JAKARTA - Kehadiran Samsung Galaxy A07 langsung menyita perhatian pasar smartphone entry-level. Dibanderol mulai Rp1,3 jutaan, perangkat ini disebut-sebut sebagai salah satu HP Samsung paling murah dengan spesifikasi yang justru “naik kelas”.
Popularitas Samsung Galaxy A07 semakin meningkat setelah banyak pengguna membandingkannya dengan kompetitor di harga serupa, termasuk dari Xiaomi. Bahkan, tak sedikit yang menyebut HP ini berpotensi “mending” dibanding rivalnya karena kombinasi fitur yang ditawarkan.
Dengan harga terjangkau, Samsung Galaxy A07 membawa sejumlah keunggulan yang biasanya hanya ditemukan di HP kelas Rp2 jutaan. Mulai dari chipset, jenis storage, hingga dukungan software yang panjang.
Desain Simpel, Tetap Fungsional
Dari sisi desain, Galaxy A07 tampil sederhana namun tetap menarik. Modul kamera berbentuk kapsul dengan kamera utama 50MP dan sensor tambahan 2MP. Tersedia tiga pilihan warna, termasuk varian hijau dengan efek garis yang cukup mencolok.
Bobinya ringan, hanya sekitar 180 gram dengan ketebalan 7,6 mm. Material polikarbonat masih digunakan di seluruh bodi, sesuai dengan kelas harganya. Samsung juga menghadirkan desain “Key Island” untuk tombol, lengkap dengan sensor sidik jari di sisi samping.
Fitur lain yang cukup menarik adalah triple slot untuk dua SIM dan microSD hingga 2TB. Namun, fitur seperti NFC dan gyro hardware masih absen, yang memang cukup wajar di segmen ini.
Layar 90Hz, Mulus di Kelasnya
Pada sektor layar, Galaxy A07 mengusung panel HD+ (720x1600 piksel) dengan refresh rate 90Hz. Meski resolusinya standar, pengalaman scrolling terasa lebih halus dibanding HP 60Hz di kelas harga yang sama.
Kecerahan layar juga tergolong baik untuk penggunaan outdoor. Ditambah dengan tampilan antarmuka One UI 7 yang colorful, pengalaman visual tetap terasa nyaman untuk aktivitas sehari-hari seperti media sosial dan streaming.
Performa Kencang Berkat Helio G99
Salah satu daya tarik utama Galaxy A07 adalah penggunaan chipset Helio G99—yang biasanya ditemukan di HP Rp2 jutaan. Performa ini didukung oleh storage UFS, yang jarang ditemukan di HP Rp1 jutaan.
Kombinasi tersebut membuat performa terasa lebih responsif, terutama untuk multitasking ringan dan penggunaan aplikasi harian. Untuk gaming, Mobile Legends bisa berjalan stabil di 60 fps.
Namun, dengan RAM dasar 4GB, pengguna tetap perlu menyesuaikan ekspektasi, terutama untuk game berat seperti Genshin Impact yang kurang optimal di perangkat ini.
Baterai Awet dan Bonus Charger
Galaxy A07 dibekali baterai 5.000 mAh yang cukup awet untuk penggunaan harian. Dalam pengujian, bermain game selama 30 menit hanya menghabiskan sekitar 7 persen baterai, sementara streaming satu jam sekitar 6 persen.
Menariknya, Samsung masih memberikan charger 25W dalam paket penjualan. Pengisian daya dari nol hingga penuh memakan waktu sekitar 1,5 jam—cukup kompetitif di kelasnya.
Kamera Cukup untuk Kebutuhan Dasar
Di sektor kamera, hasil jepretan 50MP tergolong standar. Kamera ini lebih cocok untuk dokumentasi sehari-hari dibanding kebutuhan fotografi estetika.
Namun, untuk video selfie, kualitasnya cukup mengejutkan. Dynamic range tergolong baik, bahkan dalam kondisi cahaya terang. Meski begitu, absennya stabilisasi membuat hasil video masih terasa goyang.
Update OS Panjang, Jadi Nilai Lebih
Salah satu keunggulan yang jarang ditemukan di kelas ini adalah dukungan update OS hingga 6 tahun. Hal ini membuat Galaxy A07 terasa lebih “future-proof” dibanding pesaingnya.
Meski demikian, dengan RAM yang terbatas, performa jangka panjang tetap menjadi catatan yang perlu diperhatikan pengguna.
Layak Dibeli? Tergantung Varian
Secara keseluruhan, Galaxy A07 menjadi pilihan menarik di segmen Rp1 jutaan. Varian 4GB/64GB disebut paling worth it karena menawarkan keseimbangan harga dan performa.
Namun, untuk varian lebih tinggi yang mendekati Rp2 jutaan, keunggulannya mulai terasa biasa saja karena spesifikasi serupa sudah menjadi standar di kelas tersebut.
Dengan kombinasi harga murah dan fitur unggulan, Galaxy A07 layak dipertimbangkan bagi pengguna yang mencari HP terjangkau dengan performa solid.
Editor : Divka Vance Yandriana