TRENGGALEK NJENGGELEK- Review Samsung Galaxy A37 5G menjadi sorotan karena posisinya yang “serba nanggung” di pasar smartphone kelas menengah. Dengan harga di kisaran Rp5,8 hingga Rp5,9 juta, perangkat ini langsung dibandingkan dengan saudaranya, Samsung Galaxy A57 5G, yang hanya terpaut sekitar Rp1 jutaan.
Dalam review Samsung Galaxy A37 5G ini, terlihat jelas bahwa konsumen dihadapkan pada dilema klasik: memilih versi lebih hemat atau menambah sedikit budget untuk spesifikasi yang lebih tinggi. Apalagi, di rentang harga yang sama, Samsung Galaxy A56 5G juga masih menjadi pesaing kuat.
Jika melihat posisi pasar, Samsung Galaxy A37 5G memang dirancang sebagai alternatif lebih murah. Namun, dengan selisih harga yang tipis, banyak pengguna mulai mempertanyakan apakah pilihan ini masih rasional di tahun 2026.
Baca Juga: 7 HP Samsung A Series Turun Harga Februari 2026, Spek Makin Gahar Mulai Rp2 Jutaan!
Desain dan Material, A57 Lebih Unggul
Secara tampilan, Samsung Galaxy A37 5G dan Samsung Galaxy A57 5G terlihat sangat mirip. Namun, perbedaan langsung terasa saat digenggam.
Galaxy A37 masih menggunakan frame plastik, sementara A57 sudah memakai material metal yang lebih premium. Selain itu, A57 juga lebih tipis (6,9 mm) dan ringan dibanding A37 (7,4 mm), sehingga lebih nyaman digunakan dalam jangka panjang.
Keduanya sama-sama sudah mengantongi sertifikasi IP68, yang berarti tahan air hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit.
Layar dan Tampilan, Bezel Jadi Pembeda
Samsung Galaxy A37 5G dibekali layar Super AMOLED Full HD+ dengan refresh rate 120 Hz. Secara kualitas, layar ini sudah sangat baik, termasuk untuk penggunaan di luar ruangan.
Namun, bezel pada A37 terlihat lebih tebal dibanding A57. Hal ini membuat tampilan depannya terasa kurang modern, terutama jika dibandingkan dengan kompetitor di kelas harga yang sama.
Baca Juga: Review Samsung Galaxy A37 5G: Selisih Tipis dengan A57, Mending Pilih yang Mana?
Performa, Beda Generasi Chipset
Di sektor performa, perbedaan cukup signifikan. Samsung Galaxy A37 5G menggunakan chipset Exynos 1480, sementara Galaxy A57 sudah memakai Exynos 1680 yang lebih baru.
Dari pengujian, performa A57 unggul sekitar 20–30 persen. Untuk penggunaan harian, A37 masih cukup lancar. Namun, saat digunakan untuk game berat, performanya kurang stabil dan suhu perangkat bisa meningkat hingga hampir 48 derajat Celsius.
Menariknya, performa A37 cenderung membaik setelah beberapa menit penggunaan, meski fenomena ini dinilai kurang ideal untuk pengalaman gaming.
Kamera, Tidak Jomplang
Di sektor fotografi, kedua perangkat sama-sama mengandalkan kamera utama 50 MP dengan OIS. Hasil foto keduanya relatif mirip, dengan karakter warna cerah khas Samsung.
Perbedaan terletak pada kamera ultrawide. Galaxy A37 hanya memiliki resolusi 8 MP, sedangkan A57 mencapai 12 MP. Meski begitu, hasil foto tidak selalu berbeda jauh dan dalam beberapa kondisi A37 masih mampu mengimbangi.
Dibanding Galaxy A56, Justru Lebih Berat
Yang membuat posisi A37 semakin sulit adalah keberadaan Samsung Galaxy A56 5G. Di harga yang sama, A56 justru menawarkan build quality lebih premium dengan frame metal dan performa chipset yang lebih kencang.
A37 memang unggul dari sisi software yang lebih baru dan durasi update lebih panjang. Namun, keunggulan tersebut dinilai belum cukup untuk mengalahkan A56 dari sisi performa dan material.
Kesimpulan, Kurang Worth It di 2026
Melihat hasil review Samsung Galaxy A37 5G, perangkat ini sebenarnya tidak buruk. Namun, posisinya terjepit di antara dua pilihan yang lebih menarik.
Jika budget terbatas di kisaran Rp5 jutaan, Galaxy A56 masih menjadi pilihan lebih rasional. Sementara jika bisa menambah sekitar Rp1 juta, Galaxy A57 menawarkan peningkatan signifikan di hampir semua aspek, mulai dari desain, performa, hingga konektivitas.
Dengan kondisi tersebut, Samsung Galaxy A37 5G saat ini dinilai kurang “worth it” di kelasnya, kecuali bagi pengguna yang benar-benar terbatas budget namun tetap ingin berada di ekosistem Samsung.
Baca Juga: 7 HP AMOLED 144Hz Termurah 2026, Mulai Rp2 Jutaan! Ini Daftar Lengkap Spek Gahar & Gaming Mulus
Editor : Cholifatun Nisak