JAKARTA - iPhone 12 masih menjadi salah satu smartphone Apple yang paling banyak dicari di pasar bekas pada 2025. Meski usianya sudah tidak muda lagi, iPhone 12 dinilai masih sangat layak digunakan untuk kebutuhan harian hingga gaming ringan berkat performanya yang tetap kencang.
Saat ini, harga iPhone 12 bekas berada di kisaran Rp3 jutaan tergantung kondisi dan kapasitas memori. Sementara untuk unit baru bergaransi resmi, harganya masih berada di rentang Rp6 jutaan untuk varian 64 GB.
Turunnya harga iPhone 12 membuat banyak pengguna mulai melirik perangkat ini sebagai alternatif iPhone murah dengan spesifikasi yang masih kompetitif di kelasnya.
Desain Premium dan Tahan Air
Salah satu keunggulan iPhone 12 terletak pada desainnya yang masih terlihat modern. Apple menggunakan frame berbentuk kotak yang memberikan kesan premium dan mirip dengan desain iPhone generasi terbaru.
Selain itu, iPhone 12 juga sudah mengantongi sertifikasi IP68 yang membuat perangkat tahan terhadap debu dan air. Fitur tersebut masih menjadi nilai jual penting, terutama di segmen smartphone flagship lawas.
Dari sisi layar, iPhone 12 menggunakan panel Super Retina XDR OLED berukuran 6,1 inci dengan resolusi 1170 x 2532 piksel. Tampilan layarnya dinilai masih tajam dan nyaman digunakan untuk menonton video maupun bermain game.
Namun, ada satu kekurangan yang cukup disorot pada iPhone 12, yakni refresh rate yang masih 60 Hz. Di saat banyak smartphone Android kelas menengah sudah menggunakan layar 120 Hz, iPhone 12 masih bertahan dengan refresh rate standar.
Meski begitu, pengguna yang belum terbiasa menggunakan layar 120 Hz kemungkinan tidak akan terlalu mempermasalahkan hal tersebut.
Apple A14 Bionic Masih Kencang
Di sektor performa, iPhone 12 ditenagai chipset Apple A14 Bionic yang dipadukan dengan RAM 4 GB dan pilihan memori internal hingga 256 GB.
Chipset tersebut masih tergolong sangat kuat untuk penggunaan saat ini. Aktivitas seperti membuka media sosial, editing video, multitasking, hingga bermain game masih bisa dijalankan dengan lancar.
Bahkan, performa iPhone 12 masih mampu bersaing dengan sejumlah smartphone Android terbaru di kelas harga menengah.
Banyak pengguna menyebut iPhone 12 masih nyaman digunakan untuk jangka panjang karena optimalisasi iOS yang terkenal stabil dan ringan.
Kamera Masih Jadi Andalan
Selain performa, sektor kamera juga menjadi daya tarik utama iPhone 12. Smartphone ini membawa dua kamera belakang dengan konfigurasi kamera utama 12 MP dan lensa ultrawide 12 MP.
Sementara di bagian depan, tersedia kamera selfie 12 MP yang masih sangat mumpuni untuk kebutuhan video call maupun konten media sosial.
Hasil foto dan video iPhone 12 dinilai masih sangat bagus, terutama untuk perekaman video yang menjadi salah satu kekuatan utama iPhone. Warna yang natural, stabilisasi video yang baik, dan detail yang tajam membuat perangkat ini masih relevan digunakan content creator pemula.
Baterai Jadi Kekurangan Utama
Meski punya banyak kelebihan, iPhone 12 juga memiliki kekurangan yang cukup terasa, terutama pada sektor baterai.
Perangkat ini hanya dibekali baterai berkapasitas sekitar 2.800 mAh dengan dukungan pengisian daya 15 watt. Kapasitas tersebut tergolong kecil untuk standar smartphone saat ini.
Untuk penggunaan normal seperti chatting dan media sosial mungkin masih cukup aman. Namun untuk gaming atau penggunaan berat, pengguna kemungkinan perlu mengisi daya hingga dua kali sehari.
Karena itu, pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai panjang mungkin perlu mempertimbangkan seri lain dengan kapasitas lebih besar.
Masih Layak Dibeli di 2025
Secara keseluruhan, iPhone 12 masih menjadi pilihan menarik di 2025, terutama bagi pengguna yang ingin merasakan performa iPhone dengan harga lebih terjangkau.
Dengan harga bekas yang kini menyentuh Rp3 jutaan, pengguna sudah bisa mendapatkan smartphone dengan performa flagship, kualitas kamera bagus, dan desain premium.
Namun sebelum membeli, calon pengguna tetap disarankan mengecek kondisi baterai, layar, hingga keaslian spare part karena banyak unit iPhone 12 bekas yang sudah mengalami penggantian komponen.
Editor : Novica Satya Nadianti