TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan setelah bermain imbang melawan Malaysia. Di tengah kekecewaan publik atas hasil tersebut, media Vietnam justru melihat sisi berbeda dari permainan Garuda. Pertahanan Indonesia dinilai cukup kokoh meski harus bermain dengan 10 pemain, sementara Maarten Paes kembali mendapat perhatian berkat sejumlah penyelamatan penting.
Hasil imbang tersebut memunculkan perdebatan mengenai performa Timnas Indonesia. Sejumlah pihak menilai permainan Garuda masih jauh dari harapan, terutama karena Malaysia dianggap mampu memberikan tekanan sepanjang pertandingan.
Namun, pandangan berbeda muncul dari media Vietnam, Soha. Media tersebut menyoroti kemampuan Indonesia bertahan dalam kondisi sulit. Bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit, Indonesia tetap mampu memberikan ancaman melalui serangan balik.
Pertahanan menjadi salah satu aspek yang mendapat apresiasi. Selain Maarten Paes di bawah mistar, beberapa pemain belakang juga dinilai bekerja keras untuk menjaga gawang Indonesia tetap aman.
Indonesia disebut mampu membuat pemain Malaysia kesulitan menciptakan peluang bersih. Tekanan yang datang berkali-kali tidak selalu berujung pada kesempatan emas yang benar-benar berbahaya.
Kondisi tersebut dinilai menunjukkan adanya perkembangan dalam cara Indonesia mengelola pertandingan. Ketika tidak bisa bermain terbuka, tim berusaha mengubah pendekatan dan lebih fokus menjaga pertahanan sekaligus mencari peluang melalui transisi.
Strategi tersebut tidak terlepas dari keputusan John Herdman dalam mengatur permainan. Pergantian pemain dan perubahan posisi dilakukan untuk merespons tekanan Malaysia.
Malaysia juga dinilai tampil lebih kuat dibandingkan lawan sebelumnya, Singapura. Tekanan pressing yang diberikan membuat Indonesia kesulitan mengembangkan permainan pendek dari lini belakang.
Dalam kondisi normal, Indonesia disebut lebih leluasa menekan lawan dan bermain di area pertahanan mereka. Namun, situasi berubah setelah Indonesia kehilangan satu pemain.
Jumlah pemain yang tidak seimbang membuat Indonesia harus mengombinasikan permainan bola pendek dengan umpan langsung dari belakang. Cara tersebut menjadi pilihan agar tim tetap memiliki jalan keluar dari tekanan Malaysia.
Malaysia juga dianggap mampu membaca beberapa rencana Indonesia. Salah satunya dengan menempatkan pemain di area tertentu untuk membatasi ruang gerak pemain Indonesia.
Perubahan strategi kemudian dilakukan Indonesia. Beberapa pemain digeser untuk membantu pertahanan sekaligus menjaga peluang melakukan serangan balik.
Nama Shin Tae-yong Masih Jadi Pembanding
Performa Timnas Indonesia di bawah John Herdman juga kembali dikaitkan dengan Shin Tae-yong. Dalam diskusi tersebut, Shin Tae-yong disebut masih menjadi tolok ukur karena sejumlah pencapaian yang pernah ditorehkannya bersama Indonesia.
Shin Tae-yong dianggap sebagai pelatih yang membuat sejarah dengan membawa Indonesia mencapai sejumlah pencapaian penting. Karena itu, pelatih berikutnya dinilai akan terus dibandingkan dengan rekam jejak tersebut.
Meski demikian, Herdman disebut masih membutuhkan waktu untuk membangun tim sesuai target jangka panjang. Fokus utama yang disebut dalam pembahasan adalah membawa Indonesia menuju Piala Dunia.
Herdman juga dinilai memiliki pengalaman menangani tim dengan karakter yang mirip. Pengalamannya bersama Kanada menjadi salah satu alasan yang dianggap mendukung proyek jangka panjang bersama Timnas Indonesia.
Piala Asia kemudian disebut sebagai salah satu ujian penting bagi Herdman. Indonesia akan menghadapi Jepang, Qatar, dan Thailand dalam fase tersebut.
Jepang dinilai menjadi lawan yang sulit, sedangkan Qatar dan Thailand dianggap masih memungkinkan untuk dihadapi Indonesia. Pertandingan-pertandingan sebelum Piala Asia juga dipandang penting untuk menentukan komposisi skuad.
Ajang tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Herdman untuk melihat pemain mana yang mampu tampil konsisten selama 90 menit, kuat dalam bertahan, efektif dalam menyerang, serta memiliki kemampuan transisi yang baik.
Dengan demikian, hasil imbang melawan Malaysia tidak hanya dilihat dari skor akhir. Performa tersebut juga menjadi bagian dari proses Herdman menyusun tim dan menentukan pemain yang akan menjadi bagian dari proyek Timnas Indonesia ke depan.
Editor : Putri Dwi LestariSumber : Diolah dari berbagai sumber