TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - FIFA ASEAN Cup menjadi turnamen sepak bola Asia Tenggara yang untuk pertama kalinya digelar dengan Indonesia sebagai tuan rumah divisi 1 atau premier division. Jakarta dan Bandung ditunjuk sebagai kota penyelenggara, dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Stadion Si Jalak Harupat menjadi venue pertandingan. Sejumlah tim, termasuk Thailand dan Vietnam, juga telah tiba di Indonesia dengan pengalaman berbeda selama menjalani persiapan turnamen.
Penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup di Indonesia disebut menjadi tonggak baru bagi sepak bola Asia Tenggara. Turnamen ini merupakan bagian dari program FIFA 3.0 yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas kompetisi di kawasan dengan basis sepak bola besar.
PSSI kemudian menangkap peluang tersebut dengan mengajukan Indonesia sebagai tuan rumah. Kesiapan infrastruktur menjadi salah satu hal yang dipresentasikan, terutama setelah Indonesia dinilai sukses menggelar Piala Dunia U-17.
FIFA selanjutnya melakukan inspeksi terhadap sejumlah aspek, mulai dari stadion, fasilitas latihan, hingga akomodasi. Setelah melalui proses evaluasi, Indonesia akhirnya dipercaya menggelar pertandingan divisi 1. Sementara itu, Hong Kong ditunjuk menjadi tuan rumah untuk divisi 2.
Baca Juga: FIFA ASEAN Cup 2026: Filipina Disebut Hancurkan Vietnam 3-0, Ternyata Fiksi
Untuk Jakarta, Stadion Utama Gelora Bung Karno digunakan oleh tim yang berada di Grup A. Sedangkan pertandingan Grup B berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Salah satu pengalaman menarik dirasakan timnas Thailand. Karena akan bermain di Bandung, skuad Thailand harus melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Kota Kembang.
Timnas Thailand memilih menggunakan kereta cepat Whoosh untuk perjalanan tersebut. Moda transportasi ini menjadi pengalaman baru bagi mereka karena Thailand belum memiliki kereta cepat seperti yang digunakan Indonesia.
Setibanya di Bandung, rombongan Thailand langsung dijemput menggunakan bus khusus FIFA ASEAN Cup. Perjalanan menuju hotel juga mendapat pengawalan polisi untuk memastikan mobilitas tim berjalan lancar.
Pelatih Thailand, Anthony Hudson, menyatakan timnya datang dengan target menjadi juara. Menurut dia, level turnamen kali ini lebih tinggi karena negara-negara peserta membawa pemain utama.
Baca Juga: Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Menang, Malaysia dan Thailand Juga Berjaya
Pengalaman berbeda dialami timnas Vietnam. Setelah tiba di Indonesia, skuad The Golden Star melanjutkan perjalanan menuju Bandung dan mendapatkan sambutan kesenian angklung.
Angklung merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat dan telah masuk dalam warisan budaya UNESCO. Sambutan tersebut menjadi salah satu pengalaman Vietnam selama berada di Bandung.
Kedatangan kali ini juga bukan yang pertama bagi Vietnam. Sebelumnya, mereka datang ke Indonesia untuk tampil dalam ajang Piala AFF dan menjalani pertandingan di Stadion Pakansari, Bogor.
Vietnam datang dengan status sebagai juara Piala AFF sebelumnya. Namun, persiapan mereka kali ini menghadapi sejumlah kendala, termasuk beberapa pemain yang mengalami cedera serta mundurnya Nguyen Quang Hai.
Meski demikian, Vietnam tetap menjadi salah satu tim kuat di kawasan Asia Tenggara. Mereka juga memiliki tambahan pemain naturalisasi dalam skuad.
Selain Thailand dan Vietnam, Indonesia juga memberikan pelayanan kepada tim peserta lainnya. Bangladesh disebut mendapatkan pengawalan ketika berkeliling Jakarta, sementara Malaysia memperoleh lapangan latihan berstandar FIFA.
Malaysia sendiri tergabung di Grup A bersama Indonesia, Singapura, dan Bangladesh. Berbagai fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memberikan pelayanan terbaik selama menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup.
Dengan turnamen yang segera bergulir, perhatian kini tertuju pada persaingan antartim. Thailand datang dengan target juara, sedangkan Vietnam berusaha mempertahankan reputasinya sebagai salah satu kekuatan sepak bola ASEAN. Indonesia pun memiliki kesempatan tampil di hadapan pendukung sendiri sebagai tuan rumah.
Editor : Putri Dwi LestariSumber : Diolah dari berbagai sumber