JAKARTA - iPhone 12 kembali ramai diburu di pasar smartphone bekas. Meski sudah resmi discontinue dan tidak lagi dijual baru oleh Apple, iPhone 12 ternyata masih dianggap layak digunakan pada 2026, terutama bagi pengguna yang ingin merasakan ekosistem iPhone dengan harga lebih terjangkau.
Perangkat yang pertama kali dirilis pada 2020 itu kini banyak ditemukan di marketplace dengan harga mulai Rp3 jutaan hingga Rp5 jutaan, tergantung kondisi unit, kapasitas penyimpanan, dan status garansi. Kondisi tersebut membuat iPhone 12 menjadi salah satu iPhone bekas paling diminati saat ini.
Banyak pengguna mempertimbangkan iPhone 12 karena performanya masih tergolong kencang untuk penggunaan harian. Selain itu, desainnya juga masih terlihat modern dan mirip dengan generasi iPhone terbaru.
Harga iPhone 12 Bekas Turun Drastis
Saat masih dijual resmi, iPhone 12 memiliki harga belasan juta rupiah. Namun kini, harga bekasnya turun drastis. Di marketplace seperti Facebook Marketplace hingga toko online, iPhone 12 varian 64 GB dijual mulai Rp3 jutaan, sedangkan varian 128 GB dan 256 GB berada di kisaran Rp4 juta hingga Rp5 jutaan.
Meski begitu, calon pembeli diminta lebih teliti sebelum membeli. Sebab, banyak unit yang dijual dengan kondisi tidak sepenuhnya original. Beberapa penjual bahkan mencantumkan layar pengganti, baterai non-original, hingga status sinyal yang tidak permanen.
Tak sedikit pula unit dengan embel-embel “iBox” ternyata memiliki komponen yang sudah pernah diganti. Karena itu, pembeli disarankan melakukan COD agar bisa mengecek langsung kondisi perangkat sebelum transaksi.
“Kalau beli online memang harus benar-benar dibaca detailnya. Kadang ada yang sinyalnya cuma aktif beberapa bulan atau LCD sudah diganti,” ungkap pengulas dalam video tersebut.
Spesifikasi iPhone 12 Masih Kompetitif
Walau usianya sudah enam tahun, spesifikasi iPhone 12 ternyata masih cukup mumpuni. Smartphone ini menggunakan layar Super Retina XDR OLED berukuran 6,1 inci dengan tingkat kecerahan hingga 1.200 nits.
Untuk dapur pacu, iPhone 12 ditenagai chipset Apple A14 Bionic berbasis 5 nanometer yang masih sanggup menjalankan berbagai aplikasi dan game modern. RAM 4 GB yang dibawanya juga dinilai masih cukup stabil untuk multitasking.
Apple menghadirkan tiga pilihan memori internal pada iPhone 12, yakni 64 GB, 128 GB, dan 256 GB. Namun, pengguna disarankan memilih minimal varian 128 GB karena kapasitas 64 GB dianggap sudah terlalu kecil untuk kebutuhan saat ini.
Kamera Masih Jadi Andalan
Salah satu daya tarik utama iPhone 12 ada di sektor kamera. Smartphone ini membawa kamera utama 12 MP dengan bukaan f/1.6 dan kamera ultrawide 12 MP f/2.4.
Hasil foto dan video dari iPhone 12 masih dianggap sangat bagus untuk standar penggunaan harian maupun kebutuhan konten media sosial. Bahkan, kualitas rekaman videonya masih bisa bersaing dengan banyak smartphone kelas menengah terbaru.
iPhone 12 mendukung perekaman video hingga 4K 60 fps serta slow motion 1080p 240 fps. Fitur ultrawide 0,5x juga menjadi nilai tambah bagi pengguna yang gemar membuat konten video.
Pengulas dalam video menyebut dirinya masih menggunakan iPhone 12 untuk kebutuhan membuat konten karena kualitas videonya dinilai stabil dan tajam.
Masih Worth It untuk Harian
Untuk penggunaan sehari-hari seperti media sosial, browsing, chatting, hingga fotografi ringan, iPhone 12 masih sangat nyaman digunakan. Performanya juga dinilai lebih baik dibanding seri lawas seperti iPhone XS, terutama untuk gaming dan perekaman video.
Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli iPhone 12 bekas. Selain memastikan kondisi fisik dan komponen, pengguna juga wajib mengecek kesehatan baterai, Face ID, iCloud, hingga status sinyal perangkat.
Dengan harga yang kini jauh lebih murah, iPhone 12 masih menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang ingin masuk ke ekosistem Apple tanpa harus membeli iPhone terbaru yang harganya jauh lebih mahal.
Bagi pengguna yang mencari iPhone dengan performa stabil, kamera bagus, dan desain premium di harga terjangkau, iPhone 12 masih bisa menjadi opsi yang layak dipertimbangkan pada 2026.
Editor : Novica Satya Nadianti