Veda Ega Pratama Bangkit dari P17, Drama Tikungan Terakhir Gagalkan P5

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 18:45 WIB
Veda Ega Pratama bangkit dari P17 ke P6 di Moto3 Spanyol 2026. Ia nyaris finis P5 sebelum drama tikungan terakhir mengubah hasil balapan.(pinterest)
Veda Ega Pratama bangkit dari P17 ke P6 di Moto3 Spanyol 2026. Ia nyaris finis P5 sebelum drama tikungan terakhir mengubah hasil balapan.(pinterest)

JEREZ - Veda Ega Pratama menunjukkan perjuangan impresif dalam Moto3 Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez. Memulai balapan dari posisi ke-17, pembalap Honda Team Asia itu berhasil merangsek hingga posisi keenam saat melewati garis finis.

Veda Ega Pratama bahkan sempat masuk persaingan lima besar pada fase akhir balapan. Namun, posisi kelima yang sudah berada di depan mata akhirnya lepas setelah Alvaro Carpe melakukan manuver di tikungan terakhir sebelum garis finis.

Performa Veda Ega Pratama tersebut menjadi salah satu sorotan dalam balapan Jerez. Ia berhasil memperbaiki posisi start sebanyak 11 tingkat dan mengamankan poin penting meski harus memulai balapan dari barisan belakang.

Dari P17 Menuju Kelompok Depan

Start dari posisi ke-17 membuat Veda harus menghadapi persaingan ketat sejak lap pertama. Dalam kondisi rombongan Moto3 yang sangat rapat, pembalap harus mampu memilih celah tanpa kehilangan terlalu banyak waktu.

Baca Juga: Cara Menurunkan Desil Bansos Terbaru, Bisa Ajukan Lewat Aplikasi

Veda mampu melewati fase awal balapan dengan baik. Ia perlahan menyalip pembalap di depannya dan mulai mendekati kelompok sepuluh besar.

Kecepatan Veda semakin terlihat ketika balapan memasuki lap-lap berikutnya. Ia tidak berhenti setelah masuk sepuluh besar. Pembalap asal Wonosari, Gunungkidul, tersebut terus mengejar kelompok depan dan meningkatkan posisinya secara bertahap.

Kemampuan melakukan pengereman terlambat dan mencari celah di tikungan menjadi bagian dari proses Veda memperbaiki posisi. Namun, klaim dalam video mengenai detail telemetri dan keunggulan teknis tertentu pada motor Honda perlu dipandang sebagai analisis, bukan keterangan resmi dari tim.

Yang jelas, Veda mampu menjaga ritme hingga masuk ke kelompok yang memperebutkan posisi lima besar.

Pergerakan dari P17 ke posisi depan juga memperlihatkan kemampuan Veda dalam menjaga konsentrasi. Alih-alih memaksakan manuver di setiap kesempatan, ia terus memburu pembalap di depannya sembari menunggu momentum yang tepat.

P5 Lepas di Tikungan Terakhir

Drama terbesar terjadi pada lap terakhir. Veda sudah berada sangat dekat dengan posisi kelima dan berusaha mempertahankan posisinya dalam persaingan ketat.

Namun, Alvaro Carpe berhasil memanfaatkan kesempatan di tikungan terakhir. Carpe melakukan manuver dari sisi dalam dan mengambil posisi Veda menjelang garis finis.

Baca Juga: SPPG Karangan Wajib Benahi SOP Diberi Sanksi sejak Rabu

Veda kemudian harus melebar untuk menghindari kontak dan kehilangan posisi kelima. Ia akhirnya menyelesaikan balapan di urutan keenam.

Meski demikian, Veda tetap mampu membawa pulang 10 poin. Jika melihat posisi awal, hasil tersebut cukup signifikan karena ia berhasil memperbaiki posisi sebanyak 11 tempat sepanjang balapan.

Finis keenam juga menjadi gambaran bahwa hasil akhir tidak selalu mencerminkan seluruh perjuangan seorang pembalap. Veda sempat berada di luar sepuluh besar ketika start, kemudian masuk kelompok depan dan bahkan ikut bertarung memperebutkan lima besar.

Dalam video tersebut, performa Veda juga dikaitkan dengan apresiasi dari kru Honda Team Asia setelah balapan. Namun, klaim mengenai standing ovation khusus dari seluruh kru dan penilaian teknis berdasarkan telemetri tidak disertai bukti independen dalam materi yang tersedia.

Satu hal yang tidak terbantahkan adalah hasil balapan Veda. Dari P17, ia finis P6 dan mengumpulkan poin penting untuk klasemen Moto3 2026.

Performa tersebut menjadi modal bagi Veda untuk melanjutkan musim debutnya di Kejuaraan Dunia Moto3. Sebelumnya, pembalap muda Indonesia itu sudah menunjukkan potensi melalui sejumlah hasil positif pada awal musim, termasuk podium di Brasil.

Moto3 sendiri dikenal memiliki persaingan yang sangat rapat. Perbedaan posisi dapat ditentukan hanya dalam beberapa tikungan terakhir. Situasi tersebut kembali dialami Veda di Jerez ketika P5 yang sudah berada dalam jangkauan akhirnya berubah menjadi P6.

Meski gagal menutup comeback dengan finis lima besar, Veda tetap meninggalkan Jerez dengan hasil yang patut diperhitungkan. Sebelas posisi berhasil diperbaiki sejak start hingga finis.

Perjalanan Veda di Moto3 2026 masih panjang. Namun, penampilannya di Jerez menunjukkan satu hal penting: memulai balapan dari barisan belakang bukan berarti peluang meraih poin langsung tertutup.

Veda mampu mengubah posisi start yang sulit menjadi finis keenam. Kini, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi sekaligus memperbaiki detail yang diperlukan agar peluang menembus podium semakin terbuka.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Veda Ega Pratama Alvaro Carpe Honda Team Asia Moto3 Spanyol 2026 Jerez