JAKARTA - Motorola Moto G45 5G resmi menandai comeback Motorola ke pasar Indonesia setelah vakum selama kurang lebih delapan tahun. Kehadiran Motorola Moto G45 5G langsung menyasar segmen paling kompetitif, yakni kelas harga Rp2 jutaan yang selama ini didominasi berbagai merek dengan spesifikasi agresif.
Motorola Moto G45 5G hadir dengan pendekatan berbeda. Tidak hanya mengandalkan harga terjangkau, ponsel ini juga membawa kombinasi performa, desain, serta fitur yang cukup berani untuk bersaing di kelasnya. Langkah ini dinilai cukup mengejutkan, mengingat pasar entry-level hingga mid-range di Indonesia dikenal sangat ketat.
Dari sisi desain, Motorola Moto G45 5G tampil mencolok dengan pilihan warna yang tidak biasa seperti Viva Magenta, Brilliant Blue, dan Bermuda Green. Material belakang menggunakan tekstur vegan leather yang memberikan kesan premium sekaligus nyaman digenggam. Pendekatan desain ini membuat perangkat terlihat berbeda dibanding kompetitor yang umumnya bermain aman dengan warna netral.
Performa Jadi Andalan Utama
Salah satu daya tarik utama Motorola Moto G45 5G terletak pada dapur pacunya. Ponsel ini ditenagai chipset Snapdragon 6s Gen 3 yang tergolong baru di kelas harga Rp2 jutaan. Berdasarkan pengujian, skor AnTuTu mencapai sekitar 468 ribu poin, menjadikannya salah satu yang tertinggi di segmennya.
Performa tersebut mampu menjalankan game populer seperti Mobile Legends dengan frame rate tinggi hingga 90 fps. Namun, untuk game berat seperti Genshin Impact, performanya masih dibatasi di kisaran 20 fps akibat optimalisasi software yang belum maksimal.
RAM sebesar 8GB dan penyimpanan internal 256GB juga menjadi nilai tambah. Penggunaan storage UFS 2.2 memastikan kecepatan baca-tulis yang lebih baik dibandingkan eMMC yang masih digunakan sebagian kompetitor di kelas yang sama.
Baca Juga: Wapres Dorong Percepatan Bendungan Bagong
Layar dan Fitur Multimedia
Motorola Moto G45 5G dibekali layar berukuran 6,5 inci dengan refresh rate 120Hz. Meski demikian, resolusinya masih HD+ (720p), yang menjadi salah satu kompromi untuk menjaga harga tetap kompetitif. Bezel layar juga terlihat cukup tebal dibandingkan beberapa pesaing.
Untuk audio, perangkat ini sudah dilengkapi speaker stereo dengan dukungan Dolby Atmos. Kualitas suara dinilai cukup baik untuk penggunaan sehari-hari, meski belum menjadi yang terbaik di kelasnya.
Kamera dan Kemampuan Fotografi
Di sektor kamera, Motorola Moto G45 5G mengusung sensor utama 50MP dengan teknologi quad pixel. Hasil foto pada kondisi terang tergolong baik dengan warna cerah dan detail yang cukup tajam.
Baca Juga: Wapres Dorong Percepatan Bendungan Bagong
Namun, performa kamera menurun saat kondisi minim cahaya. Hasil foto cenderung kehilangan detail dan muncul noise, bahkan dengan bantuan night mode. Kamera depan juga mampu menghasilkan video yang stabil, cocok untuk kebutuhan konten sederhana.
Fitur Unggulan dan Software
Salah satu keunggulan Motorola Moto G45 5G terletak pada software. Antarmuka yang mendekati stock Android memberikan pengalaman yang ringan dan minim bloatware.
Fitur unggulan seperti Smart Connect memungkinkan integrasi dengan PC, termasuk fungsi mirroring layar hingga penggunaan kamera HP sebagai webcam. Selain itu, terdapat fitur gestur khas Motorola seperti “chop-chop” untuk menyalakan senter dan “twist” untuk membuka kamera.
Motorola juga menjanjikan update sistem operasi selama dua tahun, meski hal ini masih tergolong standar di kelasnya.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Motorola Moto G45 5G menawarkan kombinasi menarik di kelas Rp2 jutaan. Performa kencang berkat Snapdragon terbaru, desain premium, serta software yang matang menjadi nilai jual utama.
Meski masih memiliki kekurangan seperti resolusi layar yang rendah dan kamera low light yang kurang optimal, perangkat ini tetap layak dipertimbangkan bagi pengguna yang mencari performa tinggi dan pengalaman software yang bersih.
Dengan strategi ini, Motorola tampaknya serius untuk kembali bersaing di pasar Indonesia dan menantang dominasi merek yang sudah lebih dulu menguasai segmen ini.
Editor : Divka Vance Yandriana