JAKARTA - Sony Xperia 1 VII resmi hadir sebagai flagship terbaru Sony dengan sederet fitur premium khas Xperia. Smartphone ini membawa kamera ultrawide baru beresolusi besar, layar lebih terang, dan chipset terbaru Snapdragon 8 Elite. Namun di tengah persaingan flagship Android yang semakin agresif, Xperia 1 VII justru dinilai masih terlalu konservatif, terutama soal AI dan kecepatan charging.
Dalam ulasan terbaru GSM Arena, Sony Xperia 1 VII disebut tetap mempertahankan filosofi lama Sony yang mengedepankan desain minimalis, fitur klasik seperti jack audio 3,5 mm dan microSD, serta pengalaman Android yang mendekati stock Android.
Keyword Sony Xperia 1 VII menjadi perhatian karena perangkat ini tampil berbeda dibanding flagship modern lain yang kini fokus menghadirkan AI generatif dan desain futuristis. Sony justru tetap mempertahankan pendekatan old school yang menjadi ciri khas lini Xperia selama bertahun-tahun.
Desain Masih Khas Sony, Tetap Minimalis
Secara tampilan, Xperia 1 VII hampir identik dengan generasi sebelumnya. Bodinya tetap berbentuk kotak dengan tekstur belakang kasar berbahan Corning Gorilla Glass Victus yang memberikan grip lebih nyaman.
Bagian frame aluminium masih memakai tekstur bergerigi khas Xperia untuk meningkatkan genggaman. Smartphone ini juga tetap mempertahankan sertifikasi IP65 dan IP68 untuk ketahanan terhadap air dan debu.
Sony menggunakan layar OLED LTPO 6,5 inci dengan refresh rate 120Hz dan perlindungan Corning Gorilla Glass Victus 2. Resolusinya kini tetap Full HD Plus, bukan lagi 4K seperti Xperia generasi lama.
Meski demikian, kualitas layar tetap dianggap tajam dengan dukungan HDR10 dan warna 10-bit. Tingkat kecerahan juga meningkat signifikan hingga mencapai lebih dari 1.470 nits pada mode auto brightness.
Masih Pertahankan Jack Audio dan MicroSD
Salah satu daya tarik Xperia 1 VII adalah fitur-fitur klasik yang mulai ditinggalkan brand lain. Sony tetap menyediakan jack audio 3,5 mm yang diklaim mendapat tuning khusus dari tim Walkman.
Selain itu, Xperia 1 VII juga masih mendukung microSD expandable storage, walau penyimpanan internalnya hanya tersedia dalam varian 256 GB.
Fingerprint sensor juga masih ditempatkan di tombol power samping, bukan di bawah layar seperti mayoritas flagship saat ini.
Snapdragon 8 Elite, Tapi Performanya Tak Maksimal
Di sektor performa, Xperia 1 VII menggunakan Qualcomm Snapdragon 8 Elite. Hasil benchmark memang lebih tinggi dibanding Xperia 1 VI, tetapi performanya disebut masih kalah optimal dibanding flagship lain dengan chipset serupa.
Dalam pengujian stres berkepanjangan, performa CPU turun cukup drastis hingga setengahnya hanya dalam waktu delapan menit. Hal ini menunjukkan thermal management Sony belum sebaik kompetitor lain.
Meski begitu, pengalaman penggunaan harian tetap terasa cepat dan responsif untuk multitasking maupun gaming.
Baterai 5.000 mAh menghasilkan skor active use sekitar 14 jam 44 menit. Angka itu sebenarnya tergolong bagus, namun masih kalah dibanding Xperia 1 VI yang sebelumnya mampu mencatat daya tahan hingga sekitar 17,5 jam.
Sony juga masih mempertahankan fast charging 30 watt yang kini terasa tertinggal jauh dibanding flagship Android lain. Pengisian daya penuh membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam.
Kamera Ultrawide Jadi Peningkatan Terbesar
Peningkatan paling signifikan pada Xperia 1 VII ada di sektor kamera ultrawide baru 50 MP. Kamera ini menghasilkan detail sangat tajam, dynamic range luas, dan noise minim baik siang maupun malam hari.
Kamera utama Xperia 1 VII juga mampu menghasilkan foto natural dengan detail tinggi dan warna yang kontras khas Sony.
Namun kamera telefoto continuous zoom 3,5x hingga 7,1x dianggap mulai tertinggal dibanding flagship lain yang kini memakai sensor telefoto lebih besar.
Pada zoom maksimal 7,1x, kualitas detail mulai menurun cukup signifikan meski hasil foto masih tergolong layak.
Video 4K 120fps dan AI Minim
Sony Xperia 1 VII mendukung perekaman video hingga 4K 120fps di kamera belakang. Kualitas dynamic range dan warna video mendapat pujian, meski detailnya belum terlalu tajam dibanding pesaing.
Video malam dari kamera utama masih cukup bagus, tetapi kamera telefoto dinilai kurang kompetitif karena hasilnya terlalu lembut.
Di sisi software, Xperia 1 VII menjalankan Android 15 dengan janji empat kali update Android dan enam tahun patch keamanan.
Namun kekurangan paling besar ada pada absennya fitur AI modern. Saat Samsung dan brand Tiongkok berlomba menghadirkan AI generatif, Sony hanya mengandalkan Google Gemini tanpa fitur AI eksklusif tambahan.
GSM Arena menyimpulkan Xperia 1 VII tetap menarik bagi penggemar Sony yang menyukai pendekatan klasik dan fitur multimedia lengkap. Namun bagi pengguna umum, flagship ini dinilai kurang inovatif dibanding rival lain di kelas harga premium.
Editor : Novica Satya Nadianti