JAKARTA - Sony Xperia 1 VII kembali menjadi sorotan di pasar smartphone flagship premium. Ponsel terbaru dari Sony itu mendapat pujian karena performa stabil, suhu dingin saat gaming, dan daya tahan baterai yang impresif. Namun di sisi lain, harga mahal yang dibanderol membuat banyak pengamat menilai fitur kamera dan software-nya belum mampu menyaingi rival-rival flagship asal Tiongkok.
Dalam sebuah ulasan setelah pemakaian hampir sebulan, reviewer teknologi mengungkap bahwa Sony Xperia 1 VII memang membawa banyak peningkatan dibanding generasi sebelumnya. Stigma lama soal smartphone Sony yang mudah panas dan performanya kurang maksimal kini mulai terpatahkan.
Keyword Sony Xperia 1 VII bahkan ramai dibicarakan karena performa gaming yang dianggap mengejutkan untuk chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite. Meski skor benchmark Antutu hanya berada di angka 2 jutaan kecil, pengalaman bermain game justru terasa sangat nyaman.
Saat digunakan memainkan game seperti Mobile Legends: Bang Bang, suhu perangkat disebut tetap adem meski dipakai dalam waktu lama di ruangan tanpa AC. Frame rate juga stabil di 120 FPS dengan kenaikan suhu hanya sekitar dua derajat.
Performa dan Baterai Jadi Kelebihan Utama
Reviewer menilai Sony melakukan tuning performa yang lebih realistis dibanding memaksakan benchmark tinggi. Sistem throttling pada Xperia 1 VII juga dianggap lebih baik karena masih mengizinkan suhu perangkat mencapai 43 derajat demi menjaga performa tetap stabil.
Selain gaming, performa harian seperti editing video, ekspor file, hingga perekaman video 4K 60fps juga berjalan lancar tanpa kendala berarti. Dalam pengujian outdoor semi terbuka selama tujuh menit, suhu internal ponsel hanya naik hingga 36 derajat Celsius.
Hal lain yang cukup mengejutkan adalah daya tahan baterainya. Dengan kapasitas baterai 5.000 mAh, Sony Xperia 1 VII mampu menghasilkan screen on time hingga 7-8 jam.
Efisiensi tersebut diduga berasal dari optimalisasi chipset Snapdragon 8 Elite yang lebih fokus pada efisiensi daya ketimbang mengejar skor benchmark tinggi. Reviewer bahkan menyebut jika Sony sudah memakai teknologi baterai silikon karbon berkapasitas lebih besar, potensi screen on time-nya bisa jauh lebih tinggi lagi.
Kamera Sony Xperia 1 VII Dinilai Tertinggal
Meski unggul di performa dan baterai, sektor kamera menjadi titik kritik terbesar. Di kelas flagship premium dengan harga di atas Rp20 juta, kualitas kamera Xperia 1 VII dianggap belum mampu menandingi rival seperti Samsung Galaxy S25 Ultra, Xiaomi 15 Ultra, Oppo Find X8 Ultra, hingga Vivo X200 Ultra.
Pada kondisi pencahayaan menantang dan low light, kamera Sony dinilai kalah dalam hal detail dan pengendalian noise. Reviewer menyebut hasil foto Xperia 1 VII hanya sedikit lebih baik dibanding Galaxy S25 Ultra yang dianggap terlalu noisy di kondisi tertentu.
Kelemahan paling terasa ada di sektor zoom. Meski menggunakan sistem variable continuous zoom, kualitas detail telefoto disebut tertinggal cukup jauh dibanding flagship asal Tiongkok. Bahkan pada hybrid zoom 10x hingga 20x, hasil foto Sony mulai kehilangan detail secara signifikan.
Untuk kamera ultrawide dan selfie, performanya masih dianggap cukup baik. Namun secara keseluruhan, reviewer menilai kualitas kamera Xperia 1 VII belum sepadan dengan banderol harga premiumnya.
Charging Lambat dan Minim AI
Sony Xperia 1 VII juga dikritik karena masih memakai fast charging 30 watt. Pengisian daya dari kosong hingga penuh membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam, kalah jauh dibanding kompetitor flagship lain yang sudah mendukung pengisian super cepat.
Sektor audio pun dinilai biasa saja meski masih mempertahankan jack audio 3,5 mm. Reviewer menyebut tidak ada DAC khusus yang membuat kualitas audio terasa istimewa bagi audiophile.
Di sisi software, Sony memang mulai meningkatkan dukungan update Android menjadi empat kali update OS dan enam tahun security patch. Namun antarmuka yang minim perubahan serta absennya fitur AI bawaan menjadi catatan tersendiri.
Baca Juga: Hyundai Creta Alpha 2026 Makin Ganteng, Kini Punya Power Tailgate dan Interior Full Black Sporty
Saat brand lain berlomba menghadirkan fitur AI generatif dan editing pintar, Sony masih mengandalkan fitur bawaan Google seperti Circle to Search dan Gemini.
Sony Dinilai Sulit Mengikuti Tren Pasar
Menutup ulasannya, reviewer menyebut masalah utama Sony kemungkinan berasal dari pendekatan pengembangan produk yang terlalu berfokus pada pasar Jepang dan kurang mengikuti kebutuhan global.
Akibatnya, banyak fitur penting seperti hardware kamera, teknologi AI, hingga charging cepat terasa tertinggal dibanding para pesaingnya.
Meski begitu, Sony Xperia 1 VII tetap dianggap sebagai smartphone yang tidak sepenuhnya mengecewakan bagi penggemar setia Sony. Perangkat ini menawarkan desain premium, performa stabil, dan pengalaman penggunaan yang nyaman, walau masih belum sepenuhnya sebanding dengan harga yang ditawarkan.
Editor : Novica Satya Nadianti