Trenggaleknjenggelek - Internet kini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, dari bekerja, bermain game, streaming film, hingga sekadar scrolling media sosial.
Semua orang pasti menginginkan kecepatan internet yang stabil dan cepat. Namun, ternyata Indonesia tercatat memiliki kecepatan internet terendah di Asia Tenggara, bahkan kalah dari negara seperti Laos.
Kok bisa, ya? Padahal, kita kan sudah merdeka dari penjajahan, tapi kenapa masih tertinggal dalam urusan internet?
Baca Juga: 5 Fakta Menarik tentang VTuber Kureiji Ollie yang Wajib Kamu Tahu
Kecepatan Internet Mobile: Indonesia Ada di Urutan Bawah
Berdasarkan data dari Uzone, Indonesia tercatat memiliki kecepatan internet mobile 40,37 Mbps. Dibandingkan dengan negara-negara tetangga, angka ini cukup jauh tertinggal.
Malaysia dengan 169,04 Mbps, Singapura dengan 164,20 Mbps, dan Vietnam dengan 150,43 Mbps berada jauh di atas Indonesia.
Bahkan Thailand, yang biasanya dikenal dengan wisata dan masakannya, memiliki kecepatan internet mobile yang lebih baik, yaitu 103,49 Mbps.
Lebih menggelitik lagi, Laos yang jarang terdengar namanya dalam diskusi teknologi ternyata memiliki kecepatan internet mobile yang lebih tinggi daripada Indonesia dengan 43,20 Mbps.
Ya, kamu nggak salah baca, Laos. Negara kecil yang lebih dikenal dengan candi-candi kuno dan pemandangan alamnya ini, ternyata unggul dalam urusan internet. Semoga Laos nggak keburu meluncurkan jaringan 6G, ya.
Wi-Fi: Gak Kalah Leletnya
Tidak hanya pada internet mobile, Indonesia juga tercatat berada di posisi ke-9 dalam hal kecepatan internet fixed broadband.
Kecepatan rata-rata Wi-Fi di Indonesia hanya 33,51 Mbps, jauh tertinggal dibandingkan Singapura yang meraih angka luar biasa 357,52 Mbps.
Thailand dan Vietnam pun unggul jauh, dengan 242,03 Mbps dan 166,99 Mbps, sementara Laos yang lebih kecil dengan 39,73 Mbps, hampir mengalahkan Indonesia.
Kadang-kadang, kita berpikir, kok bisa ya, negara-negara ini memiliki internet yang jauh lebih cepat?
Apakah kita kurang infrastruktur? Atau mungkin operator internetnya lebih suka melakukan “kecepatan stabil, gak usah ngebut” sebagai slogan? Atau pemerintah kita suka mikir “buat apa internet cepat.”
Ke Mana Arah Internet Indonesia
Tentu saja, masalah ini bukan hanya karena alasan teknis semata. Infrastruktur yang kurang berkembang, persaingan antar penyedia layanan.
Serta harga internet yang sering dianggap masih relatif mahal dibandingkan negara tetangga, menjadi beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan internet Indonesia.
Namun, dengan perkembangan teknologi dan proyek-proyek besar seperti palapa ring yang sedang berjalan, harapannya kecepatan internet di Indonesia bisa semakin meningkat.
Sebagai negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di Asia Tenggara, Indonesia tentu harus mengejar ketertinggalannya dalam hal kecepatan internet. Kalau tidak, kita bisa terus tertinggal.
Butuh Akselerasi
Meski kita sudah merdeka sejak 1945, urusan internet masih menjadi tantangan besar. Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, kita harus mengakui bahwa kecepatan internet di Indonesia masih tertinggal.
Namun, dengan terus berkembangnya teknologi dan infrastruktur, semoga Indonesia bisa menembus batasan kecepatan internet dan menjadi negara yang lebih cepat dari Laos—apalagi dari Singapura dan Malaysia. (sun)