JEREZ - Veda Ega Pratama mengakhiri Moto3 Spanyol 2026 dengan finis di posisi keenam. Sekilas, hasil tersebut mungkin tidak terlihat istimewa jika hanya melihat angka di klasemen balapan. Namun, posisi finis itu menjadi jauh lebih menarik setelah melihat perjuangan Veda yang harus memulai balapan dari urutan ke-17.
Veda Ega Pratama berhasil memperbaiki 11 posisi sepanjang balapan di Sirkuit Jerez. Pembalap Honda Team Asia itu bahkan sempat masuk ke persaingan lima besar sebelum akhirnya kehilangan posisi tersebut pada momen-momen terakhir.
Bagi Veda Ega Pratama, tambahan 10 poin dari Jerez menjadi hasil penting dalam perjalanan musim debutnya di Kejuaraan Dunia Moto3. Ia mampu mengubah posisi start yang kurang menguntungkan menjadi hasil kompetitif.
Tidak Terjebak di Barisan Belakang
Start dari P17 membuat Veda harus menghadapi rombongan besar sejak awal balapan. Posisi tersebut juga meningkatkan risiko kehilangan waktu karena pembalap Moto3 biasanya bertarung sangat rapat di setiap lap.
Baca Juga: Hutan Gunung Toyan Terbakar, Warga Tiga Desa Panik
Namun, Veda tidak terlalu lama berada di barisan belakang. Ia mulai memperbaiki posisi secara bertahap dengan memanfaatkan celah yang tersedia di sejumlah tikungan Sirkuit Jerez.
Kecepatan Veda kemudian membawanya masuk ke kelompok sepuluh besar. Setelah berhasil menembus rombongan tersebut, targetnya berubah menjadi mengejar pembalap yang berada di depan.
Pergerakan tersebut berlangsung cukup konsisten. Veda terus menempel rival-rivalnya dan mendapatkan kesempatan untuk melakukan sejumlah manuver menyalip.
Dalam video yang menjadi sumber pemberitaan, kemampuan Veda melakukan pengereman terlambat disebut menjadi salah satu faktor yang membantunya memperbaiki posisi. Meski demikian, sejumlah klaim teknis mengenai data telemetri dan pengaturan khusus motor Honda dalam video tersebut tidak disertai konfirmasi resmi, sehingga tidak dapat dipastikan sebagai fakta.
Yang terlihat dari hasil balapan adalah Veda mampu menjaga kecepatannya sampai fase akhir. Dari P17, ia berhasil masuk ke persaingan kelompok depan.
Nyaris Tutup Balapan dengan P5
Memasuki bagian akhir Moto3 Spanyol, Veda tidak lagi sekadar mengejar posisi sepuluh besar. Ia sudah terlibat dalam pertarungan untuk posisi kelima.
Peluang finis P5 bahkan terbuka hingga lap terakhir. Veda terus memberikan tekanan kepada pembalap di depannya sambil mempertahankan posisi dalam kelompok yang sangat rapat.
Baca Juga: Pencairan PKH BPNT Tahap 4 Disiapkan, Ada KPM yang Disebut Bisa Terima Bantuan Ganda
Drama kemudian terjadi di tikungan terakhir. Alvaro Carpe berhasil melakukan manuver dari sisi dalam dan mengambil posisi Veda menjelang garis finis.
Veda harus melebar untuk menghindari potensi insiden. Akibatnya, posisi kelima lepas dan ia menyelesaikan balapan di urutan keenam.
Kehilangan P5 pada detik-detik terakhir tentu membuat hasil tersebut terasa berbeda. Namun, Veda tetap berhasil membawa pulang 10 poin dari Jerez.
Jika dibandingkan dengan posisi start, capaian tersebut berarti Veda telah naik 11 posisi. Perubahan dari P17 ke P6 menjadi gambaran paling jelas mengenai jalannya balapan pembalap Indonesia itu.
Hasil di Jerez juga menunjukkan bahwa Veda mampu tetap fokus setelah memulai balapan dari posisi yang tidak ideal. Ia tidak berhenti mengejar setelah masuk sepuluh besar dan terus membidik kelompok terdepan.
Pada musim debutnya di Moto3, kemampuan untuk mengumpulkan poin dari berbagai situasi menjadi bagian penting dari perkembangan Veda. Sebelumnya, ia juga telah mencatat hasil besar, termasuk podium ketiga di Moto3 Brasil.
Sementara itu, Jerez memberikan pengalaman berbeda. Kali ini, Veda tidak berdiri di podium, tetapi menunjukkan kemampuan comeback yang kuat setelah memulai dari barisan belakang.
Finis P6 juga memperlihatkan betapa tipisnya jarak antara satu posisi dengan posisi lainnya di Moto3. Satu manuver pada tikungan terakhir sudah cukup mengubah hasil Veda dari P5 menjadi P6.
Meski demikian, perjuangan dari P17 tetap menjadi catatan utama. Veda berhasil mengubah situasi sulit menjadi tambahan poin sekaligus menjaga momentum dalam persaingan musim 2026.
Perjalanan masih panjang. Dengan pengalaman yang terus bertambah, hasil di Jerez dapat menjadi bagian penting dari proses Veda Ega Pratama untuk semakin matang menghadapi persaingan Moto3 dunia.
Editor : Maylanni Diana Fitri