Veda Ega Pratama Moto3 Pilih Diam, Jawab Polemik Munoz dengan Cara Tak Terduga

Anggi Septian A.P. • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 11:41 WIB
Veda Ega Pratama Moto3 pilih diam di tengah polemik Munoz. Simak sikapnya usai finis ke-13 di Austria.
Veda Ega Pratama Moto3 pilih diam di tengah polemik Munoz. Simak sikapnya usai finis ke-13 di Austria.

JAKARTA - Veda Ega Pratama Moto3 kembali menjadi sorotan setelah sikapnya usai balapan Moto3 Austria 2026 dianggap berbeda dari yang diperkirakan banyak penggemar. Di tengah polemik dengan David Munoz dan penalti long lap yang diterimanya, pembalap Honda Team Asia itu justru memilih tidak memperpanjang persoalan.

Veda finis di posisi ke-13 dalam balapan di Red Bull Ring, Minggu (20/9). Hasil tersebut terasa mengecewakan karena pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu sempat merangsek hingga posisi keempat setelah mengawali balapan dari urutan ke-19.

Veda Tak Sebut Nama Munoz

Momen yang kemudian mendapat perhatian terjadi ketika Veda menjalani wawancara seusai balapan. Ketika polemik dengan Munoz tengah ramai dibicarakan, Veda sebenarnya memiliki kesempatan untuk memberikan klarifikasi panjang.

Namun, dia memilih membicarakan balapan yang baru saja dijalani.

Veda menjelaskan bagaimana dirinya berusaha melakukan start dengan baik, memperbaiki performa di setiap lap, hingga sempat bertarung di posisi keempat. Dia juga menjelaskan insiden yang membuatnya harus menjalani long lap penalty.

Veda mengatakan dirinya tidak merasa melakukan overtake secara agresif. Dia menyebut manuver yang dilakukan sebagai upaya menyalip secara normal.

Dalam wawancara tersebut, Veda juga menjelaskan bahwa dirinya sempat gagal menjalani long lap karena melewati batas lintasan. Dia kemudian kembali melakukannya pada lap terakhir.

Sikap tersebut menjadi perhatian karena Veda sama sekali tidak menjadikan wawancara sebagai ruang untuk menyerang Munoz.

Sempat Naik ke Posisi Keempat

Perjalanan Veda di Moto3 Austria memang cukup dramatis. Start dari posisi ke-19, dia perlahan memperbaiki posisi dan masuk ke persaingan papan atas.

Veda bahkan sempat berada di posisi kelima sebelum akhirnya mengejar Munoz. Pada lap ke-13, pembalap Indonesia tersebut berhasil menyalip Munoz dan mengambil posisi keempat.

Namun, situasi berubah setelah terjadi insiden antara keduanya di Tikungan 4. Steward kemudian memberikan long lap penalty kepada Veda karena dinilai menyebabkan Munoz terjatuh.

Veda menjalani hukuman tersebut, tetapi eksekusinya dianggap tidak tepat sehingga harus diulang. Penalti kedua itu membuat posisinya kembali merosot hingga akhirnya finis ke-13 dan tetap membawa pulang tiga poin.

Fokus pada Evaluasi Diri

Alih-alih memperbesar kontroversi, Veda justru menekankan proses memperbaiki kemampuannya. Dia mengaku mendapatkan feeling yang baik terhadap motor sepanjang balapan dan merasa ada peningkatan dalam cara mengendarai motor.

Fokus tersebut juga terlihat dari pernyataannya mengenai seri berikutnya. Setelah Austria, Moto3 akan berlanjut ke Jepang di Sirkuit Motegi pada awal Oktober. Veda menyatakan memiliki pengalaman di sana dan ingin memberikan yang terbaik untuk tim.

Sikap Veda menjadi menarik karena pembalap berusia 17 tahun tersebut sedang menjalani musim debutnya di Kejuaraan Dunia Moto3. Sebelumnya, dia mencatat sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih podium Grand Prix ketika finis ketiga di GP Brasil.

Perjalanan itu merupakan hasil proses panjang. Veda menjadi juara Asia Talent Cup 2023, kemudian berlaga di Red Bull Rookies Cup sebelum naik ke Moto3 bersama Honda Team Asia pada 2026.

Karena itu, polemik di Austria menjadi bagian lain dari proses pembelajaran Veda di panggung balap dunia.

Bukan hanya soal kecepatan, seorang pembalap juga dituntut mampu menghadapi penalti, kontak, keputusan steward, tekanan media, dan sorotan publik.

Dalam situasi tersebut, Veda memilih berbicara mengenai dirinya sendiri. Tidak ada serangan terbuka kepada Munoz dan tidak ada upaya untuk menghidupkan kembali polemik.

Kini perhatian Veda tertuju pada seri berikutnya. Setelah melewati kontroversi di Austria, tantangan di Motegi menjadi kesempatan untuk kembali mengumpulkan poin sekaligus melanjutkan prosesnya di kelas Moto3.

Bagi Veda, jawabannya terhadap berbagai persoalan tampaknya bukan melalui perang kata-kata, melainkan melalui proses, evaluasi, dan performa di lintasan.(*)

Editor : Anggi Septian A.P.
Veda Ega Pratama Moto3 2026 Long Lap Penalty David Munoz Moto3 Austria