JAKARTA - Tecno Pova 7 kembali jadi sorotan di pasar smartphone entry-level. Seri ini dikenal sebagai “raja HP gaming murah”, namun kehadirannya kali ini mendapat tantangan dari saudara sendiri di kelas harga yang sama. Dengan banderol mulai Rp2 jutaan, Tecno Pova 7 menawarkan spesifikasi menarik, terutama di sektor baterai jumbo 7000 mAh.
Di tiga bulan terakhir, persaingan di kelas Rp2 jutaan semakin panas. Kehadiran seri lain dari Tecno membuat posisi Tecno Pova 7 sedikit tergeser. Meski begitu, perangkat ini tetap menarik perhatian berkat daya tahan baterai yang diklaim “badak” serta performa gaming yang cukup stabil di kelasnya.
Salah satu nilai jual utama Tecno Pova 7 adalah baterainya yang besar. Kapasitas 7000 mAh membuat HP ini mampu bertahan lebih lama dibanding rata-rata smartphone di kelas harga yang sama. Dalam pengujian, penggunaan gaming seperti Mobile Legends dan PUBG Mobile hanya menguras sekitar 5–9 persen per jam. Artinya, pengguna bisa bermain game berjam-jam tanpa khawatir kehabisan daya.
Desain Gaming Futuristik dan Fitur Lengkap
Dari sisi desain, Tecno Pova 7 tampil dengan gaya futuristik khas seri gaming. Bagian belakangnya memiliki aksen unik menyerupai perangkat mekanikal dengan nuansa ala perangkat gaming. Bahkan, beberapa reviewer menyebut desainnya terinspirasi dari konsep futuristik seperti smartphone premium.
Material bodinya memang masih menggunakan plastik, namun finishing-nya dibuat menyerupai metal sehingga tetap terasa solid saat digenggam. Bobotnya mencapai sekitar 220 gram, cukup berat, tetapi masih wajar mengingat kapasitas baterainya yang besar.
Fitur yang disematkan juga cukup lengkap. Mulai dari NFC, dual speaker stereo dengan dukungan Dolby Atmos, hingga infrared blaster. Bahkan, HP ini masih menyediakan jack audio 3,5 mm yang kini mulai jarang ditemukan.
Layar 120 Hz, Tapi Masih IPS
Tecno Pova 7 dibekali layar IPS LCD berukuran 6,78 inci dengan refresh rate 120 Hz. Secara pengalaman, layar ini sudah cukup halus untuk gaming maupun scrolling harian. Namun, ada satu catatan penting: panelnya masih IPS, bukan AMOLED seperti generasi sebelumnya.
Hal ini membuat kualitas warna dan tingkat kecerahan terasa sedikit kalah dibanding kompetitor di harga yang sama. Penggunaan di dalam ruangan masih nyaman, tetapi saat di bawah sinar matahari langsung, visibilitas layar agak menurun.
Performa Gaming Stabil, Tapi Perlu Optimasi
Di sektor performa, Tecno Pova 7 ditenagai chipset MediaTek Helio G100 yang dikenal stabil di kelas entry-level. Untuk game populer seperti Mobile Legends, performanya cukup mulus di 60 fps. Sementara untuk PUBG Mobile, frame rate masih mentok di 40 fps.
Padahal secara kemampuan, chipset ini sebenarnya bisa lebih tinggi. Hal ini membuat banyak pengguna berharap adanya update software untuk mengoptimalkan performa gaming ke depannya.
Meski begitu, suhu perangkat tetap terjaga. Dalam penggunaan intensif, suhu hanya berada di kisaran 40–43 derajat Celsius, tergolong aman untuk sesi gaming panjang.
Kamera 108 MP, Cukup untuk Harian
Untuk fotografi, Tecno Pova 7 mengandalkan kamera utama 108 MP. Hasil foto di kondisi terang terlihat tajam dengan detail yang cukup baik. Namun, di kondisi minim cahaya, kualitasnya menurun cukup signifikan.
Kamera depan 8 MP juga tergolong standar. Fitur video mendukung hingga resolusi 2K, meski stabilisasi hanya optimal di Full HD.
Layak Dibeli atau Tidak?
Secara keseluruhan, Tecno Pova 7 masih menjadi pilihan menarik di kelas Rp2 jutaan, terutama bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai dan kebutuhan gaming ringan hingga menengah.
Namun, jika menginginkan layar lebih baik atau fitur kamera lebih lengkap, ada opsi lain di kelas harga yang sedikit lebih tinggi. Tecno Pova 7 lebih cocok untuk pengguna yang tahu kebutuhan utama mereka: baterai awet, performa stabil, dan harga terjangkau.
Editor : Divka Vance Yandriana