JAKARTA - Meski sudah resmi discontinue dan tidak lagi diproduksi oleh Apple, iPhone 12 ternyata masih menjadi incaran banyak pengguna smartphone pada 2026. Harga bekas yang semakin murah membuat iPhone 12 dianggap masih worth it untuk penggunaan harian hingga gaming ringan.
iPhone 12 pertama kali dirilis pada 2020 dan kini sudah berusia sekitar enam tahun. Namun performa yang masih kencang serta kualitas kamera yang tetap mumpuni membuat seri ini masih banyak diburu di pasar smartphone bekas.
Saat ini, iPhone 12 baru sudah tidak tersedia lagi di toko resmi seperti iBox. Apple kini hanya menjual seri yang lebih baru mulai iPhone 13 hingga iPhone 17. Karena itu, pengguna yang ingin membeli iPhone 12 harus berburu unit second di marketplace online maupun toko ponsel bekas.
Harga iPhone 12 Bekas Makin Murah
Di pasar bekas, harga iPhone 12 kini berada di kisaran Rp4 juta hingga Rp5 jutaan untuk unit iBox. Sementara di marketplace online seperti Facebook Marketplace dan Shopee, ada juga unit yang dijual mulai Rp2 jutaan hingga Rp3 jutaan.
Namun calon pembeli diminta berhati-hati karena banyak unit murah memiliki beberapa masalah seperti sinyal tidak permanen, layar sudah diganti, hingga kondisi baterai yang kurang sehat.
Beberapa penjual bahkan mencantumkan keterangan bahwa LCD sudah diganti atau sinyal hanya aktif beberapa bulan. Karena itu, pembeli disarankan melakukan pengecekan langsung sebelum membeli.
“Kalau beli online harus benar-benar teliti baca detail produknya, jangan cuma lihat harga murah,” ujar pengulas dalam video tersebut.
Selain itu, pengguna juga disarankan memilih unit iBox resmi dibandingkan unit inter karena dianggap lebih aman dari masalah jaringan dan spare part.
Desain dan Layar Masih Modern
Meski tergolong seri lama, desain iPhone 12 masih terlihat modern. Posisi kamera belakang dan bentuk bodinya bahkan masih mirip dengan iPhone generasi terbaru.
iPhone 12 menggunakan layar Super Retina XDR OLED berukuran 6,1 inci dengan tingkat kecerahan hingga 1.200 nits. Kualitas layarnya masih dinilai sangat nyaman untuk menonton video maupun bermain game.
Di sektor performa, iPhone 12 ditenagai chipset Apple A14 Bionic berbasis 5 nanometer dengan RAM 4 GB. Chipset tersebut masih tergolong kuat untuk penggunaan saat ini.
Apple juga menyediakan tiga pilihan memori internal yaitu 64 GB, 128 GB, dan 256 GB. Namun pengguna disarankan memilih minimal varian 128 GB karena kapasitas 64 GB dianggap sudah terlalu kecil untuk kebutuhan sekarang.
Kamera dan Video Masih Jadi Andalan
Salah satu keunggulan terbesar iPhone 12 ada di sektor kamera. Smartphone ini dibekali kamera utama 12 MP dengan bukaan f/1.6 dan kamera ultrawide 12 MP f/2.4.
Hasil foto iPhone 12 masih dianggap sangat bagus, terutama untuk kebutuhan media sosial dan pembuatan konten video. Pengulas bahkan menyebut dirinya masih menggunakan iPhone 12 untuk kebutuhan konten harian.
Untuk perekaman video, iPhone 12 mampu merekam hingga resolusi 4K 60 fps. Selain itu, fitur slow motion hingga 1080p 240 fps juga masih sangat layak digunakan di 2026.
Kualitas stabilisasi video dan bukaan lensa yang lebih baik dibanding seri lama seperti iPhone XS menjadi salah satu alasan mengapa iPhone 12 masih diminati content creator.
“Kalau buat harian sih masih enak banget. Buat ngonten juga masih cakep hasil videonya,” katanya.
Masih Layak untuk Gaming dan Harian
Selain kamera, performa gaming iPhone 12 juga masih dianggap memuaskan. Chip Apple A14 Bionic masih mampu menjalankan game populer dengan lancar tanpa kendala berarti.
Untuk penggunaan sehari-hari seperti media sosial, browsing, hingga editing ringan, iPhone 12 juga masih sangat nyaman digunakan.
Namun pengguna tetap harus memperhatikan kondisi unit bekas sebelum membeli. Mulai dari battery health, Face ID, layar, hingga status sinyal wajib dicek agar tidak mendapatkan unit bermasalah.
Secara keseluruhan, iPhone 12 masih menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang ingin merasakan performa iPhone dengan harga lebih terjangkau. Dengan budget Rp4 jutaan, pengguna sudah bisa mendapatkan smartphone dengan performa flagship dan kualitas kamera yang masih kompetitif di 2026.
Editor : Novica Satya Nadianti