Komentator Moto3 Soroti Comeback Veda Ega Pratama dari P19 di Austria

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 18:10 WIB
Veda Ega Pratama mencuri perhatian di Moto3 Austria setelah bangkit dari P19 hingga sempat bersaing di posisi keempat.(pinterest)
Veda Ega Pratama mencuri perhatian di Moto3 Austria setelah bangkit dari P19 hingga sempat bersaing di posisi keempat.(pinterest)

SPIELBERG - Veda Ega Pratama menjadi salah satu pembalap yang paling mencuri perhatian dalam balapan Moto3 Austria 2026. Memulai balapan dari posisi ke-19, pembalap Honda Team Asia itu mampu memangkas belasan posisi dan masuk ke persaingan kelompok depan.

Performa tersebut bahkan mendapat perhatian dari komentator Moto3. Kecepatan Veda ketika mulai menembus rombongan depan menjadi salah satu momen yang disorot dalam siaran balapan di Red Bull Ring.

Veda tidak langsung terlihat di barisan terdepan sejak awal. Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu harus membangun balapannya dari rombongan belakang setelah gagal menembus Q2 dan menempati posisi start ke-19. Dalam kualifikasi, Veda sebenarnya sempat masuk empat besar Q1, tetapi akhirnya hanya finis kelima di sesi tersebut.

Namun, situasi berubah ketika balapan memasuki pertengahan. Veda perlahan menyalip satu per satu rivalnya hingga akhirnya mulai muncul dalam perebutan posisi depan.

Dari P19 hingga Masuk Persaingan P4

Salah satu momen yang mendapat sorotan terjadi ketika Veda sudah berada di posisi kelima. Ia bahkan kemudian terlibat dalam persaingan untuk memperebutkan posisi keempat.

Baca Juga: Cara Menurunkan Desil Bansos Terbaru, Bisa Ajukan Lewat Aplikasi

Komentator menyoroti kecepatan Veda yang mampu dipertahankan ketika berada di tengah rombongan. Alih-alih sekadar memanfaatkan kesalahan pembalap lain, Veda dinilai memiliki pace yang cukup untuk tetap bertahan dalam kelompok tersebut.

Hal itu penting karena persaingan Moto3 sangat rapat. Pembalap harus mempertimbangkan kapan melakukan serangan dan kapan menjaga ritme agar tidak kehilangan momentum.

Veda kemudian semakin dekat dengan posisi keempat yang ditempati David Muñoz. Duel keduanya akhirnya menjadi salah satu insiden utama dalam balapan.

Saat memasuki lima lap terakhir, Veda melakukan manuver di Tikungan 4. Muñoz melebar hingga terjatuh. Race Direction kemudian memberikan Long Lap Penalty kepada Veda karena dinilai menyebabkan rivalnya jatuh. Veda harus menjalani penalti tersebut, tetapi eksekusinya dinilai tidak tepat sehingga ia diwajibkan mengulang Long Lap.

Akibatnya, posisi Veda berubah drastis. Setelah sempat berada di posisi keempat, ia akhirnya finis di urutan ke-13.

Tetap Dapat Poin dan Menuju Mandalika

Meski kehilangan peluang finis di empat besar, comeback Veda tetap menjadi catatan penting. Dari posisi ke-19, ia berhasil menyelesaikan balapan di posisi ke-13 dan membawa pulang tiga poin.

Baca Juga: Cara Mengusulkan Bansos Online, Cukup Lewat Aplikasi Tanpa ke Kantor Desa

Tambahan tersebut membuat koleksi poin Veda mencapai 100. Ia berada di posisi kedelapan klasemen sementara Moto3 2026 setelah Grand Prix Austria.

Komentator juga menyoroti momentum Veda menjelang balapan kandang di Indonesia. MotoGP Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit pada 9-11 Oktober.

Dukungan penonton Indonesia menjadi salah satu hal yang turut dibicarakan dalam siaran. Veda memang menjadi salah satu pembalap muda Indonesia yang mendapat perhatian besar sejak menjalani debut penuh di Moto3.

Pada usia 17 tahun, Veda juga sudah memiliki catatan bersejarah. MotoGP mencatat dirinya sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih podium Grand Prix dalam kategori balap prototipe setelah finis ketiga di Brasil.

Karena itu, penampilan di Austria memiliki dua sisi. Dari hasil resmi, Veda memang hanya finis ke-13 setelah terkena penalti. Namun dari jalannya balapan, comeback dari P19 hingga masuk persaingan empat besar menunjukkan kemampuan pembalap nomor 9 tersebut untuk bangkit dalam situasi sulit.

Bagi Veda, tantangan berikutnya bukan sekadar mengejar posisi finis. Ia perlu menjaga konsistensi sekaligus mengubah kecepatan yang sudah ditunjukkan di Red Bull Ring menjadi hasil akhir yang lebih maksimal.

Dengan seri Jepang menjadi agenda berikutnya pada 2-4 Oktober, Veda masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan momentum tersebut sebelum menghadapi balapan kandang di Mandalika.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Veda Ega Pratama Mandalika Red Bull Ring Moto3 Austria 2026 motogp