RADAR TRENGGALEK - Motor listrik Indomobil Tirano kembali menjadi sorotan setelah diuji dalam perjalanan jarak jauh dari Balaraja menuju PLN UP3 Pondok Kopi sejauh 73 kilometer. Pengujian ini menjadi perhatian karena dilakukan dalam kondisi penggunaan nyata di jalan raya dengan mode berkendara sport. Dari hasil perjalanan tersebut, motor listrik Indomobil Tirano menunjukkan sisa baterai hanya 12 persen setelah menempuh jarak tersebut, memunculkan pertanyaan mengenai daya jelajah sebenarnya kendaraan listrik ini di kondisi real. Pengendara juga membawa beban tambahan sekitar 25 kilogram sehingga kondisi pengujian semakin mendekati penggunaan harian.
Perjalanan dimulai dari Balaraja pukul 05.00 pagi dan berakhir di PLN UP3 Pondok Kopi dengan jarak tempuh 73 kilometer. Selama perjalanan, motor listrik Indomobil Tirano digunakan dalam mode sport secara konsisten untuk menguji performa akselerasi dan kecepatan di jalan raya. Kecepatan maksimum yang dicapai disebut bisa menyentuh 85 km/jam, membuat motor ini cukup kompetitif di kelasnya. Namun, konsumsi daya baterai menunjukkan penurunan signifikan dari kondisi penuh 100 persen hingga tersisa 12 persen setibanya di lokasi. Kondisi ini kemudian menjadi dasar perhitungan bahwa jarak efektif motor listrik Indomobil Tirano berada di kisaran 80 kilometer dalam penggunaan real. Setelah tiba, pengendara langsung menuju fasilitas SPKLU roda dua milik PLN untuk melakukan pengisian ulang daya.
Temuan dari perjalanan ini memberikan gambaran nyata mengenai kemampuan motor listrik Indomobil Tirano dalam penggunaan sehari-hari, khususnya untuk perjalanan antarkota jarak pendek. Dengan hasil tersebut, isu mengenai jarak tempuh atau range anxiety pada kendaraan listrik kembali menjadi perhatian, terutama bagi pengguna yang mengandalkan motor listrik untuk mobilitas harian. Keberadaan SPKLU PLN menjadi faktor penting dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik, karena memungkinkan pengendara melakukan pengisian daya di tengah perjalanan. Selain itu, penggunaan mode sport secara terus-menerus juga berpengaruh besar terhadap konsumsi baterai, sehingga hasil uji ini tidak sepenuhnya merepresentasikan mode berkendara hemat energi. Motor listrik Indomobil Tirano sendiri masih menunjukkan performa yang stabil dengan kecepatan maksimal yang cukup tinggi di kelas motor listrik ringan.
Analisis Daya Jelajah Motor Listrik Indomobil Tirano
Jika mengacu pada hasil pengujian, motor listrik Indomobil Tirano menunjukkan bahwa daya jelajah riilnya berada sedikit di bawah angka klaim penggunaan ideal. Dengan jarak tempuh 73 kilometer dan sisa baterai 12 persen, dapat disimpulkan bahwa penggunaan mode sport memberikan beban signifikan pada sistem baterai. Dalam kondisi normal dengan kecepatan stabil dan beban lebih ringan, jarak tempuh berpotensi sedikit lebih jauh. Namun, faktor seperti bobot pengendara, kondisi jalan, serta gaya berkendara sangat memengaruhi efisiensi energi. Hal ini menjadi catatan penting bagi calon pengguna yang mengandalkan motor listrik Indomobil Tirano untuk perjalanan harian jarak menengah.
Peran SPKLU PLN dalam Perjalanan Jarak Jauh
Keberadaan SPKLU PLN atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum menjadi elemen penting dalam mendukung perjalanan menggunakan motor listrik Indomobil Tirano. Dalam pengujian ini, fasilitas SPKLU di PLN UP3 Pondok Kopi menjadi titik pengisian setelah perjalanan 73 kilometer. Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur pengisian daya sudah mulai mendukung mobilitas kendaraan listrik di wilayah perkotaan. Namun, ketersediaan SPKLU yang belum merata masih menjadi tantangan tersendiri bagi pengguna motor listrik, terutama untuk perjalanan jarak jauh di luar kota. Dengan semakin berkembangnya jaringan SPKLU, penggunaan motor listrik diharapkan semakin praktis dan tidak lagi menimbulkan kekhawatiran kehabisan daya di tengah perjalanan.
Kesimpulan Pengujian Motor Listrik Indomobil Tirano
Baca Juga: Mudik Naik Polytron Fox 500, Berani Tempuh Pantura Jakarta–Pekalongan Modal SPKLU PLN!
Secara keseluruhan, pengujian motor listrik Indomobil Tirano menunjukkan bahwa kendaraan ini cukup andal untuk penggunaan harian dengan catatan gaya berkendara sangat memengaruhi hasil akhir jarak tempuh. Dengan capaian sekitar 73 kilometer dan sisa baterai 12 persen, motor ini masih berada dalam kategori efisien untuk perjalanan dalam kota hingga pinggiran kota. Namun, penggunaan mode sport secara terus-menerus membuat konsumsi daya meningkat signifikan. Kehadiran SPKLU PLN menjadi faktor penunjang utama dalam ekosistem kendaraan listrik, sehingga pengguna tidak perlu terlalu khawatir saat melakukan perjalanan. Ke depan, peningkatan kapasitas baterai dan perluasan infrastruktur pengisian akan semakin meningkatkan daya saing motor listrik di Indonesia. Pengujian ini sekaligus menjadi gambaran awal perkembangan motor listrik di Indonesia yang semakin kompetitif.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina