TULUNGAGUNG – Samsung Galaxy A07 tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pemburu HP budget. Bagaimana tidak? Dengan harga mulai dari Rp 1,2 jutaan, Samsung yang biasanya dikenal "pelit" spesifikasi di kelas entry-level, kini membekali ponsel ini dengan chipset Helio G99 dan dukungan pembaruan sistem operasi hingga 6 tahun.
Setelah pemakaian intensif selama satu minggu, berikut adalah rangkuman suka dan duka menggunakan Samsung Galaxy A07 sebagai bahan pertimbangan Anda sebelum meminangnya.
Suka: Mengapa HP Ini Layak Dilirik?
1. Performa Chipset "Salah Harga"
Kehadiran Helio G99 di harga Rp 1,2 juta adalah sebuah anomali positif dari Samsung. Chipset ini biasanya ditemukan pada ponsel harga Rp 2 jutaan ke atas. Hasilnya? Skor AnTuTu mampu menembus angka 500.000-an. Untuk aktivitas harian seperti multitasking dan buka-tutup aplikasi, ponsel ini terasa sangat gegas dan jauh dari kata lemot.
2. Layar Terang dan Mulus
Meski resolusinya masih HD+ (720p), kualitas panel PLS LCD buatan Samsung ini patut diacungi jempol. Warnanya hidup dan natural. Keunggulan utamanya adalah tingkat kecerahan (brightness) yang sangat baik, bahkan tetap terlihat jelas di bawah terik matahari, mengalahkan beberapa kompetitor yang lebih mahal. Dukungan refresh rate 90 Hz juga membuat pengalaman scrolling terasa sangat mulus.
3. Fitur Pendukung yang Lengkap
Samsung tidak memangkas fitur-fitur penting:
-
Fingerprint Scanner: Terletak di samping dan cukup responsif.
-
IP54: Tahan terhadap debu dan cipratan air (aman untuk penggunaan saat gerimis).
-
Dual Microphone: Jarang ada di HP murah, membuat kualitas rekaman suara dan telepon jauh lebih jernih.
-
Update Software Panjang: Jaminan hingga Android 21 (6 tahun ke depan).
4. Pengisian Daya Tercepat di Kelasnya
Meski baterainya standar 5.000 mAh, dukungan 25W Super Fast Charging adalah pembeda. Mengisi daya dari 10% ke 100% hanya butuh waktu 1 jam 11 menit, jauh lebih cepat dibanding rata-rata HP sejutaan lainnya yang biasanya memakan waktu hingga 2 jam.
Duka: Apa Saja Kekurangannya?
1. Ergonomi dan Build Quality
Genggaman ponsel ini terasa kurang nyaman karena desain backdoor dengan siku yang terlalu tegas dan kotak. Bodinya yang berbahan plastik juga sangat mudah meninggalkan bekas sidik jari, sehingga ponsel cepat terlihat kotor atau "kucel" jika tidak menggunakan casing.
2. Speaker Mono yang "Cempreng"
Kualitas audio menjadi sektor yang dikorbankan. Speaker tunggalnya menghasilkan suara yang kurang bulat dan cenderung kasar (cempreng) jika dipasang pada volume maksimal. Bass hampir tidak terasa, sehingga sangat disarankan menggunakan earphone melalui jack audio 3,5 mm yang masih tersedia.
3. Kamera Sekadar "Ada"
Meskipun resolusinya 50 MP, kualitas fotonya masih tergolong standar HP murah. Detail pada kondisi malam hari terasa kurang tajam (ambyar) dan saturasi warna pada kamera depan 8 MP cenderung pucat atau kusem. Stabilisasi video juga absen, sehingga hasil rekaman akan terasa sangat berguncang jika diambil sambil berjalan.
Kesimpulan: Worth It atau Tidak?
Samsung Galaxy A07 akan menjadi sangat worth it jika Anda:
-
Membeli varian 4/64 GB di harga Rp 1,2 juta. Anda mendapatkan performa mesin kelas atas dengan harga sangat miring.
-
Bisa berkompromi dengan memori internal yang kecil (pintar mengatur file).
-
Menginginkan HP dengan nama besar Samsung dan dukungan software jangka panjang.
Namun, ponsel ini menjadi kurang menarik jika Anda memilih varian memori lebih tinggi (di atas Rp 2 juta), karena di rentang harga tersebut, kompetitor seperti Xiaomi atau Infinix menawarkan layar yang lebih cantik, kamera lebih bagus, dan memori yang jauh lebih lega.
Saran Penggunaan: Segera gunakan casing tambahan untuk meningkatkan kenyamanan genggam dan menjaga kebersihan bodi belakangnya.
Baca Juga: 6 HP Oppo Terbaru 2026 Resmi Ramaikan Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan IP69 Jadi Andalan
Editor : Vicky Permana Saputra