JAKARTA - iPhone 12 bekas masih menjadi buruan banyak pengguna smartphone di akhir 2025 hingga awal 2026. Harga yang semakin murah membuat seri ini ramai dibeli di marketplace, terutama untuk pengguna yang ingin merasakan performa iPhone dengan budget terbatas.
Salah satu video unboxing yang ramai diperbincangkan memperlihatkan pembelian dua unit iPhone 12 second dari toko online di Shopee. Kedua perangkat tersebut dibeli dengan harga sekitar Rp3 jutaan setelah menggunakan voucher diskon.
Dalam video tersebut, pembeli mencoba membuktikan apakah iPhone 12 bekas yang dibeli masih original atau justru sudah banyak komponen yang diganti. Pemeriksaan dilakukan mulai dari kondisi fisik, layar, baterai, hingga pengecekan spare part menggunakan aplikasi khusus.
Beli Dua iPhone 12 Bekas dari Shopee
Pembeli mengaku membeli dua unit iPhone 12 dari salah satu toko di Shopee bernama Karnasa Store. Menariknya, warna unit yang diterima berbeda dari pesanan awal.
Awalnya pembeli memilih warna hijau, namun toko mengirimkan dua warna berbeda yakni purple dan green. Menurut penjelasan penjual, unit dipilih berdasarkan kondisi terbaik yang tersedia agar pembeli mendapatkan barang dengan minus paling sedikit.
Setelah paket dibuka, kedua iPhone langsung diuji dan dinyalakan. Kedua perangkat ternyata sudah menggunakan iOS versi terbaru dan masih bisa berfungsi normal untuk penggunaan dasar.
Namun saat proses setup selesai, terlihat ada perbedaan kualitas layar antara kedua unit tersebut. Salah satu layar tampak lebih cerah dan putih, sedangkan unit lainnya terlihat sedikit kekuningan dan lebih redup.
Perbedaan tersebut memunculkan dugaan bahwa salah satu layar kemungkinan sudah pernah diganti.
Battery Health Ternyata Tidak Sesuai
Hal paling menarik dari unboxing ini adalah saat pengecekan battery health menggunakan aplikasi pihak ketiga. Sebab, indikator kesehatan baterai yang muncul di menu iPhone ternyata berbeda dengan kondisi aslinya.
Pada sistem iPhone, kedua perangkat menunjukkan battery health 100 persen. Namun setelah dicek menggunakan software tambahan melalui laptop, hasilnya jauh berbeda.
Unit iPhone 12 warna purple ternyata memiliki battery health asli sebesar 86 persen dengan jumlah siklus pengisian mencapai 987 kali. Sementara unit warna hijau memiliki battery health 80 persen dan diproduksi pada 2022.
Meski begitu, pembeli menyebut kedua perangkat masih menggunakan spare part original. Kamera, Face ID, dan komponen utama lainnya masih terdeteksi asli saat dilakukan pengecekan.
“Kalau dilihat dari spare part masih original semua, cuma battery health-nya ternyata bukan 100 persen,” ujar pembeli dalam video tersebut.
Banyak iPhone Second Sudah Ganti Backdoor
Selain kondisi baterai, pembeli juga menemukan perbedaan warna bodi belakang pada kedua unit iPhone 12 tersebut. Salah satu unit yang terlihat berwarna purple ternyata terdeteksi sebagai warna berbeda saat dicek lebih detail.
Begitu juga dengan unit lainnya yang terlihat seperti warna hijau atau biru, tetapi sebenarnya merupakan varian black. Hal ini memunculkan indikasi bahwa bagian backdoor atau housing belakang kemungkinan sudah pernah diganti.
Fenomena tersebut disebut sudah umum terjadi pada iPhone second, khususnya seri iPhone 13 ke bawah. Faktor usia dan pemakaian membuat banyak unit mengalami penggantian bodi, layar, maupun baterai.
“Tidak ada lagi yang benar-benar mulus original untuk seri lama. Banyak housing dan backdoor yang sudah diganti,” jelasnya.
iPhone 12 Bekas Masih Banyak Dicari
Meski banyak unit mengalami pergantian komponen, iPhone 12 bekas tetap diminati karena performanya masih cukup kencang untuk penggunaan harian. Chipset Apple A14 Bionic yang digunakan masih sanggup menjalankan aplikasi modern dan game populer.
Selain itu, kualitas kamera iPhone 12 juga masih dianggap bagus untuk kebutuhan konten media sosial maupun perekaman video.
Namun calon pembeli diminta lebih teliti sebelum membeli iPhone second. Pemeriksaan seperti battery health asli, kondisi layar, Face ID, kamera, dan status spare part menjadi hal penting agar tidak kecewa setelah transaksi.
Membeli iPhone bekas memang bisa menjadi solusi hemat, tetapi pengguna tetap harus siap dengan risiko unit refurbish, penggantian komponen, hingga kondisi baterai yang sudah menurun.
Editor : Novica Satya Nadianti