SINGAPURA – Pasar smartphone semi-flagship kembali diguncang dengan kehadiran Samsung S25 FE. Ponsel yang sering dijuluki "Flagship Killer" ini hadir dengan sejumlah penyempurnaan signifikan dibandingkan pendahulunya. Dalam pengujian harian yang dilakukan di Singapura baru-baru ini, Samsung S25 FE membuktikan bahwa pengalaman premium tidak selalu harus ditebus dengan harga selangit.
Secara desain, Samsung S25 FE kini tampil lebih elegan dengan bodi yang lebih tipis 0,6 mm dan lebih ringan 23 gram dibandingkan S24 FE. Samsung juga memberikan peningkatan pada sektor durabilitas dengan penggunaan kaca pelindung Gorilla Glass Victus Plus dan frame enhanced armor aluminum—material yang sama dengan seri S25 standar. Hasilnya, ponsel ini tidak hanya nyaman digenggam tanpa case, tetapi juga lebih tahan banting terhadap benturan ringan.
Sektor layar pun tak luput dari perhatian. Bezel yang dulunya sering menjadi sasaran kritik kini tampil jauh lebih tipis. Meskipun bagian dagu masih sedikit lebih tebal, visual yang ditawarkan Samsung S25 FE tetap memanjakan mata, terutama saat digunakan di bawah terik matahari. Dukungan tingkat kecerahan yang tinggi membuat aktivitas tracking atau navigasi di luar ruangan tetap nyaman tanpa kendala keterbacaan.
Galaxy AI: Kreativitas Tanpa Batas dalam Genggaman
Salah satu nilai jual utama dari perangkat ini adalah integrasi Galaxy AI yang semakin matang. Fitur Generative Edit menjadi primadona bagi pengguna yang hobi mengedit foto. Kini, pengguna bisa dengan mudah menghapus objek pengganggu atau bahkan memindahkan subjek dari satu foto ke foto lainnya dengan hasil yang sangat natural. Fitur ini terbukti sangat membantu saat harus melakukan quick edit untuk konten media sosial.
Selain itu, fitur Audio Eraser pada perekaman video menjadi penyelamat saat mengambil konten di area yang bising. AI secara cerdas mampu meredam suara latar (noise) dan menonjolkan suara utama, membuat hasil video dokumentasi perjalanan terasa lebih profesional. Kecanggihan ini menunjukkan bahwa Samsung tidak hanya menjual angka spesifikasi, melainkan fungsionalitas nyata bagi penggunanya.
Uji Baterai dan Performa Gaming yang Stabil
Banyak yang bertanya-tanya, apakah baterai Samsung S25 FE mampu bertahan untuk penggunaan intens seharian? Dalam pengujian Screen on Time (SOT), ponsel ini berhasil mencatatkan waktu 6,5 jam dalam pemakaian normal menggunakan data seluler. Angka ini tergolong standar namun cukup tangguh mengingat performa Exynos 2400 yang diusungnya sangat kencang. Dukungan pengisian daya cepat 45 watt juga memungkinkan baterai terisi dari 1% hingga 58% hanya dalam waktu 30 menit.
Untuk urusan gaming, Samsung S25 FE sanggup melibas Mobile Legends pada pengaturan Super HD dengan sangat mulus. Keberadaan vapor chamber yang 13% lebih luas dibandingkan model sebelumnya terbukti efektif meredam panas. Suhu perangkat tetap terjaga pada level hangat yang wajar meski digempur sesi permainan intens selama belasan menit. Peningkatan suhu yang hanya berkisar 1,5 derajat menunjukkan sistem pendinginan bekerja maksimal.
Kamera Low-Light dan Kecepatan Transfer Data
Di sektor fotografi, kamera utama Samsung S25 FE menunjukkan performa luar biasa dalam kondisi minim cahaya (low light). Detail wajah pada hasil foto selfie terlihat lebih natural dengan tingkat noise yang teredam baik. Meskipun perekaman video kamera depan masih menunjukkan sedikit getaran (jitter), peningkatannya cukup terasa dibanding generasi sebelumnya.
Kelebihan lain yang jarang dibahas adalah dukungan port USB-C 3.2. Fitur ini memungkinkan transfer data super cepat; mengirim file berukuran 3 GB hanya membutuhkan waktu sekitar 30 detik. Dengan dukungan software selama 7 tahun dan ketersediaan varian memori hingga 512 GB, Samsung S25 FE menjadi investasi jangka panjang yang sangat menarik bagi pecinta gadget Samsung.
Editor : Vicky Permana Saputra