JAKARTA - Dominasi produsen ponsel asal Tiongkok di pasar entry-level tampaknya mulai terancam. Raksasa teknologi Korea Selatan baru saja meluncurkan Samsung Galaxy A07, sebuah perangkat yang mendefinisikan ulang arti "ponsel murah" dari Samsung. Selama ini, seri termurah Samsung sering kali dicap overprice, namun kali ini ceritanya berbeda. Dengan harga mulai dari Rp 1,2 jutaan, perangkat ini membawa spesifikasi yang sangat kompetitif dan fitur masa depan yang sulit ditemukan pada kompetitor di kelasnya.
Kehadiran Samsung Galaxy A07 menjadi bukti bahwa Samsung mulai serius menggarap segmen pasar menengah ke bawah. Tidak tanggung-tanggung, ponsel ini dibekali dengan jaminan pembaruan perangkat lunak yang sangat panjang, yakni 6 kali pembaruan Android dan 6 tahun pembaruan keamanan. Kebijakan ini benar-benar mind-blowing untuk ukuran ponsel sejutaan, memastikan pengguna tidak perlu berganti perangkat hingga tahun 2031 karena sistem operasinya yang terus relevan.
Strategi harga Samsung Galaxy A07 yang agresif ini diprediksi akan menarik minat besar, terutama bagi mereka yang mencari perangkat andal untuk jangka panjang. Tersedia dalam beberapa varian memori, mulai dari 4/64 GB hingga 8/256 GB, ponsel ini memberikan fleksibilitas bagi calon pembeli sesuai dengan kebutuhan anggaran mereka. Apalagi dengan balutan desain yang clean dan modern, Samsung seolah ingin menghapus citra "ponsel murah" yang membosankan.
Desain Nyentrik dengan Proteksi IP54
Secara visual, Samsung Galaxy A07 tampil dengan desain yang segar dan minimalis. Modul kameranya dibuat sangat simpel, bahkan sekilas mengingatkan kita pada desain futuristik iPhone 17 model standar. Varian warna hijau menjadi primadona karena tampilannya yang nyentrik namun tetap terlihat elegan. Body ponsel ini juga sudah dilengkapi dengan sertifikasi IP54, yang artinya perangkat ini sudah tahan terhadap cipratan air ringan dan debu.
Pada bagian sisi kanan, terdapat tombol power yang sekaligus merangkap sebagai pemindai sidik jari (fingerprint scanner) yang responsif. Menariknya, Samsung masih mempertahankan lubang jack audio 3,5 mm di bagian bawah, sebuah fitur yang kini mulai langka namun tetap dicari oleh banyak pengguna. Meski speakernya masih bertipe mono, kualitas suara yang dihasilkan tergolong cukup lantang untuk kebutuhan multimedia harian.
Layar 90Hz yang Mulus Meski Berdesain Klasik
Layar menjadi salah satu sektor yang menarik untuk dibahas. Samsung Galaxy A07 mengusung panel PLS LCD seluas 6,7 inci dengan resolusi HD Plus. Meskipun secara angka resolusinya terlihat standar, kualitas warna yang dihasilkan khas Samsung—sangat tajam dan tetap nyaman dipandang. Keunggulan utamanya terletak pada refresh rate 90 Hz yang membuat aktivitas scrolling di media sosial terasa jauh lebih halus dibandingkan layar 60 Hz biasa.
Baca Juga: 7 HP Oppo 5G Terbaik 2026 Mulai Rp2 Jutaan, Baterai Badak hingga Kamera OIS Jadi Incaran
Namun, ada sedikit catatan pada estetika bagian depan. Desain layarnya masih menggunakan gaya water drop notch yang tampak sedikit jadul dengan bezel atau dagu bawah yang cukup tebal. Meski demikian, untuk harga di angka satu jutaan, kompromi desain ini tergolong wajar mengingat performa bagian dalam yang sangat bertenaga.
Performa Helio G99 dan Teknologi Storage UFS
Di sektor dapur pacu, Samsung Galaxy A07 benar-benar mengamuk. Ponsel ini ditenagai oleh chipset MediaTek Helio G99 berfabrikasi 6nm, prosesor yang dikenal sangat efisien dan bertenaga di kelas 4G. Penggunaan tipe penyimpanan UFS 2.2 memberikan kecepatan transfer data yang jauh lebih kencang dibandingkan eMMC tradisional, sehingga proses membuka aplikasi terasa sangat instan.
Dalam pengujian gaming, ponsel ini mampu menjalankan Mobile Legends pada pengaturan grafis Ultra dengan lancar. Sementara untuk PUBG Mobile, settingan Smooth Extreme sudah terbuka dan mampu menjaga rata-rata 58 FPS. Bahkan untuk game berat seperti Genshin Impact, varian RAM terendah pun masih bisa menjalankannya, meskipun sangat disarankan untuk memilih varian RAM 6 GB atau 8 GB demi kenyamanan maksimal mengingat ukuran game yang sangat besar.
Baterai Awet dan Kamera 50 MP
Untuk mendukung aktivitas seharian, tersedia baterai berkapasitas 5.000 mAh yang tergolong awet. Pengujian menunjukkan bahwa menonton YouTube selama satu jam hanya menguras daya sebesar 7%. Pengisian daya didukung teknologi 25 Watt yang mampu mengisi baterai dari kondisi kosong hingga penuh dalam waktu sekitar 1 jam 20 menit.
Di sisi fotografi, kamera utama 50 MP mampu menghasilkan foto dengan saturasi warna yang apik khas Samsung. Meski dalam kondisi cahaya sulit dynamic range-nya terasa terbatas, namun untuk dokumentasi sehari-hari hasilnya sudah lebih dari cukup. Dengan sistem operasi OneUI 7 berbasis Android 15, antarmuka yang ditawarkan terasa sangat bersih, ringan, dan ramah pengguna, bahkan untuk orang tua sekalipun.
Editor : Vicky Permana Saputra