TULUNGAGUNG – Samsung kembali merumuskan ulang definisi smartphone "Flagship Murah" melalui peluncuran Samsung Galaxy S25 FE. Sebagai varian paling terjangkau di keluarga S25 series tahun 2025, perangkat ini hadir bukan sekadar sebagai pelengkap, melainkan sebagai penawaran yang sangat seimbang bagi mereka yang mendambakan pengalaman premium tanpa harus merogoh kocek belasan juta rupiah.
Dengan harga mulai dari Rp9.999.000, Samsung S25 FE membawa beberapa perubahan fundamental yang langsung terasa sejak pertama kali digenggam. Apakah embel-embel "FE" (Fan Edition) kali ini benar-benar memuaskan ekspektasi para penggemar? Berikut bedah tuntas tim redaksi.
Desain: Lebih Tipis, Lebih Ringan, Lebih Nyaman
Upgrade paling nyata ada pada aspek ergonomi. Jika pendahulunya (S24 FE) kerap dikritik karena bobotnya yang mencapai 213 gram dan frame yang terasa tajam, S25 FE hadir dengan "diet" ketat. Bobotnya kini menyusut drastis menjadi 190 gram dengan ketebalan hanya 7,4 mm.
Samsung juga memperbaiki finishing frame-nya menjadi lebih halus, membuatnya sangat nyaman digenggam meski tanpa menggunakan casing. Untuk perlindungan, ponsel ini sudah mengantongi sertifikasi IP68 (tahan air dan debu) serta dilapisi Gorilla Glass Victus Plus pada bagian layar. Opsi warna Navy menjadi bintang utama (hero color) tahun ini, memberikan kesan profesional sekaligus modern.
Baca Juga: 5 HP Baterai 7000 mAh Termurah 2026, Harga 2 Jutaan tapi Tahan Seharian Nonstop!
Layar dan Multimedia: Standar Emas Samsung
Mengusung panel Dynamic AMOLED 2X seluas 6,7 inci, layar S25 FE mendukung refresh rate adaptif 60-120 Hz. Bezelnya kini jauh lebih tipis dibandingkan generasi sebelumnya, memberikan kesan lebih immersive meskipun bagian dagu (chin) masih sedikit lebih tebal dibanding sisi lainnya.
Bagi kreator konten, layar ini adalah "kanvas" yang akurat. Pada mode Natural, akurasi warnanya mendekati 100% sRGB, sementara mode Vivid menyediakan slider vividness hingga 3 level untuk kejenuhan warna yang bisa dipersonalisasi. Kualitas audio dari speaker stereonya pun masuk kategori jempolan; jernih, detail, dan lantang.
Performa: Exynos 2400 Tanpa Sunat
Berbeda dengan seri FE tahun lalu yang menggunakan versi "E" (versi yang lebih lambat), S25 FE kali ini mengusung Exynos 2400 reguler yang sama dengan seri S24 Plus. Hasilnya? Skor Antutu 11 menembus angka 2,1 juta poin.
Dalam pengujian gaming:
-
Mobile Legends: Lancar jaya di 90 FPS (Super HD) dengan suhu stabil di 36°C.
-
Genshin Impact: Berjalan di kisaran 50-60 FPS pada pengaturan Highest. Meskipun suhu menyentuh 43°C, penyebaran panasnya tergolong merata berkat sistem pendinginan yang optimal.
Namun, catatan bagi para gamer, beberapa game seperti Wuthering Waves dan PUBG Mobile tampaknya masih membutuhkan optimasi lebih lanjut dari sisi developer agar bisa membuka limit frame rate yang lebih tinggi pada chipset Exynos ini.
Kamera: Raja Video di Kelasnya
Samsung melakukan upgrade pada kamera selfie menjadi 12 MP yang kini mendukung perekaman 4K 60fps—fitur yang masih langka di kelas harganya. Di bagian belakang, terdapat konfigurasi triple kamera: 50 MP (Main OIS), 8 MP (Telephoto 3x OIS), dan 12 MP (Ultrawide).
Kelebihan utama kamera S25 FE adalah konsistensi. Transmisi antar lensa terasa mulus, dan fitur videografinya sangat lengkap, mulai dari perekaman 8K 30fps, Portrait Video, hingga Slow Motion 4K 120fps. Fitur Audio Eraser berbasis AI juga hadir untuk menghilangkan kebisingan latar belakang pada video, sebuah fitur yang sangat fungsional bagi vlogger.
Software: Kejutan One UI 8 & Android 16
Inilah daya tarik utama S25 FE. Ponsel ini langsung meluncur dengan One UI 8 berbasis Android 16. Ini berarti S25 FE mengalami lompatan dua generasi OS dibandingkan S24 FE. Samsung juga berkomitmen memberikan update OS dan keamanan selama 7 tahun, durasi terpanjang untuk smartphone di Indonesia saat ini.
Fitur Galaxy AI hadir paling lengkap, mulai dari Gemini Live, Note Assist, hingga Generative Edit yang hingga saat ini masih dianggap sebagai salah satu AI pengolah gambar terbaik di smartphone. Tak ketinggalan, fitur keamanan Auto Blocker aktif secara default untuk melindungi pengguna dari ancaman file APK berbahaya (seperti penipuan kurir/undangan digital).
Baterai dan Pengisian Daya
Kapasitas baterai naik menjadi 4.900 mAh. Dalam pengujian video playback, ponsel ini bertahan hingga 24 jam 26 menit. Meskipun mendukung pengisian daya 45W, hasil pengujian menunjukkan kecepatan pengisiannya tidak berbeda jauh dengan charger 25W, yakni butuh waktu sekitar 1 jam 10 menit untuk terisi penuh.
Kesimpulan: Layakkah Dibeli?
Kelebihan:
-
Update OS & Keamanan sangat panjang (7 tahun).
-
Langsung menggunakan Android 16 (One UI 8).
-
Bodi jauh lebih ringan dan tipis.
-
Fitur flagship lengkap: Samsung Dex, USB 3.2, Wireless Charging, IP68.
-
Kualitas video selfie dan mikrofon terbaik di kelasnya.
Kekurangan:
-
Paket penjualan sangat minim (tanpa charger, case, atau antigores).
-
Varian base storage 128 GB terasa mulai sempit untuk standar 2025.
-
Kecepatan charging 45W belum terasa signifikan peningkatannya.
Samsung Galaxy S25 FE adalah pilihan paling rasional bagi Anda yang menginginkan "DNA" flagship Samsung tanpa harus membayar harga varian Ultra. Ia menawarkan keseimbangan yang pas antara performa gahar, kecerdasan AI, dan jaminan masa depan software yang sangat panjang.
Baca Juga: 10 HP 2 Jutaan Terbaik 2026, Ada Baterai 7000 mAh dan Chipset Gaming, Murah Tapi Spek Ngeri!
Editor : Vicky Permana Saputra