depan dan memiliki peluang untuk langsung bersaing dengan pembalap-pembalap yang sudah lebih dahulu merasakan atmosfer Moto3.
Baca Juga: Cara Mengusulkan Bansos Online, Cukup Lewat Aplikasi Tanpa ke Kantor Desa
Ketika balapan dimulai, Veda tidak sekadar mempertahankan posisi. Ia ikut terlibat dalam persaingan di rombongan depan yang berlangsung ketat. Karakter Moto3 memang membuat jarak antarpembalap sangat rapat, sehingga posisi bisa berubah hanya dalam beberapa tikungan.
Veda mampu menjaga ritmenya hingga akhir. Ia finis kelima, di belakang David Almansa, Maximo Quiles, Valentin Perrone, dan Alvaro Carpe.
Bagi Veda, hasil tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi seri-seri berikutnya. Ia menunjukkan bahwa status rookie tidak otomatis membuatnya berada jauh dari persaingan pembalap yang telah memiliki pengalaman lebih banyak.
Menariknya, Veda kemudian kembali membuktikan potensinya pada seri berikutnya. Di Brasil, ia berhasil merebut podium ketiga. Capaian tersebut mencatatkan sejarah karena Veda menjadi pembalap Indonesia pertama yang naik podium Grand Prix dalam kategori balap motor prototipe.
Muñoz Belum Temukan Kecepatan
Sementara itu, David Muñoz menjalani balapan yang lebih sulit. Setelah memulai dari posisi keenam, pembalap bernomor 64 tersebut tidak mampu mempertahankan tempatnya di kelompok terdepan.
Muñoz akhirnya menyelesaikan balapan di posisi ke-10. Dalam pernyataan yang dikutip dari timnya, ia mengungkapkan kekecewaan terhadap jalannya balapan dan mengatakan dirinya tidak mampu berbuat banyak untuk mengubah situasi.
Baca Juga: Honda Icon e Rp28 Juta, Motor Listrik Honda dengan Jarak Tempuh 53 Km
Meski demikian, hasil tersebut belum bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa performa Muñoz mengalami penurunan secara permanen. Musim Moto3 masih panjang dan karakter setiap sirkuit dapat memberikan tantangan berbeda bagi pembalap maupun tim.
Muñoz sendiri bukan pembalap baru di kelas tersebut. Ia telah berkompetisi di Moto3 sejak 2022 dan sebelumnya dikenal sebagai salah satu pembalap yang mampu bersaing dalam duel kelompok depan.
Karena itu, perbandingan dengan Veda di Buriram menjadi menarik bukan semata karena perbedaan posisi finis. Hasil tersebut memperlihatkan bagaimana seorang rookie asal Indonesia mampu langsung masuk ke dalam persaingan kompetitif pada balapan perdananya.
Bagi Veda, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi. Finis kelima di Thailand menjadi awal, sedangkan podium di Brasil memperkuat indikasi bahwa ia mampu beradaptasi dengan cepat di level dunia.
Perjalanan panjang Moto3 2026 masih terbuka. Veda kini memiliki kesempatan untuk terus mengumpulkan pengalaman, poin, dan hasil balapan sambil berhadapan dengan pembalap-pembalap yang sudah lebih lama berada di kejuaraan tersebut.
Editor : Maylanni Diana Fitri