TRENGGALEK NJENGGELEK - Motor listrik Rp2 jutaan yang dipamerkan di IIMS 2024 tidak hanya menarik dari sisi harga, tetapi juga memicu rasa penasaran soal pengalaman berkendara dan kualitasnya di jalan.
Salah satu unit yang diuji adalah ZPT Nimbus, motor listrik murah yang dijual mulai Rp2.999.000 setelah subsidi.
Secara tampilan, motor ini terlihat seperti motor pada umumnya, namun sensasi berkendaranya memiliki karakter tersendiri.
Pada pengujian langsung, motor listrik Rp2 jutaan ini menunjukkan respons gas yang cenderung delay.
Meski demikian, handling saat berbelok dan melewati polisi tidur tergolong stabil tanpa kendala berarti.
Baca Juga: HP Snapdragon 3 Jutaan Terbaik 2026, Bisa Mabar 60 FPS Stabil, Ini Daftar Paling Worth It !
Nyaman untuk Mobilitas Harian
Motor ini cukup nyaman digunakan untuk kebutuhan harian jarak dekat.
Dengan kecepatan maksimal sekitar 50 km/jam dan jarak tempuh hingga 70 kilometer, pengguna bisa memanfaatkannya untuk aktivitas ringan seperti ke pasar atau kantor.
Bagasi yang luas menjadi nilai tambah tersendiri, terutama untuk membawa barang.
Perbandingan dengan Motor Lebih Mahal
Sebagai pembanding, Greentech Unity Classic hadir dengan harga sekitar Rp4,8 juta setelah subsidi dan promo.
Motor ini menawarkan tenaga lebih besar, yakni 1.500 watt, serta akselerasi yang terasa lebih responsif.
Namun, ada kompromi pada kapasitas bagasi yang lebih kecil dibandingkan ZPT Nimbus.
Selain itu, perbedaan harga sekitar Rp3 juta menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli.
Catatan Penting
Salah satu aspek krusial dari motor listrik Rp2 jutaan adalah baterai.
Umumnya, motor di kelas ini masih menggunakan baterai non lithium dengan garansi sekitar 6 bulan.
Pengguna disarankan tidak mengisi daya terlalu sering saat baterai belum habis untuk menjaga siklus baterai.
Idealnya, pengisian dilakukan saat kapasitas tersisa 20–30 persen.
Jika dirawat dengan benar, baterai bisa bertahan hingga 1–2 tahun.
Namun, pola penggunaan yang salah dapat mempercepat penurunan performa.
Inden dan After Sales
Konsumen juga harus siap menghadapi masa inden selama 3 hingga 6 bulan.
Selain itu, jaringan servis masih terbatas di kota-kota besar seperti Jakarta.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi pengguna di daerah.
Antara Murah dan Risiko
Motor listrik Rp2 jutaan memang menawarkan solusi kendaraan hemat biaya.
Namun, ada sejumlah kompromi yang harus diterima, mulai dari performa, kualitas baterai, hingga layanan purna jual.
Bagi pengguna yang realistis dengan ekspektasi, motor ini bisa menjadi pilihan menarik.
Namun, bagi yang menginginkan performa tinggi dan keandalan jangka panjang, opsi di kelas harga lebih tinggi mungkin lebih layak dipertimbangkan.
Baca Juga: 7 HP Snapdragon Rp3 Jutaan Turun Harga Akhir Tahun, Performa Kencang dan Baterai Jumbo Jadi Rebutan
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan