TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi panggung Indonesia untuk menunjukkan kemeriahan sepak bola sekaligus keramahan sebagai tuan rumah. Pembukaan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) berlangsung meriah dengan penampilan Agnes Mo dan Isyana Sarasvati. Selain itu, sejumlah pemain dan suporter tim peserta juga mengungkapkan pengalaman positif selama berada di Indonesia. Atmosfer suporter Garuda hingga fasilitas latihan menjadi bagian yang turut mendapat perhatian.
Perhatian tertuju pada pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026 yang digelar sekitar 30 menit sebelum pertandingan Indonesia melawan Singapura di GBK.
Acara dibuka dengan pesta kembang api di sekitar stadion. Agnes Mo kemudian tampil mengenakan jersey hitam putih dengan lambang Pancasila dan nomor 10.
Agnes membawakan lagu Flying High dengan penampilan energik. Ia bahkan turun dan berlari di sekitar lapangan untuk menyapa penonton. Saat jeda babak pertama, Agnes kembali tampil dengan membawakan lagu Indonesia Pusaka dalam suasana stadion yang dibuat lebih gelap.
Baca Juga: Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Rekor 5 Pertemuan Terakhir
Tak hanya Agnes, Isyana Sarasvati juga ikut menghibur penonton. Ia membawakan lagu We Will Rock You yang dipopulerkan grup Queen.
Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pembawaan bendera negara-negara peserta. Bendera tersebut dibawa oleh mantan pemain dari masing-masing negara.
Dekorasi GBK juga disesuaikan dengan tema FIFA ASEAN Cup. Area stadion, tribun media, hingga papan skor mendapat sentuhan desain khusus untuk menambah kemeriahan acara.
Kemegahan pembukaan tersebut mendapat perhatian Sekjen FIFA, Matias Grafstrom. Ia mengapresiasi semangat Indonesia terhadap sepak bola serta kesiapan dalam menggelar turnamen.
Baca Juga: Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal dan Kondisinya
Menurut Grafstrom, antusiasme terhadap sepak bola menjadi salah satu alasan Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah. Ia juga menyoroti kerja sama dan kesiapan yang ditunjukkan dalam penyelenggaraan acara.
Apresiasi tidak hanya muncul dari jajaran FIFA. Tim peserta juga merasakan pengalaman berbeda selama berada di Indonesia.
Pemain Bangladesh, Hamzah Choudhury, misalnya, memuji kualitas fasilitas yang mereka gunakan. Ia menyebut lapangan latihan sangat baik dan mendukung persiapan tim.
Kualitas hotel juga mendapat pujian. Hamzah menyebut staf hotel memberikan sambutan yang ramah kepada rombongan Bangladesh.
Timnas Malaysia juga merasakan sambutan hangat ketika berada di Indonesia. Mereka mengaku tidak mengalami kesulitan selama berada di tanah air dan mengapresiasi fasilitas yang diberikan.
Namun, suasana berbeda diperkirakan terjadi ketika Malaysia berhadapan dengan Indonesia. Rivalitas kedua tim membuat dukungan puluhan ribu suporter Garuda menjadi tantangan tersendiri.
Bek Malaysia, Ubaidullah Shamsul Fazili, justru menyambut antusias atmosfer tersebut. Menurutnya, suasana seperti di Indonesia tidak mudah ditemukan di tempat lain.
Ia bahkan menyatakan keinginan Malaysia untuk menjadi juara pada edisi perdana FIFA ASEAN Cup.
Baca Juga: FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Hadapi Malaysia, Persaingan Grup Makin Panas
Atmosfer suporter Indonesia menjadi salah satu daya tarik lain. Para pendukung disebut telah berdatangan ke GBK sejak sore dan memenuhi stadion dengan atribut timnas.
Selama pertandingan, mereka terus bernyanyi dan memberikan dukungan sepanjang laga. Antusiasme tersebut juga mendapat perhatian Grafstrom yang mengaku merasakan atmosfer luar biasa di stadion.
Di sisi lain, sejumlah momen menarik juga terjadi di dalam skuad Indonesia. Shayne Pattynama dan Ivar Jenner terlihat bermain gunting batu kertas saat latihan sambil berendam di air es.
Joey Pelupessy dan Kevin Diks juga sempat menyanyikan lagu Maluku bersama Ole Romeny. Momen tersebut memperlihatkan sisi santai para pemain di tengah persiapan menghadapi turnamen.
Berbagai cerita tersebut membuat FIFA ASEAN Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang pertandingan sepak bola. Indonesia juga mendapat sorotan melalui pembukaan, fasilitas, keramahan masyarakat, dan atmosfer suporter yang menyertai penyelenggaraan turnamen.
Editor : Putri Dwi LestariSumber : Diolah dari berbagai sumber