JAKARTA - Video penjualan iPhone 13 seharga Rp3 juta mendadak viral di media sosial dan YouTube. Banyak warganet penasaran karena harga tersebut dinilai terlalu murah untuk ukuran iPhone 13 128 GB yang masih punya nilai jual tinggi di pasaran.
Dalam video yang diunggah kanal The D Uni TV, sang kreator awalnya memamerkan sebuah iPhone 13 warna pink kapasitas 128 GB yang disebut akan dijual murah melalui toko online mereka. Bahkan penonton diminta menyimak video sampai selesai agar tidak terjadi salah paham terkait kondisi perangkat tersebut.
Video itu langsung menarik perhatian karena pada awal penjelasan disebutkan bahwa iPhone 13 dijual hanya Rp3 juta. Angka tersebut tentu jauh di bawah harga pasar iPhone 13 bekas yang saat ini masih berada di kisaran Rp6 juta hingga Rp8 jutaan tergantung kondisi dan kapasitas memori.
Dalam penjelasannya, pemilik kanal menyebut perangkat tersebut merupakan iPhone 13 original Apple dan bukan barang replika atau KW. Ia juga mengklaim kamera masih jernih, bodi belakang mulus, serta belum pernah dibongkar.
Dijual Murah Karena Ada Minus
Pada pertengahan video, dijelaskan alasan kenapa iPhone 13 itu disebut dijual murah. Salah satu penyebabnya adalah kondisi fisik perangkat yang memiliki lecet pemakaian di bagian bodi.
Meski demikian, layar disebut masih original dan belum pernah diganti. Kondisi LCD juga diklaim masih presisi serta tidak ada penggantian sparepart.
Selain itu, kesehatan baterai atau battery health iPhone tersebut berada di angka 85 hingga 86 persen. Sang penjual juga menegaskan baterai belum pernah di-inject atau dimanipulasi.
Kondisi kamera juga disebut masih normal, termasuk fitur ultra wide 0,5x yang tetap berfungsi baik tanpa getaran.
“Daripada beli Android RAM besar, mending dapat iPhone 13 kamera jernih,” ujar pemilik kanal dalam videonya.
Ternyata Tidak Bisa Baca SIM Card
Meski terlihat menarik, ternyata ada masalah cukup serius pada perangkat tersebut. Sang kreator akhirnya mengungkap bahwa iPhone 13 itu tidak bisa membaca kartu SIM.
Perangkat hanya bisa digunakan dalam mode pesawat dan tidak dapat menangkap jaringan seluler. Meski WiFi masih berfungsi normal, masalah sinyal tersebut membuat fungsi utama smartphone menjadi terbatas.
Kondisi inilah yang disebut menjadi alasan utama kenapa harga iPhone 13 tersebut dipatok sangat murah.
Namun setelah penonton dibuat penasaran sepanjang video, sang kreator akhirnya mengungkap fakta sebenarnya di bagian akhir.
Penonton Ternyata Kena Prank
Di penghujung video, pemilik kanal mengaku bahwa seluruh konten tersebut hanyalah prank untuk penonton dan subscriber mereka.
Ia menjelaskan bahwa harga Rp3 juta untuk iPhone 13 hanyalah candaan semata dan tidak benar-benar dijual dengan harga tersebut. Bahkan judul video juga disebut sengaja dibuat untuk menjebak rasa penasaran penonton.
“Kalian semua yang nonton video ini kena prank,” ucapnya sambil tertawa di akhir video.
Konten prank tersebut rupanya sengaja dibuat untuk meningkatkan interaksi penonton sekaligus menarik perhatian pengguna YouTube.
Warganet Diimbau Tetap Waspada
Meski video tersebut hanya candaan, kasus seperti ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar tetap waspada saat membeli iPhone bekas dengan harga terlalu murah di marketplace.
Harga iPhone yang jauh di bawah pasaran sering kali menjadi modus penipuan atau perangkat bermasalah, mulai dari iCloud terkunci, sinyal hilang, bekas bongkar, hingga sparepart tidak original.
Calon pembeli disarankan memeriksa kondisi fisik, kesehatan baterai, fungsi kamera, layar, Face ID, hingga kemampuan membaca SIM card sebelum melakukan transaksi.
Selain itu, penting juga mengecek reputasi toko, ulasan pembeli, dan detail deskripsi produk agar tidak tertipu harga murah.
iPhone 13 sendiri hingga saat ini masih menjadi salah satu iPhone favorit karena performanya yang masih kencang berkat chipset Apple A15 Bionic. Kamera dan kualitas videonya juga masih dianggap sangat layak untuk kebutuhan konten media sosial maupun penggunaan harian.
Karena itu, banyak pengguna masih berburu iPhone 13 bekas dengan kondisi normal dan harga yang masuk akal dibanding membeli unit bermasalah dengan iming-iming harga terlalu murah.
Editor : Novica Satya Nadianti