TRENGGALEK NJENGGELEK- Review Honor X9C kembali jadi sorotan setelah banyak yang awalnya meragukan smartphone ini. Dengan harga di kisaran Rp 4 jutaan dan hanya dibekali Snapdragon 6 Gen 1, banyak yang mempertanyakan daya saingnya dibanding kompetitor yang lebih murah dengan chipset serupa.
Namun, hasil pengujian justru menunjukkan hal berbeda. Review Honor X9C mengungkap bahwa pengalaman penggunaan (user experience) yang ditawarkan ternyata jauh lebih baik dari ekspektasi awal. Bahkan, ponsel ini disebut bisa menjadi alternatif terbaik bagi pengguna yang menginginkan rasa Huawei tanpa ribet layanan Google.
Seperti diketahui, Honor kini telah berpisah dari Huawei sejak 2020 dan berdiri sebagai perusahaan independen. Hal ini membuat Honor X9C sudah dibekali Google Mobile Services (GMS), sehingga pengguna tidak perlu lagi melakukan instalasi tambahan seperti pada perangkat Huawei.
Magic OS yang Familiar dan Smooth
Salah satu daya tarik utama dalam review Honor X9C adalah sistem operasi Magic OS. Antarmukanya sangat mirip dengan HarmonyOS milik Huawei, baik dari segi desain ikon hingga struktur menu.
Meski secara tampilan terkesan sederhana dan tidak terlalu modern, Magic OS menawarkan pengalaman yang mulus. Perpindahan aplikasi terasa cepat, navigasi mudah dipahami, dan minim gangguan iklan.
Beberapa fitur menarik juga disematkan, seperti App Twin untuk menggandakan aplikasi, fitur konektivitas antar perangkat, hingga kemampuan screenshot pintar yang langsung menyimpan konten panjang ke catatan secara otomatis.
Performa Bukan Sekadar Angka
Dari sisi spesifikasi, Snapdragon 6 Gen 1 memang bukan chipset terbaru. Bahkan, prosesor ini sudah digunakan di smartphone yang lebih murah. Namun dalam review Honor X9C, performanya terasa lebih optimal.
Untuk penggunaan harian hingga multitasking, ponsel ini berjalan lancar. Bahkan saat digunakan bermain game seperti PUBG Mobile, tersedia opsi grafis HDR dengan frame rate tinggi yang tidak selalu hadir di perangkat lain dengan chipset serupa.
Game berat seperti Genshin Impact juga masih bisa dijalankan dengan setting tinggi tanpa kendala berarti. Suhu perangkat pun tetap stabil, menunjukkan optimalisasi sistem yang cukup baik.
Baca Juga: Poco X7 Pro Resmi Dibongkar: Spek Gahar, Kamera Naik Level, Tapi Ada Kekurangan yang Bikin Ragu!
Baterai Jumbo Jadi Nilai Jual
Keunggulan utama lainnya dalam review Honor X9C adalah baterainya yang mencapai 6600 mAh. Kapasitas ini tergolong sangat besar di kelasnya dan mampu bertahan seharian penuh untuk penggunaan intensif.
Pengguna bahkan mengaku kesulitan menghabiskan baterai dalam satu hari. Dengan sisa daya yang masih tinggi di sore hari, perangkat masih bisa digunakan untuk aktivitas tambahan seperti hotspot hingga malam.
Daya tahan ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Honor X9C layak dipertimbangkan dibanding kompetitor yang lebih fokus pada performa mentah.
Tangguh Secara Fisik
Honor X9C juga dikenal dengan durabilitasnya. Meski tidak memiliki sertifikasi IP68 atau standar militer, perangkat ini diklaim tahan banting dan mampu menghadapi kondisi ekstrem seperti semprotan air bertekanan tinggi.
Desain bodinya memang menggunakan material plastik, namun tetap nyaman digenggam berkat lengkungan di bagian depan dan belakang. Hal ini juga membantu meningkatkan ergonomi saat digunakan sehari-hari.
Baca Juga: Duel Panas Poco F7 vs Poco X7 Pro: Lebih Kencang Mana? Ini Jawaban Buat yang Bingung Pilih!
Layar dan Audio Cukup Memadai
Layar Honor X9C menggunakan panel OLED melengkung dengan kualitas warna yang cukup baik. Meski bukan yang terbaik di kelasnya, layar ini tetap nyaman untuk aktivitas seperti menonton dan browsing.
Fitur tambahan seperti mode e-book, pengaturan warna, dan eye comfort juga tersedia untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.
Sementara itu, speaker stereo yang disematkan memberikan kualitas audio yang cukup baik, meski belum bisa dikategorikan istimewa.
Kamera Jadi Kompromi
Di balik berbagai keunggulannya, review Honor X9C juga menyoroti sektor kamera sebagai titik lemah. Secara teknis, hasil foto memiliki detail yang baik dan noise yang minim.
Namun, pengolahan warna dan kontras sering kali berlebihan, membuat hasil foto terlihat kurang natural. Kondisi ini juga berlaku untuk video, di mana kualitas stabilisasi dan warna masih perlu ditingkatkan.
Kamera depan sendiri cukup memuaskan untuk foto selfie, meski resolusi video masih terbatas di 1080p.
Editor : Fadhilah Salsa Bella